PP Muhammadiyah Kritik Pansel KPK, Hendardi: Ada Orang yang Main Politik

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 29 Agustus 2019 | 19:47 WIB
PP Muhammadiyah Kritik Pansel KPK, Hendardi: Ada Orang yang Main Politik
Anggota Pansel KPK Hendardi. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Pengurus Pusat Muhammadiyah menilai ada upaya untuk menghancurkan, melemahkan, dan melumpuhkan KPK. Hal ini dikarenakan terdapat nama Capim KPK yang dianggap bermasalah diloloskan Pansel.

Menanggapi hal itu, anggota Pansel KPK Hendardi menyebut ada pihak yang tengah mempolitisasi pernyataan PP Muhammadiyah sehingga menjadi heboh. Menurut Hendardi apa yang disampaikan oleh pihak PP Muhammadiyah itu justru tergolong normal.

"Saya kira kalau komentarnya Buya Syafii Maarif atau yang lain-lain itu komentar normatif saja," kata Hendardi di Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019).

Menurutnya ada pihak yang sengaja memanas-manasi dengan membesar-besarkan apa yang disampaikan oleh PP Muhammadiyah tersebut.

Ia menganggap ada pihak yang tengah bermain politik dengan memanfaatkan beberapa komentar yang menyudutkan Pansel KPK.

"Tapi kemudian dibuat meme-meme seolah-olah mendukung pernyataan-pernyataan bahwa calonnya enggak beres di sini dan sebagainya itu lagi main politik," ujarnya.

Lebih jauh, Hendardi melihat serangan kritikan untuk Pansel KPK sengaja didesain oleh pihak yang memiliki kepentingan dengan Capim KPK lain.

Hendardi mengaku tidak merasa terkepung dengan upaya pihak yang hendak menggiring opini negatif untuk Pansel KPK. Ia percaya kalau kritikan-kritikan itu tidak akan membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pembentuk tim Pansel KPK terbuai.

"Engga (merasa terkepung). Ada orang main politik di balik ini semua gitu kan, ada interest-interest. Tapi saya optimis itu bisa dihadapi dan presiden enggak terpengaruh lah presiden juga bukan orang bodoh lah terpengaruh oleh hal-hal begitu," tandasnya.

baca juga
Pengurus Pusat Muhammadiyah melihat ada upaya untuk menghancurkan, melemahkan, dan melumpuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Suara.com/Novian)
Pengurus Pusat Muhammadiyah melihat ada upaya untuk menghancurkan, melemahkan, dan melumpuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Suara.com/Novian)

Sebelumnya Pengurus Pusat Muhammadiyah melihat ada upaya untuk menghancurkan, melemahkan, dan melumpuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka melihat nama 20 Capim KPK yang diloloskan Pansel terdapat sejumlah nama yang dinilai bermasalah.

Indikasi tersebut terlihat dari munculnya nama-nama yang mempunyai catatan menghambat proses penegakan hukum oleh KPK. Kemudian para capim yang juga tidak patuh LHKPN sampai dengan diduga melakukan berbagai pelanggaran etik ketika bertugas di KPK.

"Adalah upaya nyata menempatkan orang bermasalah untuk memimpin KPK. Bahkan, kami melihat hal tersebut seakan menghadirkan kembali memori berbagai upaya pelemahan yang telah hadir sehingga dapat disebut sebagai #CicakvsBuaya4.0," kata Ketua Forum Dekan Fakultas Hukum PTM/STH Muhammadiyah, Trisno Rahardjo di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MAKI: WP KPK Sangat Tidak Nyaman Capim dari Kepolisian

MAKI: WP KPK Sangat Tidak Nyaman Capim dari Kepolisian

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 18:42 WIB

Integritasnya Diragukan di Pansel, Hendardi: Mereka yang Sedang Berpolitik

Integritasnya Diragukan di Pansel, Hendardi: Mereka yang Sedang Berpolitik

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 18:34 WIB

Pansel Pastikan Tidak Akan Penuhi Undangan KPK Besok

Pansel Pastikan Tidak Akan Penuhi Undangan KPK Besok

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 18:05 WIB

Rangkaian Tes Capim KPK Usai, Pansel Kirim 10 Nama ke Presiden Hari Senin

Rangkaian Tes Capim KPK Usai, Pansel Kirim 10 Nama ke Presiden Hari Senin

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 17:24 WIB

Nelson: Upaya Melemahkan KPK Hadir untuk Menghambat Pemberantasan Korupsi

Nelson: Upaya Melemahkan KPK Hadir untuk Menghambat Pemberantasan Korupsi

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 16:58 WIB

Pansel KPK Tanya Kasus Kayu, Sugeng: Jika Bersalah, Mustahil Saya di Sini

Pansel KPK Tanya Kasus Kayu, Sugeng: Jika Bersalah, Mustahil Saya di Sini

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:53 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×