Antonio Gramsci Bicara Sejarah dan Budaya Italia dari Balik Penjara

Iwan Supriyatna, Rifan Aditya

Kamis, 12 Desember 2019 | 05:42 WIB
Antonio Gramsci Bicara Sejarah dan Budaya Italia dari Balik Penjara
Buku Sejarah dan Budaya karya Antonio Gramsci (Suara.com/Rifan)

Suara.com - Banyak karya-karya hebat lahir dari dalam penjara mulai dari tulisan Nelson Mandela, Tan Malaka hingga Soekarno. Pada masa yang hampir sama dengan Tan Malaka, di Italia ada sosok Antonio Gramsci yang menelurkan tulisannya dari balik jeruji besi.

Sejarah dan Budaya adalah karya Antonio Gramsci yang diterjemahkan dari Prison Notebooks yang ditulis dari penjara pada tahun 1929-1935.

Itu merupakan catatan-catatan pengalaman politik dan intelektual yang membentuk, mendukung, dan melatarbelakangi gagasan dan pemikiran Gramsci ketika berada di penjara, terutama pemikiran-pemikirannya tentang hegemoni.

Buku ini menceritakan sejarah dan budaya dalam aspek politik di Italia semasa revolusi menghadapi rezim fasis. Gramsci yang seorang Marxis Italia dipenjara oleh rezim fasis Mussolini.

Pengalaman politik Gramsci sebagai sebuah revolusi, mulai dari perjuangan kelas di Turin, konsolidasi fasisme hingga debat strategis dalam Partai Komunis Italia (PCI) jadi poin menarik di sini. Untuk diketahui, Gramsci sempat menjadi ketua PCI pada tahun 1924-1926.

Selama periode kepemimpinannya di PCI, Gramsci berhasil memerangi maksimalisme, sekterianisme dan ekonomisme Bordiga, serta kulturisme Tasca, sambil terus mengembangkan praktik politik Lenin dalam sudut pandang norma antar partai dan respon spontan aktivitas massa.

Gramsci juga memiliki pokok gagasan politik yang disebutnya dengan "revolusi pasif".

Tak hanya berbicara soal aksi politik yang dilakukan Gramsci, buku ini juga menjelaskan pemikiran filsuf Italia kelahiran 1891 itu tentang perbedaan posisi kaum intelektual kota dan desa.

Menurut Gramsci, "Intelektual kota sudah sangat distandarkan. Intelektual desa sebagian besar adalah tradisional, mereka terhubung dengan massa sosial dari masyarakat pedesaan dan borjuis kecil tapi belum dielaborasikan oleh sistem kapitalis".

baca juga

Ia juga mengatakan, "Pada dasarnya, semua orang punya potensi menjadi intelektual, sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya, dan dalam cara menggunakannya. Tetapi tidak semua orang adalah intelektual dalam fungsi sosial".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Endah N Rhesa Rayakan Ulang Tahun Pernikahan Ke-10 dengan Rilis Buku

Endah N Rhesa Rayakan Ulang Tahun Pernikahan Ke-10 dengan Rilis Buku

Press Release | Senin, 09 Desember 2019 | 17:22 WIB

Terbongkar! Fakta-fakta Freeport yang Disembunyikan

Terbongkar! Fakta-fakta Freeport yang Disembunyikan

Lifestyle | Jum'at, 06 Desember 2019 | 09:45 WIB

Otoriter dan Penuh Intrik, Anandito Beberkan Politik Jawa di Mata Pramoedya

Otoriter dan Penuh Intrik, Anandito Beberkan Politik Jawa di Mata Pramoedya

News | Rabu, 04 Desember 2019 | 05:46 WIB

Terkini

Kelompok Anarko Coba Tunggangi Demo DPR, Manfaatkan Isu RUU Perampasan Aset

Kelompok Anarko Coba Tunggangi Demo DPR, Manfaatkan Isu RUU Perampasan Aset

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:32 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Warga Srengseng Sawah Kena Denda Rp 500 Ribu

Bakar Sampah Berujung Petaka, Warga Srengseng Sawah Kena Denda Rp 500 Ribu

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Link CCTV Pantau Situasi Demo di Depan DPR RI untuk Hindari Kemacetan

Link CCTV Pantau Situasi Demo di Depan DPR RI untuk Hindari Kemacetan

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Daihatsu Perkuat Dominasi di Jawa Timur Lewat Gelaran GIIAS Surabaya 2026

Daihatsu Perkuat Dominasi di Jawa Timur Lewat Gelaran GIIAS Surabaya 2026

Otomotif | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:27 WIB

Hot Wheels Monster Trucks: Glow-n-Fire Siap Mengguncang Jakarta November Ini

Hot Wheels Monster Trucks: Glow-n-Fire Siap Mengguncang Jakarta November Ini

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Telin Hadirkan ignitePRO dalam BATIC 2026 untuk Dorong Transformasi AI ke Aksi Nyata

Telin Hadirkan ignitePRO dalam BATIC 2026 untuk Dorong Transformasi AI ke Aksi Nyata

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Alasan Desta Pamit dari Vindes Setelah 5 Tahun Bersama Vincent Rompies

Alasan Desta Pamit dari Vindes Setelah 5 Tahun Bersama Vincent Rompies

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Para Penjaga Lemo Nakai: Cerita Masyarakat Batu Raja R Hidup Selaras Tanpa Korbankan Hutan

Para Penjaga Lemo Nakai: Cerita Masyarakat Batu Raja R Hidup Selaras Tanpa Korbankan Hutan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur

Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan

Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan

Malang | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:18 WIB

×