BMKG: Daerah Ibu Kota Baru RI Berpotensi Dilanda Tsunami Kiriman

Reza Gunadha | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 27 Agustus 2019 | 20:31 WIB
BMKG: Daerah Ibu Kota Baru RI Berpotensi Dilanda Tsunami Kiriman
Skema ibu kota baru Indonesia (Antara News)

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan lokasi ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur relatif aman dari gempa.

Sebab, berdasarkan peta zonasi titik gempa di Indonesia, hanya Pulau Borneo yang paling sedikit jumlah terjadinya gempa.

Bahkan, merujuk data BMKG yang merupakan hasil penelitian berpuluh-puluh tahun, Kalimantan bisa dibilang hampir tidak ada gempa.

"Hampir seluruh wilayah Indonesia kecuali yang ’bersih’ itu Kalimantan. Artinya di Kalimantan masih ada pusat gempa pada masa lalu. Tapi jumlahnya jauh lebih sedikit," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di DPR RI, Selasa (27/8/2019).

Ia mengatakan, Kalimantan juga memiliki struktur bebatuan relatif stabil dibanding pulau lain semisal Sulawesi.

Dampaknya, struktur tanah di Kalimantan lebih bisa meredam getaran yang ditimbulkan akibat gempa.

"Ini sudah diselidiki termasuk oleh BMKG. Saat ada gempa, bebatuan di sana sudah kompak stabil meredam getaran," ujar Dwikorita.

Walau aman dari gempa, kedua lokasi ibu kota baru yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara masih berpotensi terdampak tsunami. Sebab, kedua daerah itu memiliki kawasan pesisir.

Namun, tsunami yang berpotensi melanda pesisir Kalimantan Timur itu hanya imbas atau tsunami kiriman.

"Tsunami kiriman, semisal kalau ada gempa dan tsunami di daerah Sulawesi. Jadi lebih mudah terdeteksi kapan kedatangan gelombang tsunami itu di bibir pantai pesisir Kaltim,” jelasnya.

Karena tak memunyai pusat kegempaan, Dwikorita menuturkan tsunami kiriman itu bisa saja datang 20 menit belakangan dari pusat terjadinya gelombang tersebut.

"Jadi, waktu 20 menit itu cukup untuk kami melakukan evakuasi. Sistem peringatan dini tsunami tetap diadakan di Kaltim.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Lahan Ibu Kota Baru, Istana: Katanya sih Bukan Punya Prabowo Lagi

Soal Lahan Ibu Kota Baru, Istana: Katanya sih Bukan Punya Prabowo Lagi

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 19:07 WIB

Survei: 95,7 Persen Responden Warga Jakarta Tak Setuju Ibu Kota Dipindah

Survei: 95,7 Persen Responden Warga Jakarta Tak Setuju Ibu Kota Dipindah

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 18:54 WIB

Ibu Kota Baru di Kaltim, BKKBN Siap Jadi Lembaga Pertama yang Pindah

Ibu Kota Baru di Kaltim, BKKBN Siap Jadi Lembaga Pertama yang Pindah

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 18:27 WIB

Pindah Ibu Kota, Pakar UGM: Pemenuhan Kebutuhan Pangan Harus Diperhatikan

Pindah Ibu Kota, Pakar UGM: Pemenuhan Kebutuhan Pangan Harus Diperhatikan

Jogja | Selasa, 27 Agustus 2019 | 17:56 WIB

Begini Kata Pers Jerman soal Ibu Kota RI Pindah ke Kalimantan

Begini Kata Pers Jerman soal Ibu Kota RI Pindah ke Kalimantan

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 17:46 WIB

Jokowi Sebut Kaltim Ibu Kota Baru, JK: DPR dan Pemerintah yang Memutuskan

Jokowi Sebut Kaltim Ibu Kota Baru, JK: DPR dan Pemerintah yang Memutuskan

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 16:45 WIB

Terkini

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:25 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB