Jadi Korban Pemecatan, Fahri Hamzah Singgung Partai yang Ditolak Jokowi

Iwan Supriyatna, Husna Rahmayunita

Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:26 WIB
Jadi Korban Pemecatan, Fahri Hamzah Singgung Partai yang Ditolak Jokowi
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyinggung partai yang ingin merapat ke koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) namun mendapat penolakan.

Hal itu disampaikan Fahri Hamzah melalui jejaring Twitter pribadinya, Senin (22/10/2019).

Mulanya ia melempar tebak-tebakan kepada warganet tentang partai yang mendapat penolakan itu.

"Saya dengar ada partai yang mau masuk tapi ditolak...partai apakah itu?" tanya Fahri Hamzah.

Pria kelahiran 10 November 1971 itu lantas membuka kembali kenangan masa lalu ketika dirinya dipecat secara sepihak oleh partai tempat ia bergabung.

Partai itu disebut sempat mendekati presiden demi posisi di jajaran kabinet dengan cara menyingkirkan orang-orang yang vokal mengkritik pemerintah.

"Sekitar 4 tahun lalu ada partai mendekati presiden untuk masuk kabinet, lalu menganggap presiden mensyaratkan penyingkiran orang kritis. Jadilah aku korban...dipecat tanpa dasar..," imbuhnya.

Bagi Fahri, tindakan tersebut menunjukkan perilaku zalim yang dipelihara untuk memenuhi kepentingan elite.

Oleh sebab itu, ia menunjukkan perlawanan dengan segala bentuk penganiayaan yang menjadikan anggota partai hanya sebagai sesembahan untuk melayani elite.

baca juga

"Saya ungkap kembali cerita sebab ini semua kemunafikan...kezaliman yang dipelihara untuk kepentingan elite...inilah yang saya lawan..penganiayaan yang disempurnakan dengan fitnah...kita jadi tidak ada gunanya untuk melayani elite partai...kita seperti sesembahan," kata Fahri Hamzah.

Lebih lanjut, Fahri menambahkan bahwa dirinya  sejatinya enggan mengungkit kenangan masa lalu tersebut.

Namun ia berpikir, publik harus mendapat pemahaman tentang fakta yang terjadi selain kedepannya ia mengingingkan reformasi di partai politik demi menciptakan demokrasi di Indonesia.

"Saya sebetulnya sudah tidak mau bicara banyak soal ini...tapi rasanya memang ada yang tetap harus dijernihkan...partai politik perlu reformasi...dan salah satu agenda paling penting ke depan adalah membangun parpol yang sehat...sehat untuk demokrasi dan sehat untuk rakyat...," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PA 212 Akan Ambil Sikap Setelah Prabowo Resmi Jadi Menteri Jokowi

PA 212 Akan Ambil Sikap Setelah Prabowo Resmi Jadi Menteri Jokowi

News | Senin, 21 Oktober 2019 | 20:50 WIB

Nadiem Jadi Calon Menteri, Sopir Ojol: Urus UMKM Lebih Cocok

Nadiem Jadi Calon Menteri, Sopir Ojol: Urus UMKM Lebih Cocok

Bisnis | Senin, 21 Oktober 2019 | 20:38 WIB

Prabowo Siap Jadi Pembantu Jokowi, Wanhor PAN: Time Will Tell

Prabowo Siap Jadi Pembantu Jokowi, Wanhor PAN: Time Will Tell

News | Senin, 21 Oktober 2019 | 20:19 WIB

Terkini

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi

Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

Sentimen Positif Market Global Dorong Pasar Derivatif Bursa Kripto CFX Naik 50% Sepanjang Agustus

Sentimen Positif Market Global Dorong Pasar Derivatif Bursa Kripto CFX Naik 50% Sepanjang Agustus

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:43 WIB

Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Intip Rincian Harta Kekayaan Suahasil Nazara yang Tembus Rp138 Miliar

Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Intip Rincian Harta Kekayaan Suahasil Nazara yang Tembus Rp138 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 18:42 WIB

Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8

Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:38 WIB

Pria di Cengkareng Cekoki Mahasiswi Obat Keras hingga Tewas Demi Senang-senang

Pria di Cengkareng Cekoki Mahasiswi Obat Keras hingga Tewas Demi Senang-senang

News | Senin, 14 September 2026 | 18:37 WIB

×