Ferdinand Minta Presiden Jokowi Ganti Direksi BPJS Kesehatan

Rendy Adrikni Sadikin, Rifan Aditya

Selasa, 05 November 2019 | 10:25 WIB
Ferdinand Minta Presiden Jokowi Ganti Direksi BPJS Kesehatan
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Puri Cikeas, Bogor. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengganti jajaran direksi BPJS Kesehatan. Ia merasa BPJS butuh orang-orang yang berdedikasi.

Tuntutan tersebut disampaikan Ferdinand melalui akun Twitter pribadinya dalam cuitan yang diunggah pada Selasa (5/11/2019).

"Masih banyak rakyat kita yang bahkan untuk mendapat uang 10 ribu rupiah saja setiap hari susah. Lantas bagaimana dia akan membayar iuran BPJS setiap bulan? Makan saja kurang. Inilah yang harus dipikirkan oleh pemerintah. Semangat BPJS itu adalah gotong royong, ini yang hilang," ujar Ferdinand.

Dengan alasan ini, Ferdinand meminta Jokowi untuk mengganti direksi BPJS Kesehatan.

"Pak Presiden Bapak Jokowi, mohon kiranya Direksi BPJS Kesehatan RI segera diganti. Angkat Direksi dari orang-orang yang mau cape, tidak malas dan rajin serta kreatif," kata Ferdinand.

"Soal BPJS ini butuh orang-orang yang berdedikasi melayani, bukan orang yang hanya ingin jabatan. MELAYANI RAKYAT ITU BUTUH ORANG YANG SIAP BERKORBAN," imbuhnya.

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean minta Presiden Jokowi mengganti Direksi BPJS Kesehatan (twitter @FerdinandHaean2)
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean minta Presiden Jokowi mengganti Direksi BPJS Kesehatan (twitter @FerdinandHaean2)

Ia juga menyebut bahwa gaji direksi BPJS cukup tinggi namun tidak sebanding dengan hasil kerjanya.

"Gaji Direksi BPJS Kesehatan kabarnya Rp.200 juta/bulan. Besar sekali untuk direksi yang kerjanya cuma menerima uang iuran dari bank dan mentransfernya ke RS sebagai pembayaran. Direksi tidak kreatif mencari atau mengembangkan cara supaya uang iuran bertambah tanpa bebani rakyat," ucap Ferdinand.

Pria kelahiran 18 September 1977 ini berpendapat jika Direksi BPJS Kesehatan benar-benar mengelola sistem yang baik, semestinya bisa membangun RS khusus BPJS di setiap Kabupaten atau kota seluruh Indonesia.

baca juga

Ferdinand mengaku tidak menolak kenaikan iuran BPJS.

"Yang saya tidak terima adalah seolah solusi satu-satunya hanya menaikkan iuran. Ini pekerjaan pemalas. Untuk gaji besar, seharusnya direksi BPJS Kesehatan tidak malas," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iuran BPJS Naik 100 Persen, Anak Ester Harus Bayar Rp800 Ribu Setiap Bulan

Iuran BPJS Naik 100 Persen, Anak Ester Harus Bayar Rp800 Ribu Setiap Bulan

Jogja | Senin, 04 November 2019 | 13:51 WIB

Nasib Iuran BPJS Naik, Ike Potong Duit Belanja: Gaji Sudah Pas-pasan!

Nasib Iuran BPJS Naik, Ike Potong Duit Belanja: Gaji Sudah Pas-pasan!

Jogja | Senin, 04 November 2019 | 10:56 WIB

Iuran BPJS Naik, Jansen Demokrat: Rakyat Sakit Malah Ditakut-takuti

Iuran BPJS Naik, Jansen Demokrat: Rakyat Sakit Malah Ditakut-takuti

News | Senin, 04 November 2019 | 13:09 WIB

Terkini

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

×