Pengusaha Pieko Didakwa Berikan Uang ke Dirut PTPN III Rp 3,55 Miliar

Agung Sandy Lesmana | Welly Hidayat | Suara.com

Senin, 25 November 2019 | 19:30 WIB
Pengusaha Pieko Didakwa Berikan Uang ke Dirut PTPN III Rp 3,55 Miliar
Direktur Utama PT. Fajar Mulia Transindo‎, Pieko Nyotosetiadi saat menjalani sidang pembacaaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Suara.com/Welly H).

Suara.com - Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo‎, Pieko Nyotosetiadi didakwa telah menyuap Dirut PT Perkebunan Negara (PTPN) III Persero, Dolly Parlagutan Pulungan senilai 345 ribu Dolar Singapura atau setara Rp 3,55 miliar terkait dengan pembelian gula kristal putih dengan ikatan perjanjian.

Dakwaan itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK di Pengadilan Tindak Pidana, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Dalam dakwaan JPU, Dolly menerima uang tersebut melalui perantara, yakni Direktur Pemasaran PTPN III, I Kade Kertha Laksana yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Terdakwa Pieko Nyotosetiadi melakukan perbuatan memberi sesuatu yaitu memberi uang tunai sebesar SGD 345.000 atau setara Rp 3.550.935.000 kepada Dolly Parlagutan Pulungan," kata Jaksa Ali Fikiri.

Menurut Jaksa, pemberian suap itu terjadi setelah Pieko mendapatkan persetujuan dari Dolly dan Kadek Kertha dalam pemberian pemberian kontrak jangka panjang atas pembelian gula kristal putih yang distribusi pemasarannya dikoordinir PTPN III (Persero) Holding Perkebunan.

Dia menyampaikan, Kadek menerapkan kebijakan sistem pola pemasaran kontrak penjualan jangka panjang yang mewajibkan pembeli membeli gula dengan ikatan perjanjian dengan PT PN III, dengan harga yang akan ditentukan setiap bulan.

Selanjutnya, kebijakan tersebut, Kadek Kertha memberikan penawaran ke sejumlah perusahaan yang bergerak dalam pendistribusian gula dengan persyaratan yang sudah ditentukan. Seluruh perusahaan berminat atas penawaran.

Hingga diakhir, ternyata perusahaan Pieko yang mampu memenuhi persyaratan. Lantaran, perusahaan lain, keberatan atas syarat yang ditentukan PT PN III, mengharuskan perusahaan membayar uang muka 40 persen dari harga gula yang ditawarkan.

Selanjutnya, Pieko pun melakukan pertemuan dengan I Kadek Kertha Laksana bersama perwakilan Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) untuk menetapkan harga gula. Dari sejumlah pertemuan antara Pieko dengan Kadek Kertha terjadi kesepakatan untuk PT. Fajar Mulia Transindo menjadi pendistribusi gula.

Setelah bertemu Kadek, Pieko pun membuat pertemuan dengan Dolly di di Hotel Shangri-La Jakarta Pusat pada 31 Agustus 2019. Dimana pertemuan itu, setelah perusahaan Pieko telah memenangkan dalam pendistribusian gula dengan sistem penjualan kontrak jangka panjang periode I sampai dengan III.

Dolly, melalui rekannya bernama Arum Nabil meminta sejumlah uang kepada Pieko. Tak, berfikir panjang pun Pieko siap memberikan uang, yang dimana untuk keperluan Dolly sebesar 35ribu dollar

Sehingga, Pieko pun menyerahkan uang melalui Kadek sebesar 345 ribu dollar Singapura atau setara Rp 3.550.935.000 Miliar yang rencana akan diserahkan kepada Dolly.

Dalam kasus ini, Pieko dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Suap Distribusi Gula, KPK Periksa Dua Ketua APTRI

Kasus Suap Distribusi Gula, KPK Periksa Dua Ketua APTRI

News | Senin, 25 November 2019 | 10:59 WIB

Suap Gula, Dwi Satrio Akui Dicecar KPK soal Tanggung Jawab Bos PTPN X

Suap Gula, Dwi Satrio Akui Dicecar KPK soal Tanggung Jawab Bos PTPN X

News | Rabu, 13 November 2019 | 16:28 WIB

Di Sidang, Novel Baswedan Sebut Markus Nari Ikut Terima Uang Proyek e-KTP

Di Sidang, Novel Baswedan Sebut Markus Nari Ikut Terima Uang Proyek e-KTP

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 15:39 WIB

Jadi Saksi di Sidang Bowo Sidik, Bupati Christiany Bikin JPU Dongkol

Jadi Saksi di Sidang Bowo Sidik, Bupati Christiany Bikin JPU Dongkol

News | Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:59 WIB

KPK Periksa 4 Saksi Kasus Suap Distribusi Gula PTPN III

KPK Periksa 4 Saksi Kasus Suap Distribusi Gula PTPN III

News | Senin, 23 September 2019 | 11:55 WIB

Terjaring OTT KPK, Rini Soemarno Tunjuk Seger Budiarjo Pimpin PTPN III

Terjaring OTT KPK, Rini Soemarno Tunjuk Seger Budiarjo Pimpin PTPN III

Bisnis | Selasa, 10 September 2019 | 09:57 WIB

Pieko Nyoto Pemberi Suap Distribusi Gula Ditangkap di Bandara Soetta

Pieko Nyoto Pemberi Suap Distribusi Gula Ditangkap di Bandara Soetta

News | Rabu, 04 September 2019 | 23:16 WIB

Dirut PTPN III Dolly Pulungan Diciduk KPK, Manajemen Klaim Operasional Aman

Dirut PTPN III Dolly Pulungan Diciduk KPK, Manajemen Klaim Operasional Aman

Bisnis | Rabu, 04 September 2019 | 11:30 WIB

Dirut PTPN III Dolly Pulungan Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK

Dirut PTPN III Dolly Pulungan Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK

News | Rabu, 04 September 2019 | 11:17 WIB

Terjaring OTT KPK, Dirut PTPN III Dolly Pulungan Dipecat

Terjaring OTT KPK, Dirut PTPN III Dolly Pulungan Dipecat

Bisnis | Rabu, 04 September 2019 | 09:36 WIB

Terkini

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:25 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB