Kelaparan saat Lockdown, Rakyat Afrika Selatan Bentrok dengan Polisi

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Rabu, 15 April 2020 | 13:41 WIB
Kelaparan saat Lockdown, Rakyat Afrika Selatan Bentrok dengan Polisi
Ilustrasi demonstrasi (Shutterstock).

Suara.com - Bentrokan antara warga dan polisi terjadi di Mitchells Plain, Afrika Selatan pada Selasa (14/4/2020). Ratusan orang yang marah dan kelaparan melawan polisi.

Dilaporkan New Straits Times, Rabu (15/4/2020), warga kota yang marah melempar batu ke ara polisi. Mereka membuat barikade di jalan-jalan dengan membakar ban.

Polisi Afrika Selatan meresponya dengan menembakkan peluru karet dan gas air mata.

Orang-orang marah karena paket makanan tidak terkirim. Apalagi pemerintah negara tersebut menerapkan penguncian wilayah atau lockdown.

"Kami punya anak kecil. Kami ingin makan. Mereka juga harus makan," kata Nazile Bobbs, ibu sekaligus penduduk setempat.

Ia menambahkan, "Mereka bilang kita akan mendapatkan kiriman bantuan, di mana bantuan itu? Berapa lama kita (akan) di-lockdown?"

Afrika Selatan saat ini berada di masa karantina selama lima minggu untuk menurunkan penyebaran virus corona yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 2.400 orang.

Presiden Cyril Ramaphosa telah berjanji untuk menyediakan berbagai kebutuhan dasar seperti persediaan air dan makanan untuk orang-orang Afrika Selatan yang paling miskin.

Banyak orang, terutama mereka yang bekerja di ekonomi informal, tidak dapat berjualan. Mereka kehilangan pendapatan karena lockdown yang mulai berlaku pada 27 Maret 2020.

baca juga

Liezl Manual, pemimpin masyarakat setempat mengatakan orang-orang keluar dari rumah karena "frustrasi ingin tahu" di mana kiriman bantuan makanan.

"Saya tidak berpikir Ramaphosa melakukan sesuatu. Orang-orang merasa lebih suka mati karena virus corona daripada mati kelaparan di rumah," kata warga lain Denise Martin.

Para pejabat pemerintah mulai kewalahan oleh kebutuhan bantuan yang melonjak.

Busisiwe Memela-Khambula CEO SA Social Security Agency (Sassa), departemen pemerintah yang bertanggung jawab mendistribusikan bantuan makanan, mengatakan bahwa banyak sekali yang membutuhkan bantuan.

"Orang-orang sangat membutuhkan bantuan sehingga bahkan orang-orang yang tidak akan disediakan oleh kami berpikir mereka bisa mendapatkan dukungan dari kami," kata Busisiwe Memela-Khambula.

Biasanya, Sassa hanya memberikan bantuan kepada para penyandang cacat. Namun pada situasi seperti ini mereka dibuat kewalahan.

"Tapi sayangnya sekarang semua orang mengalami kesulitan," katanya di televisi lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Bala Virus Corona, Warga Tegalrejo Pasang Gentong Air di Depan Rumah

Tolak Bala Virus Corona, Warga Tegalrejo Pasang Gentong Air di Depan Rumah

Jogja | Rabu, 15 April 2020 | 13:22 WIB

Patroli Covid-19 di Tempat Nongkrong Surabaya, Dua Warga Positif Corona

Patroli Covid-19 di Tempat Nongkrong Surabaya, Dua Warga Positif Corona

News | Rabu, 15 April 2020 | 13:21 WIB

Penjualan Motor Global Anjlok, India Kena Imbas Parah

Penjualan Motor Global Anjlok, India Kena Imbas Parah

Otomotif | Rabu, 15 April 2020 | 13:12 WIB

Bisakah Pasien Sembuh Terinfeksi Virus Corona Dua Kali?

Bisakah Pasien Sembuh Terinfeksi Virus Corona Dua Kali?

Tekno | Rabu, 15 April 2020 | 13:00 WIB

Bikin Haru, Anak Driver Ojol ini Nangis Tak Mau Ditinggal Ayahnya Narik

Bikin Haru, Anak Driver Ojol ini Nangis Tak Mau Ditinggal Ayahnya Narik

Otomotif | Rabu, 15 April 2020 | 13:03 WIB

Langgar Lockdown, Turis Asing di India Dihukum Menulis Penyesalan 500 Kali

Langgar Lockdown, Turis Asing di India Dihukum Menulis Penyesalan 500 Kali

News | Rabu, 15 April 2020 | 12:59 WIB

Terkini

Dasco Mau Bikin Rating Bursa Sendiri, IHSG Malah Anjlok

Dasco Mau Bikin Rating Bursa Sendiri, IHSG Malah Anjlok

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:56 WIB

5 Keseruan Konser Kanye West di Jakarta, dari Globe Raksasa hingga Sing along Tanpa Henti

5 Keseruan Konser Kanye West di Jakarta, dari Globe Raksasa hingga Sing along Tanpa Henti

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Cara Membersihkan Sampah di HP agar Tidak Lemot Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Membersihkan Sampah di HP agar Tidak Lemot Tanpa Aplikasi Tambahan

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Montir Tangerang Ditagih Pajak Mobil McLaren Rp 137,4 Juta: Makan Saja Saya Susah

Montir Tangerang Ditagih Pajak Mobil McLaren Rp 137,4 Juta: Makan Saja Saya Susah

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:48 WIB

Malam Hangat di Sekolah Rakyat: Seskab Bernyanyi Bersama, Lalu Mengantar Siswa Beristirahat

Malam Hangat di Sekolah Rakyat: Seskab Bernyanyi Bersama, Lalu Mengantar Siswa Beristirahat

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:47 WIB

KBRI Amman Siaga Pantau WNI usai Insiden Berdarah di Gereja Karak Yordania

KBRI Amman Siaga Pantau WNI usai Insiden Berdarah di Gereja Karak Yordania

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Bakal Berlangsung 14 Hari, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Operasi Patuh Jaya 2026

Bakal Berlangsung 14 Hari, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Operasi Patuh Jaya 2026

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta

Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta

Bali | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Temui Menkeu Suahasil, Pramono Tentukan Nasib Obligasi Jakarta

Temui Menkeu Suahasil, Pramono Tentukan Nasib Obligasi Jakarta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:32 WIB

×