Hidup Kembali, Pendaki Gunung Ini Sempat Disangka Sudah Meninggal Dunia

Angga Roni Priambodo | Arendya Nariswari
Hidup Kembali, Pendaki Gunung Ini Sempat Disangka Sudah Meninggal Dunia
Ilustrasi pendaki gunung. (Shutterstock)

Alami Hipotermia parah, jantung pendaki gunung ini sempat berhenti berdetak selama 6 jam.

Suara.com - Belum lama ini publik dikejutan dengan berita seorang pendaki gunung yang mengalami hipotermia parah. Tapi siapa sangka, wanita asal Inggris ini bangkit kembali setelah selama 6 jam jantungnya berhenti berdektak.

Memang sebaiknya sebelum melakukan perjalanan jauh atau mendaki, Anda sebaiknya mempersiapkan segala sesuatunya secara matang termasuk soal kesehatan.

Agar nantinya, selama pendakian tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dilansir Suara.com dari laman Metro, Minggu (8/12/19), wanita bernama Audrey Mesh ini berangkat mendaki bersama suaminya menuju pegunungan Pyrenees di Spanyol Utara.

Mendadak, istri dari pria bernama Rohan Schoeman ini mengalami hipotermia parah dan jantungnya berhenti berdetak.

Sang suami dan Audrey ditemukan dalam keadaan dingin serta nadinya berhentu oleh petugas pemadam kebakaran.

Akhirnya mereka dibawa menuju rumah sakit Vall d'Hebronn Barcelona, dan ajaibnya, pendaki gunung wanita yang mengalami hipotermia tadi kembali hidup.

"Aku tak mengingat apapun saat akhir pekan itu," sebut Audrey.

Audrey Schoeman. Facebook/Audrey Schoeman)
Audrey Schoeman. Facebook/Audrey Schoeman)

Dr Eduard Argundo selaku dokter yang merawat Audrey mengatakann bahwa dirinya mengalami suatu peristiwa yang luar biasa, di mana hipotermia ekstrem justru sudah menyelamatkan wanita itu.

Ketika tiba di rumah sakit, dokter berusaha untuk membangunkan Audrey menggunakan mesin khusus jantung dan paru-paru untuk menjaga oksigen agar tetap masuk arteri sembari menghangatkan tubuhnya dengan suhu 30 derajat Celcius.

Pemulihan jantung dengan alat defibrillator juga telah digunakan oleh sang dokter, namun hasilnya tetap nihil.

Tepat pada pukul 21.46 malam, tim medis kembali mencoba untuk memulihkan Audrey. Sebuah mukjizat yang tak disangka-sangka hadirnya, jantung Audrey mulai berdetak sendiri.

Beruntung, setelah sempat dibius selama 48 jam untuk pemindaian seluruh tubuh, berselang tiga hari Audrey dapat berbicara dan bangun.

Beruntungnya lagi, Audrey tidak mengalami kerusakan otak meski jantungnya sempat berhenti lama.

Faktor yang menyelamatkan jiwa Audrey bukan lain adalah penyakit hipotermia akut itu senditi.

"Hipotermia memang nyaris menyebabkan Audrey meninggal dunia, namun pada saat yang bersamaan penyakit ini menyelamatkan nyawanya," sebut Argudo sang dokter.

"Jika Audrey menderota serangan jantung dalam jangka waktu lama dan suhu normal, kita dapat memastikan kematiannya.Tetapi dengan mengalami hipotermia parah, wannita ini punya pulang untuk selamat," tutup sang dokter.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS