Pemprov DKI Diminta Terbuka Soal Data Emisi Industri dan Pembangkit Listrik

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Selasa, 10 Maret 2020 | 14:49 WIB
Pemprov DKI Diminta Terbuka Soal Data Emisi Industri dan Pembangkit Listrik
Ilustrasi Kota Jakarta.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai emisi yang bersumber dari industri dan pembangkit listrik. Sebab, kemudahan informasi mengenai emisi merupakan hak warga seiring dengan makin tercemarnya udara Jakarta.

Merujuk data World Air Quality Report yang dikeluarkan oleh IQAir pada bulan lalu, menempatkan Jakarta berada di urutan kelima sebagai ibu kota negara dengan masalah pencemaran udara tertinggi di dunia sepanjang 2019.

Kepala Divisi Pengendalian Polusi International Centre for Environmental Law (ICEl), Fajri Fadhillah mengatakan, penyampaian dan keterbukan informasi mengenai lingkungan hidup termasuk emisi wajib dilakukan oleh pemerintah daerah melalui gubernur.

"Salah satu informasi lingkungan hidup yang seharusnya dapat diakses oleh masyarakat adalah informasi emisi yang berasal dari sumber tidak bergerak seperti industri dan pembangkit listrik. Pasal 49 PP 42/1999 tentang pengendalian pencemaran udara hasil pengawasan ketaatan pelaku usaha terhadap baku mutu emisi wajib disebarluaskan kepada masyarakat oleh gubernur," kata Fajri di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).

Terlebih, kata Fajri, Pasal 53 ayat 1 PP 27/2012 tentang lingkungan disebutkan bahwa pemegang izin lingkungan wajib untuk melaporkan hasil pelaksanaan terhadap persyaratan dan kewajiban dalam izin lingkungan kepada menteri/gubernur/bupati/walikota setiap enam bulan yang di dalamnya memuat kinerja pemegang izin lingkungan dalam mentaati baku mutu emisi.

Ia menerangkan, nantinya informasi lingkungan hidup tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan adanya informasi, masyarakat dapat ikut berperan dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan itu sendiri.

"Informasi lingkungan hidup sangat penting bagi publik agar warga tidak hanya menjadi penonton dalam upaya perlindungan lingkungan hidup tetapi juga dapat menjadi aktor. Informasi lingkungan hidup juga dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengambil langkah perlindungan keseharan dari dampak pencemaran lingkungan hidup," paparnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Departemen Bidang Politik Walhi Nasional, Khalisah Khalid.

"Dengan tidak dijalankannya aturan-aturan yang sudah dibuat sebagai salah satu langkah pencegahan masalah yang bisa dialami publik itu, sama saja pemerintah mengabaikan hak warga atas udara yang baik dan sehat dan tidak taat terhadap konstitusi," kata Khalisah.

baca juga

Sementara itu, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Hindun Mulaika menuturkan alasan mengapa mereka meminta Pemprov DKI Jakarta membuka data informasi mengai emisi dari industri dan pembangkit listrik, sekalipun di wilayah Jakarta tak memiliki PLTU.

Menurutnya, ada sejumlah PLTU di sekitar Jakarta yang berpotensi membawa polusi udara berpindah dari daerah asalnya menuju ke langit ibu kota.

"Polusi udara itu nggak stay dalam otoritas wilayah, Jakarta ya sudah Jakarta saja. Padahal sebenarnya banyak sekali sumber-sumber emisi yang datangnya dari industri-industri dan pembangkit-pembangkit berskala besar itu tidak dalam otoritas Jakarta. Tapi dia kan juga menyumbangkan polusi juga ke Jakarta atau mempengaruhi kualitas udara Jakarta," kata Hindun.

Karena itu, ia menilai pembukaan datan informasi lingkungan hidup mengenai emisi juga perlu dilakukan oleh par kepala daerah di provinsi-provinsi yang memiliki pembangkit.

"Tapi seperti mas Fajri bilang, ini menjadi tanggung jawab gubernur sebetulnya untuk membuka data ini. Kita lihat PLTU ini sebenarnya dari mana, kalau PLTU-nya ada di Banten, ada di Jawa Barat kemudian itu menjadi tanggung jawabnya (Gubernur) Ridwan Kamil, menjadi tanggung jawabnya gubernur Banten untuk juga meregulasi dan kemudian membuka data emisi itu secara jelas ke masyarakat," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yuks, Bersantai di Taman Bale Kolong Tol JORR

Yuks, Bersantai di Taman Bale Kolong Tol JORR

Foto | Selasa, 10 Maret 2020 | 11:50 WIB

Tambah Lima RS Rujukan Corona, Pemprov DKI Siapkan 125 Kamar Isolasi

Tambah Lima RS Rujukan Corona, Pemprov DKI Siapkan 125 Kamar Isolasi

News | Senin, 09 Maret 2020 | 21:01 WIB

Cegah Corona, Pemprov DKI Rilis Situs hingga Sosialisasi di Mal dan Pasar

Cegah Corona, Pemprov DKI Rilis Situs hingga Sosialisasi di Mal dan Pasar

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 21:14 WIB

Pemprov DKI: 267 Orang Dalam Pemantauan Virus Corona

Pemprov DKI: 267 Orang Dalam Pemantauan Virus Corona

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 14:46 WIB

Dilarang PTUN, Anak Buah Anies Ngotot Mau Ulang Lelang ERP

Dilarang PTUN, Anak Buah Anies Ngotot Mau Ulang Lelang ERP

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 13:52 WIB

Masih Gelar CFD di Tengah Wabah Corona, Pemprov DKI Adakan Pemeriksaan Suhu

Masih Gelar CFD di Tengah Wabah Corona, Pemprov DKI Adakan Pemeriksaan Suhu

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 23:35 WIB

Pemprov DKI Jual Masker, Denny Siregar: Tambah Kaya Gubernurnya

Pemprov DKI Jual Masker, Denny Siregar: Tambah Kaya Gubernurnya

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 07:30 WIB

Pasar Jaya Jual Masker Rp 300 Ribu per Boks, YLKI: Itu Eksploitasi Warga

Pasar Jaya Jual Masker Rp 300 Ribu per Boks, YLKI: Itu Eksploitasi Warga

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 14:43 WIB

Cegah Corona, Pemprov DKI Minta Warga dari Luar Negeri Tak Keluar Rumah

Cegah Corona, Pemprov DKI Minta Warga dari Luar Negeri Tak Keluar Rumah

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:01 WIB

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:58 WIB

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:56 WIB

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:50 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 09:44 WIB

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:43 WIB

×