Kenapa Negara Lain Transparan, Tapi Indonesia Tak Terbuka soal Corona?

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 12 Maret 2020 | 16:48 WIB
Kenapa Negara Lain Transparan, Tapi Indonesia Tak Terbuka soal Corona?
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengenakan pakaian pelindung khusus melintasi ambulane saat menangani pasien yang diduga terkena virus Corona di ruang isolasi gedung Mawar Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak membuka secara jelas hasil penelusuran kasus virus corona baru Covid-19 di dalam negeri.

Sikap pemerintah tersebut dinilai tidak transparan oleh sebagian pihak, namun diyakini juga sebagai langkah terbaik untuk meredam ketakutan masyarakat.

Hingga Kamis (12/3/2020), tercatat sudah ada 34 kasus positif virus corona. Pada kasus nomor 27 diduga sebagai local transmission atau terpapar virus di dalam negeri.

Meski adanya fakta baru tersebut, pemerintah tetap bersikeras untuk tidak membuka hasil penelusuran kasus.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan kasus yang disebut Pasien 27 itu tidak bisa dikaitkan dengan kasus positif yang sudah ada.

Pemerintah masih melakukan penelusuran atau contact tracing terhadap pasien tersebut – kontak terdekatnya sudah beberapa kali diuji dan hasilnya negatif – namun ia tidak menyebut lokasi pasien tersebut karena Covid-19 adalah penyakit yang "tidak memiliki arti terkait dengan daerah."

"Penyakit ini faktornya orang, bukan daerah ... Misalnya rumah saya di Bogor, saya sehari-hari enggak di Bogor kok. Saya bisa bergerak ke mana-mana. Artinya bukan daerah yang menjadi ukuran," kata Yurianto seperti dikutip dari BBC, Kamis (12/3/2020).

Salah satu kendala yang dihadapi oleh tim adalah sering kali pasien positif Covid-19 tidak mampu mengingat dengan baik riwayat perjalanannya dan orang-orang yang ditemui selama 14 hari ke belakang.

Korea Selatan buka data kunjungan pasien dengan rinci

baca juga

Kebijakan pemerintah Indonesia berbeda dengan Korea Selatan. Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, mengatakan otoritas kesehatan setempat bersikap transparan dalam menyampaikan informasi tentang perkembangan wabah Covid-19.

Ia menjelaskan, Korea Center for Disease Control (KCDC) mengirimkan informasi perkembangan terbaru kasus Covid-19 dua kali sehari langsung ke telepon genggam warga.

Otoritas kesehatan di tingkat kecamatan juga menjabarkan tempat-tempat yang pernah dikunjungi pasien Covid-19 tanpa mengungkap identitas mereka.

"Dan setelah diketahui ke mana ia bergerak langsung dilakukan disinfektan, disemprot tempat itu. Jadi publik bisa lihat. Ada transparansi informasi," tuturnya kepada BBC News Indonesia.

Menurut Umar, karakteristik warga Korea Selatan memang berbeda dengan Indonesia.

Warga di sana sudah terbiasa menerima peringatan darurat dari otoritas setempat dalam bentuk SMS karena negara tersebut kerap mengalami masalah dengan debu halus akibat polusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angka Kasus Rendah, Begini Cara Taiwan Melawan Virus Corona

Angka Kasus Rendah, Begini Cara Taiwan Melawan Virus Corona

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 16:17 WIB

KRL Bogor-Jakarta Berisiko Penyebaran Corona, Ini Kata Wali Kota Bogor

KRL Bogor-Jakarta Berisiko Penyebaran Corona, Ini Kata Wali Kota Bogor

Jabar | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:59 WIB

Dua Pasien Negatif Corona Belum Dipulangkan, RSPI: Tunggu Hasil Lab Kedua

Dua Pasien Negatif Corona Belum Dipulangkan, RSPI: Tunggu Hasil Lab Kedua

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:44 WIB

Sebut Rumah Pasien Corona Dekat Stasiun, Pemprov DKI: Kita Perlu Waspada

Sebut Rumah Pasien Corona Dekat Stasiun, Pemprov DKI: Kita Perlu Waspada

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:43 WIB

Pandemi Virus Corona Covid-19 Meluas ke Amerika Selatan hingga Eropa Timur

Pandemi Virus Corona Covid-19 Meluas ke Amerika Selatan hingga Eropa Timur

Health | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:37 WIB

Khawatir Sebar Corona, 126 Warga Negara Asing Ditolak Masuk ke Indonesia

Khawatir Sebar Corona, 126 Warga Negara Asing Ditolak Masuk ke Indonesia

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:35 WIB

Jawa Tengah Awasi 38 Pasien, 6 Orang Diduga Kuat Terinfeksi Virus Corona

Jawa Tengah Awasi 38 Pasien, 6 Orang Diduga Kuat Terinfeksi Virus Corona

Jawa Tengah | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:35 WIB

Termasuk Ronaldo, Skuat Juventus Dikarantina Usai Rugani Positif Corona

Termasuk Ronaldo, Skuat Juventus Dikarantina Usai Rugani Positif Corona

Bola | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:34 WIB

Virus Corona, KPK Siapkan Dokter Khusus Bila Saksi Alami Suhu Tubuh Tinggi

Virus Corona, KPK Siapkan Dokter Khusus Bila Saksi Alami Suhu Tubuh Tinggi

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 15:33 WIB

Terkini

Kopi Kedua di Sudut Kedai

Kopi Kedua di Sudut Kedai

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Setahun Jadi Tersangka, Anggota DPR Satori Kembali Dipanggil KPK Soal CSR BI

Setahun Jadi Tersangka, Anggota DPR Satori Kembali Dipanggil KPK Soal CSR BI

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:58 WIB

IHSG Masih Betah di Level 6.500, Saham KOTA Naik 30%

IHSG Masih Betah di Level 6.500, Saham KOTA Naik 30%

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:56 WIB

Pecinta Kopi, Yuk Belajar Bijak Mengelola Material dan Terapkan Ekonomi Sirkular

Pecinta Kopi, Yuk Belajar Bijak Mengelola Material dan Terapkan Ekonomi Sirkular

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:56 WIB

Perjalanan Bilal Hasan Bawa Nama Indonesia ke Octagon, Debut UFC Berakhir KO Spektakuler

Perjalanan Bilal Hasan Bawa Nama Indonesia ke Octagon, Debut UFC Berakhir KO Spektakuler

Sport | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Canggih! Dua Siswa SMP Ciptakan Alat Pendeteksi Makanan Basi untuk MBG

Canggih! Dua Siswa SMP Ciptakan Alat Pendeteksi Makanan Basi untuk MBG

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Bisakah Energi Terbarukan Bantu Warga NTT Hadapi Krisis Air dan Kemiskinan?

Bisakah Energi Terbarukan Bantu Warga NTT Hadapi Krisis Air dan Kemiskinan?

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Tanggapi Keluhan Pedagang, Pasar Jaya Jamin Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro Berjalan Adil

Tanggapi Keluhan Pedagang, Pasar Jaya Jamin Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro Berjalan Adil

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:52 WIB

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Merah PIE, Ikuti Panduan Ini

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Merah PIE, Ikuti Panduan Ini

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Tren Ganti Provider Makin Ramai, XL Ikut Jadi Sorotan Warganet!

Tren Ganti Provider Makin Ramai, XL Ikut Jadi Sorotan Warganet!

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:51 WIB

×