Video Viral Asap Hitam Penambangan Karst di Karawang Halangi Jalan

Reza Gunadha | Rifan Aditya
Video Viral Asap Hitam Penambangan Karst di Karawang Halangi Jalan
Video viral asap hitam penambangan karst di Karawang menghalangi jalan. (twitter @Joya_308)

Pengunggah video mengaku sudah sering mengadu kepada pemerintah setempat tapi tidak ada respon tegas.

Suara.com - Tambang batu kapur di daerah Pangkalan, Karawang, Jawa Barat, menciptakan asap hitam tebal hingga menutupi jalan. Kondisi ini jelas membahayakan pengemudi kendaraan yang melintas di sana.

Video asap hitam dari penambangan batu kapur di Karawang ini menjadi viral di media sosial. Pendiri rumah produksi Watchdoc, Dandhy Laksono bahkan ikut menyebarkan video tersebut.

Akun @Joya_308 adalah yang pertama kali mengunggah video asap tebal di pertambangan karst yang berlokasi di Jalan Badami-Loji, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang, Jawa Barat.

Rekaman ini telah dilihat lebih dari 6 ribu kali hanya dalam waktu 3 jam sejak diunggah pada Kamis (7/11/2019) siang. Lebih dari 200 warganet memberikan like dan retweet di sana.

"Tiap hari terlewati potret penambangan karst KBAK dan tungku pembakaran liar di Karawang yang tak pernah ada solusi dari pemda," tulis @Joya_308 di Twitter.

Video viral asap hitam penambangan karst di Karawang menghalangi jalan. (twitter @Joya_308)
Video viral asap hitam penambangan karst di Karawang menghalangi jalan. (twitter @Joya_308)

Joya mengaku sudah sering mengadu kepada pemerintah setempat atas kondisi penambangan yang merugikan itu tapi tidak ada respon tegas.

"Kami sering berteriak bahkan menyetop pertambangan liarnya tapi belum ada ketegasan dari pemda padahal polusi udara terbesar Karawang ya tungku pembakaran. Mirisnya bahan bakar dari limbah pelastik infor oli bekas dan ban," tulis Joya.

Ia juga merasa pemerintah daerah sudah lama tidak berdaya karna tak punya solusi untuk penambangan tersebut.

Padahal pegunungan kapur Pangkalan telah ditetapkan sebagai Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 3606 K/40/MEM/2015.

Warganet yang mengaku kerap melintas di daerah penambangan itu juga merasa dirugikan.

Misalnya ungkap pemilik akun Twitter @daffayulianto, "Pernah lewat mau ke loji, hadeh asepnya, mana bawa anak kecil".

Ada juga warganet lain yang mendesak agar penambangan itu segera ditutup.

"Ini mah harus laporin polisi..Tutup pabrik nya...Sudah ketauan itu sangat polusi," tulis @JoyTambunan9.

Sementara warganet lain ramai-ramai menyebut Ridwan Kamil, dan akun resmi media nasional di komentar dalam cuitan itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS