Pohon di Monas Jadi Furnitur, PSI: Anies Didesak Tanggung Jawab

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Jum'at, 14 Februari 2020 | 10:46 WIB
Pohon di Monas Jadi Furnitur, PSI: Anies Didesak Tanggung Jawab
Revitalisasi Monas. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus bertanggung jawab atas imbas revitalisasi Monumen Nasional (Monas) yang menuai polemik. Anies disebut-sebut tak hanya melakukan kebohongan tapi juga pencurian.

Dedek melalui cuitan di akun Twitternya @Uki23, menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal 191 pohon di Monas yang semula digunduli beralih fungsi menjadi furnitur.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak jelas arahnya, padahal pohon-pohon di Monas merupakan cagar budaya orang Indonesia yang harus dilindungi.

"Pohon di Monas, cagar budayanya rakyat se-Indonesia, ditebang diam-diam, untuk dijadikan meubel. Gak jelas siapa yang diuntungkan," cuit Dedek, seperti dikutip Suara.com, Jumat (14/2/2020).

Tindakan tersebut, kata Dedek, menandakan bahwa Pemprov DKI telah melakukan kebohongan kepada publik di balik proyek revitalisasi Monas.

Selain itu, kebijakan tersebut merupakan aksi pencurian aset pemerintah. Maka dari itu, Anies menjadi orang yang harus bertanggung jawab atas kekisruhan ini.

"Buat saya, ini bukan cuma kebohongan, tapi juga pencurian. Pak Gubernur adalah yang paling bertanggungjawab," imbuhnya.

Cuitan Dedek Prayudi soal pohon Monas jadi furnitur. (Twitter/@Uki23)
Cuitan Dedek Prayudi soal pohon Monas jadi furnitur. (Twitter/@Uki23)

Untuk diketahui, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Heru Hermawanto membantah batang kayu yang sudah ditebang itu akan dijual. Ia menyebut pohon itu dimanfaatkan untuk keperluan peralatan mebel atau furnitur.

“Kalau itu biasanya disimpan atau dimanfaatkan untuk membuat bangku atau furnitur,” ujar Heru di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (12/2/2020).

baca juga

Meski sudah jadi berbagai peralatan, Heru tak mengetahui nantinya furnitur itu akan dijual atau langsung dipakai Pemprov DKI. Pemanfaatannya nanti menjadi kewenangan pemilik aset.

“Kalau ketentuan itu kami enggak mengerti, karena itu kembali kepada pemilik asetnya kan. Kami kan sebagai pelaksana di sini, kan intinya bahwa barang itu dititipkan, disimpan,” tuturnya.

Meski menyebut pohon yang ditebang akan jadi furnitur, ia mengaku belum mengetahui di mana pohon tersebut kekinian disimpan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Babak Baru Keanehan Proyek Monas Anies Demi Formula E

Babak Baru Keanehan Proyek Monas Anies Demi Formula E

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 06:05 WIB

Akan Panggil Anies, Ketua DPRD: Dia Punya Uang, Saya Punya Palu

Akan Panggil Anies, Ketua DPRD: Dia Punya Uang, Saya Punya Palu

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 21:32 WIB

Ribut Formula E, Anies Dituding Bohong Soal Izin Tim Ahli Cagar Budaya

Ribut Formula E, Anies Dituding Bohong Soal Izin Tim Ahli Cagar Budaya

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 21:09 WIB

Sebut Anies Manipulasi Rekomendasi TACB, Ketua DPRD DKI: Pembohongan Publik

Sebut Anies Manipulasi Rekomendasi TACB, Ketua DPRD DKI: Pembohongan Publik

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 20:35 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Tembok Beton, Giant Sea Wall Wajib Lindungi Ruang Melaut Nelayan Jakarta

Bukan Sekadar Tembok Beton, Giant Sea Wall Wajib Lindungi Ruang Melaut Nelayan Jakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari

Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Dukung MBG, Kini Rocky Gerung Dikasih Jabatan Wantimpres dari Presiden Prabowo

Dukung MBG, Kini Rocky Gerung Dikasih Jabatan Wantimpres dari Presiden Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:53 WIB

Dari Jualan hingga Cari Modal, UMKM Cirebon Mulai Masuk Ekosistem Digital

Dari Jualan hingga Cari Modal, UMKM Cirebon Mulai Masuk Ekosistem Digital

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Hendrix and Rocket: Being Brave, Ketika Keberanian Dimulai dari Rasa Takut

Hendrix and Rocket: Being Brave, Ketika Keberanian Dimulai dari Rasa Takut

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Dari Kebun ke Pasar, Mama Nia Dorong Kemandirian Perempuan di Pulau Obi

Dari Kebun ke Pasar, Mama Nia Dorong Kemandirian Perempuan di Pulau Obi

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Terakhir di Era Ahok, Apa Niat Pramono Buka Balai Kota Jakarta Lagi untuk Umum?

Terakhir di Era Ahok, Apa Niat Pramono Buka Balai Kota Jakarta Lagi untuk Umum?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Viral Tawuran di Matraman Raya, Polisi Smackdown Pelajar Berpakaian Sekolah

Viral Tawuran di Matraman Raya, Polisi Smackdown Pelajar Berpakaian Sekolah

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Apakah Moisturizer Wardah Crystal Secret Aman untuk Ibu Hamil? Ini Kandungan dan Keunggulannya

Apakah Moisturizer Wardah Crystal Secret Aman untuk Ibu Hamil? Ini Kandungan dan Keunggulannya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Honda Rilis Skutik 125 cc NS125FX Edisi Gundam dengan Jumlah Terbatas

Honda Rilis Skutik 125 cc NS125FX Edisi Gundam dengan Jumlah Terbatas

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:40 WIB

×