PSI Cibir Anies yang Apresiasi Majalah Tempo soal Karikatur Berlumur Aibon

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 11 November 2019 | 17:10 WIB
PSI Cibir Anies yang Apresiasi Majalah Tempo soal Karikatur Berlumur Aibon
Gubernur Anies Baswedan. [Diskominfotik DKI Jakarta]

Suara.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membuka seluruh dokumen Rancangan APBD DKI Jakarta 2020. Tujuannya agar publik dapat mengawasi aliran dana untuk pembangunan Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Dedek melalui akun Twtter miliknya @uki23. Dedek mengomentari cuitan Anies Baswedan yang meminta agar masyarakat terus mengawasi kerja pemerintah.

"Terima kasih Tempo telah jalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi. Semoga perbaikan sistem yang sedang berjalan bisa segera kami tuntaskan. Terus awasi kami yang sedang bertugas di pemerintahan," kata Anies seperti dikutip Suara.com,Senin (11/11/2019).

Dedek menantang Anies agar terbuka dengan seluruh anggaran pembangunan DKI Jakarta. Sehingga publik bisa benar-benar mengawasi kerja pemerintah.

"Pak @aniesbaswedan, kalau memang betul ingin diawasi, buka dong dokumen rancangan anggarannya agar publik sebagai pemilik uang betul-betul mengawasi," ungkap Dedek.

Dedek mencurigai sikap Anies Baswedan yang meminta publik mengawasi sebagai bentuk pembelaan. Pasalnya, anggaran siluman pembelian lem aibon senilai Rp 82,2 miliar sudah terlanjur terendus dan diketahui oleh publik.

"Udah kadung ketahuan lalu ingin memberi kesan terbuka akan pengawasan?" ucap Dedek.

Jubir PSI Dedek Prayudi tantang Anies buka dokumen RAPBD DKI (Twitter)
Jubir PSI Dedek Prayudi tantang Anies buka dokumen RAPBD DKI (Twitter)

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI William Aditya Sarana mengunggah temuan anggaran mencurigakan pembelian lem aibon senilai Rp 82,8 miliar.

Berdasarkan laman apbd.jakarta.go.id pagu anggaran itu diusulkan oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat dengan nama "Penyediaan Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Dasar Negeri" senilai Rp 82,8 miliar.

baca juga

Dalam rincian kegiatan itu, dijelaskan anggaran sebanyak itu akan digunakan untuk membeli lem aibon bagi 37.500 orang selama 12 bulan dengan harga satuannya sebesar Rp 184.000.

Dengan demikian, total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 82.800.000.000 untuk pembelian lem yang masuk dalam komponen Belanja Alat Tulis Kantor (ATK) tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Tak Prioritaskan soal Banjir, DPRD Curigai Besarnya Anggaran Trotoar

Anies Tak Prioritaskan soal Banjir, DPRD Curigai Besarnya Anggaran Trotoar

News | Senin, 11 November 2019 | 15:46 WIB

Gerindra Sebut Genit Soal Lem Aibon Anies, PSI Beri Balasan Telak

Gerindra Sebut Genit Soal Lem Aibon Anies, PSI Beri Balasan Telak

News | Senin, 11 November 2019 | 15:16 WIB

Karikatur Berlumur Lem, Viral Foto Jadul Anies Demo Tolak Bredel Tempo

Karikatur Berlumur Lem, Viral Foto Jadul Anies Demo Tolak Bredel Tempo

News | Senin, 11 November 2019 | 12:35 WIB

Terkini

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB