Ramai-ramai Ubah Arti KPAI, di Wiki Sempat Jadi Komisi Penyelewengan Anak

Reza Gunadha, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Senin, 09 September 2019 | 14:22 WIB
Ramai-ramai Ubah Arti KPAI, di Wiki Sempat Jadi Komisi Penyelewengan Anak
Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Kemarahan warganet kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tampaknya makin menjadi-jadi, setelah PB Djarum menjadikan 2019 sebagai tahun terakhir untuk Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis.

Tak hanya caci maki, warganet juga beramai-ramai mengganti kepanjangan dari KPAI.

Mereka menilai tindakan KPAI tak seusai dengan namanya, sehingga menjadikannya sebagai bahan candaan.

Seorang pengguna Twitter mengubah 'perlindungan' menjadi 'penguburimpian'. Sementara itu, akun lain memberikan tiga pilihan untuk kepanjangan dari huruf P: penghambat, penghasut, atau penghancur.

Tak hanya huruf P, warganet lainnya juga mengganti kepanjangan huruf K, menjadi 'Kemunduran Prestasi'.

Sementara itu, pengguna Twitter lainnya lebih menyoroti nasib atlet Indonesia dan mengganti kepanjangan dari KPA menjadi 'Komisi Pemberantasan Atlet'.

Kepanjangan KPAI diganti - (Twitter, Facebook)
Kepanjangan KPAI diganti - (Twitter, Facebook)

Digantinya kepanjangan dari KPAI ini bahkan sudah sampai ke luar jejaring sosial. Dari mesin pencarian Google, 'Perlindungan' untuk huruf P sempat berubah menjadi 'Penyelewengan' di situs Wikipedia.

Tangkapan layar dari bukti yang kini viral itu menunjukkan, dengan menggunakan kata kunci 'kpai adalah', munculah cuplikan deskripsi KPAI dari Wikipedia, yang diawali dengan "Komisi Penyelewengan Anak Indonesia, disingkai KPAI."

Namun tak diketahui kapan tangkapan layar itu dilakukan dan apakah memiliki kaitan dengan dihentikannya audisi PB Djarum.

baca juga

Sebelumnya, KPAI dan sejumlah kementerian serta LSM terkait menyelenggarakan rapat koordinasi mengenai dugaan eksploitasi terselubung pada anak dalam audisi beasiswa bulu tangkis, berupa brand image.

KPAI sendiri membantah telah berbuat kesalahan. Ketua KPAI Susanto mengatakan, keputusan Djarum Foundation untuk menghentikan audisi bulu tangkis PB Djarum bukan kesalahan mereka.

Menurut Susanto, Djarum telah melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012.

"Dalam hal ini Djarum Foundation bukan berhadapan dengan KPAI, tapi berhadapan dengan regulasi yang berlaku, baik UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak maupun PP No 109 Tahun 2012," kata Susanto kepada wartawan, Minggu (8/9/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Yohana Dukung Audisi PB Djarum Dihentikan

Menteri Yohana Dukung Audisi PB Djarum Dihentikan

Lifestyle | Senin, 09 September 2019 | 14:04 WIB

Dewan Pakar PKPI: Ngawur, PB Djarum Nggak Perlu Ikuti Perintah KPAI

Dewan Pakar PKPI: Ngawur, PB Djarum Nggak Perlu Ikuti Perintah KPAI

News | Senin, 09 September 2019 | 13:48 WIB

Pro Kontra, Warganet Buat Tagar #BubarkanKPAI dan #KamiBersamaKPAI

Pro Kontra, Warganet Buat Tagar #BubarkanKPAI dan #KamiBersamaKPAI

Tekno | Senin, 09 September 2019 | 13:20 WIB

Logo Jadi Pangkal Masalah Pro Kontra PB Djarum Mundur

Logo Jadi Pangkal Masalah Pro Kontra PB Djarum Mundur

News | Senin, 09 September 2019 | 11:33 WIB

Abu Janda Sewot Audisi PB Djarum Dihentikan: Pawai ISIS Didiamkan!

Abu Janda Sewot Audisi PB Djarum Dihentikan: Pawai ISIS Didiamkan!

News | Senin, 09 September 2019 | 11:03 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×