Korban Tewas Pertama Virus Corona di AS Laki-laki, Trump Salah Sebut Wanita

Iwan Supriyatna | Rifan Aditya | Suara.com

Senin, 02 Maret 2020 | 07:22 WIB
Korban Tewas Pertama Virus Corona di AS Laki-laki, Trump Salah Sebut Wanita
Donald Trump

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump salah sebut saat mengumumkan korban pertama yang meninggal akibat virus corona baru (Covid-19) di Amerika.

Ia menyebut korban yang meninggal dengan "wanita yang luar biasa". Padahal pasien yang meninggal itu adalah laki-laki.

Disadur dari Dailymail, Minggu (1/3/2020), Trump melakukan blunder ketika mencoba untuk menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban virus corona yang pertama di AS.

Insiden salah sebut ini terjadi dalam konfrensi pers yang berlangsung di Gedung Putih, Sabtu (29/2/2020).

Presiden AS ini juga mengatakan bahwa korban adalah pasien yang berisiko tinggi secara medis sebab usianya 50-an tahun.

Tidak seorang pejabat pun mengoreksi perkataan Trump. Termasuk Wakil Presiden Mike Pence, yang telah ditugaskan oleh Trump untuk memimpin upaya melawan virus.

Beberapa jam kemudian, para pejabat daerah Seattle mengadakan konferensi pers sendiri. Dalam kesempatan itu, mereka mengatakan bahwa korban adalah seorang lelaki yang berusia 50-an dan memiliki kondisi kesehatan lemah.

"Dia laki-laki, orang yang sakit kronis dengan faktor resiko yang parah," kata Dr. Jeff Duchin, petugas kesehatan untuk Seattle dan King County.

Selama konfrensi pers, Trump mendesak politisi dan media untuk tidak membuat sensasi wabah dan memprovokasi kepanikan.

"Tidak ada alasan untuk panik sama sekali," katanya.

"Kasus-kasus tambahan di Amerika Serikat wajar terjadi, tetapi individu yang sehat harus dapat pulih sepenuhnya. Orang sehat - jika kamu sehat, kamu mungkin akan melalui suatu proses dan kamu akan baik-baik saja." Trump menambahkan.

Pusat Pengendalian Penyakit AS mengaku keliru

Tak hanya Trump yang mendapat sorotan karena keliru menyebut jenis kelamin korban virus corona. Centers for Disease Control (CDC) juga menerima kritik karena melakukan kesalahan identifikasi jenis kelamin ini.

Ilustrasi virus Corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Dalam sebuah pernyataan resmi juru bicara CDC, Dr. Nancy Messonnier mengakui, "CDC secara keliru mengidentifikasi pasien sebagai wanita dalam pengumuman sebelumnya hari ini dengan Presiden dan Wakil Presiden."

"Hati kami tertuju pada keluarga pasien yang ditinggalkan serta keluarga orang-orang yang terperangkap dalam wabah ini," imbuhnya, dikutip dari New York Post, Minggu (1/3/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Putuskan Evakuasi 68 WNI Diamond Princess Pakai Pesawat Garuda

Jokowi Putuskan Evakuasi 68 WNI Diamond Princess Pakai Pesawat Garuda

News | Minggu, 01 Maret 2020 | 17:28 WIB

Pulang dari Italia, Tiga Warga Meksiko Positif Terinfeksi Corona Covid-19

Pulang dari Italia, Tiga Warga Meksiko Positif Terinfeksi Corona Covid-19

Health | Minggu, 01 Maret 2020 | 17:30 WIB

Tagar #TangkapFahiraIdris Trending, Gun Romli: Polisi Jangan Tebang Pilih!

Tagar #TangkapFahiraIdris Trending, Gun Romli: Polisi Jangan Tebang Pilih!

News | Minggu, 01 Maret 2020 | 17:21 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB