Ditembak Polisi Hong Kong, Jurnalis Indonesia Veby Mega Menuntut Keadilan

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Selasa, 03 Desember 2019 | 14:12 WIB
Ditembak Polisi Hong Kong, Jurnalis Indonesia Veby Mega Menuntut Keadilan
Jurnalis Indonesia Veby Mega Indah (Twitter @ajmm19923493)

Suara.com - Veby Mega, jurnalis Indonesia yang matanya tertembak oleh polisi saat meliput demo di Wan Chai, Hong Kong, terus menuntut keadilan. Ia bertekad menempuh jalur hukum.

Disadur dari South China Morning Post, Selasa (3/12/2019), meskipun Veby Mega sudah memaafkan petugas polisi yang melukai mata kanannya, ia tetap bertekad menggugat.

“Saya mengejar keadilan dalam kasus ini, tidak hanya untuk saya, tetapi untuk semua orang yang terluka di Hong Kong yang tidak dapat melakukan hal yang sama,” kata Veby.

Lebih dari dua bulan setelah kejadian itu, Veby akhirnya memutuskan untuk memaafkan petugas polisi.

Veby diwakili oleh pengacara hak asasi manusia Michael Vidler telah mengajukan permohonan bantuan hukum untuk melanjutkan kasusnya.

Ia memutuskan untuk mengambil tindakan hukum setelah mendapatkan akses ke polisi.

Veby mengatakan, dia dan pengacaranya telah meminta polisi untuk mengungkapkan identitas petugas yang bersangkutan, tetapi mereka menolak.

"Saya berharap akan ada keadilan, sehingga petugas yang menembak saya akan menghadapi konsekuensi sesuai dengan hukum, sehingga petugas polisi mengerti apa yang tidak bisa mereka lakukan," ujarnya.

Veby mengatakan tidak ada saksi kunci yang dia kenal hadir di tempat kejadian dan telah diminta oleh polisi untuk memberikan bantuan. Dia sendiri harus secara sukarela membuat pernyataan tertulis.

baca juga

Sementara itu menurut hukum, kasus penuntutan secara pribadi mengharuskan semua prosedur diselesaikan dalam waktu enam bulan. Ini yang membuat Veby dan Vidler cemas.

Vidler mengatakan, dokumen bantuan hukum Veby masih menunggu tujuh minggu setelah diajukan.

Departemen Bantuan Hukum mengatakan tidak akan mengungkapkan rincian kasus Veby untuk alasan kerahasiaan.

Sebelumnya diberitakan, Jurnalis perempuan asal Indonesia, Veby Mega Indah tertembak peluru karet saat meliput aksi demonstrasi di Kota I Wan Chai, Hong Kong pada Jumat (29/9/2019). Ia adalah jurnalis yang bekerja di koran berbahasa Indonesia yang terbit di Hong Kong.

Veby terancam mengalami kebutaan permanen pada mata kanannya karena tertembak peluru karet. Ia membantah adanya kabar bahwa penglihatan matanya sudah meningkat.

Mata kanan Veby cedera parah dan harus dijahit, juga ada luka di mata kiri. Veby sempat memperoleh perawatan medis darurat di lokasi kejadian, sebelum kemudian diboyong ke Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole di Chai Wan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKW Dideportasi karena Nulis Berita, Harusnya Indonesia Protes

TKW Dideportasi karena Nulis Berita, Harusnya Indonesia Protes

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 12:35 WIB

Pemerintah Hong Kong Dikutuk atas Deportasi Jurnalis Yuli Riswati

Pemerintah Hong Kong Dikutuk atas Deportasi Jurnalis Yuli Riswati

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 06:27 WIB

Tertembak di Hong Kong, Jurnalis Indonesia Veby Mega Cerita Traumanya

Tertembak di Hong Kong, Jurnalis Indonesia Veby Mega Cerita Traumanya

News | Senin, 02 Desember 2019 | 19:11 WIB

Terkini

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×