Video Viral Asap Hitam Penambangan Karst di Karawang Halangi Jalan

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Kamis, 07 November 2019 | 17:50 WIB
Video Viral Asap Hitam Penambangan Karst di Karawang Halangi Jalan
Video viral asap hitam penambangan karst di Karawang menghalangi jalan. (twitter @Joya_308)

Suara.com - Tambang batu kapur di daerah Pangkalan, Karawang, Jawa Barat, menciptakan asap hitam tebal hingga menutupi jalan. Kondisi ini jelas membahayakan pengemudi kendaraan yang melintas di sana.

Video asap hitam dari penambangan batu kapur di Karawang ini menjadi viral di media sosial. Pendiri rumah produksi Watchdoc, Dandhy Laksono bahkan ikut menyebarkan video tersebut.

Akun @Joya_308 adalah yang pertama kali mengunggah video asap tebal di pertambangan karst yang berlokasi di Jalan Badami-Loji, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang, Jawa Barat.

Rekaman ini telah dilihat lebih dari 6 ribu kali hanya dalam waktu 3 jam sejak diunggah pada Kamis (7/11/2019) siang. Lebih dari 200 warganet memberikan like dan retweet di sana.

"Tiap hari terlewati potret penambangan karst KBAK dan tungku pembakaran liar di Karawang yang tak pernah ada solusi dari pemda," tulis @Joya_308 di Twitter.

Video viral asap hitam penambangan karst di Karawang menghalangi jalan. (twitter @Joya_308)
Video viral asap hitam penambangan karst di Karawang menghalangi jalan. (twitter @Joya_308)

Joya mengaku sudah sering mengadu kepada pemerintah setempat atas kondisi penambangan yang merugikan itu tapi tidak ada respon tegas.

"Kami sering berteriak bahkan menyetop pertambangan liarnya tapi belum ada ketegasan dari pemda padahal polusi udara terbesar Karawang ya tungku pembakaran. Mirisnya bahan bakar dari limbah pelastik infor oli bekas dan ban," tulis Joya.

Ia juga merasa pemerintah daerah sudah lama tidak berdaya karna tak punya solusi untuk penambangan tersebut.

Padahal pegunungan kapur Pangkalan telah ditetapkan sebagai Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 3606 K/40/MEM/2015.

baca juga

Warganet yang mengaku kerap melintas di daerah penambangan itu juga merasa dirugikan.

Misalnya ungkap pemilik akun Twitter @daffayulianto, "Pernah lewat mau ke loji, hadeh asepnya, mana bawa anak kecil".

Ada juga warganet lain yang mendesak agar penambangan itu segera ditutup.

"Ini mah harus laporin polisi..Tutup pabrik nya...Sudah ketauan itu sangat polusi," tulis @JoyTambunan9.

Sementara warganet lain ramai-ramai menyebut Ridwan Kamil, dan akun resmi media nasional di komentar dalam cuitan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral, Kisah Perempuan Ditelantarkan Teman Saat Mendaki Gunung Gede

Viral, Kisah Perempuan Ditelantarkan Teman Saat Mendaki Gunung Gede

Lifestyle | Kamis, 07 November 2019 | 16:45 WIB

Viral Anggota DPR Murka karena Iuran BPJS Naik, Ancam Boikot Rapat

Viral Anggota DPR Murka karena Iuran BPJS Naik, Ancam Boikot Rapat

News | Kamis, 07 November 2019 | 14:00 WIB

Viral Driver Gojek Nangis Karena Orderan Mendadak Dibatalkan Pelanggan

Viral Driver Gojek Nangis Karena Orderan Mendadak Dibatalkan Pelanggan

News | Kamis, 07 November 2019 | 12:53 WIB

Terkini

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:31 WIB

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:26 WIB

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 15:23 WIB

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:20 WIB

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:19 WIB

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 15:15 WIB

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:11 WIB

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:04 WIB

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:50 WIB

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

×