Beban 'berlipat ganda' Bagi Perempuan di Masa Pandemi Covid-19

Rendy Adrikni Sadikin

Minggu, 19 April 2020 | 12:48 WIB
Beban 'berlipat ganda' Bagi Perempuan di Masa Pandemi Covid-19
Seorang ibu tampak mengajarkan anaknya. [ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI]

Suara.com - Perempuan kerap mengalami dampak sosial yang berlipat dari laki-laki di tengah kondisi isolasi di rumah akibat pandemi Covid-19 karena harus memegang beban ganda. Hal itu diutarakan oleh komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Mariana Amiruddin.

Mariana mengatakan bahwa dampak tersebut terutama dapat memengaruhi perempuan yang berkeluarga dan bekerja.

"Kita membaca banyak suara dari banyak perempuan yang sekarang harus di rumah, terutama perempuan yang bekerja, itu mengalami beban yang sangat berat karena mereka jadi terbebani urusan-urusan rumah. Mulai dari mengasuh anak, mengajar anak sekolah yang juga secara online.

Pihak suami lebih banyak dalam posisi yang seperti biasanya, bahwa semua urusan rumah tangga harus dijalankan oleh istri. Jadi banyak sekali yang mengeluh sebetulnya karena situasi kerja di rumah ini," kata Mariana kepada BBC News Indonesia.

Bagaimana wabah virus corona hantam kehidupan perempuan di Asia 'Saya takut mimpi menjadi seorang ibu sirna akibat virus corona' Perawat meninggal akibat Covid-19 saat mengandung, bayinya berhasil diselamatkan

"Dampak berlipat karena semua orang harus dirumahkan jadi perempuan mau tidak mau kembali harus menerima beban itu. Ketika dia berkantor dia bisa mengantisipasi dan mengatur semuanya, termasuk peran. Tapi ketika semua orang dirumahkan, dia jadi tidak bisa mengelak dengan situasi sebagai ibu dan istri, dia harus memegang beban ganda itu," ujar Mariana.

Beberapa wilayah di Indonesia tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berarti sekolah-sekolah dan banyak perkantoran tutup secara operasional sehingga harus melaksanakan aktivitas dari rumah.

Mengajar murid dan mengasuh anak

Laili Qadarsih, seorang warga Cianjur, Jawa Barat, adalah seorang guru dan ibu dari satu anak. Ia mengatakan sekolah asrama di mana ia bekerja telah ditutup sejak pertengahan Maret dan sistem pembelajaran dilaksanakan secara virtual sejak itu.

baca juga

"Seminggu pertama itu adaptasi yang paling berat," ungkap Laili melalui sambungan telepon pada (14/04).

Pada awalnya, guru bimbingan konseling itu mengaku merasa kewalahan. Banyak anak muridnya yang melemparkan pertanyaan saat dihadapkan dengan proses belajar mengajar yang baru. Ditambah ia harus mengasuh anaknya yang berusia enam tahun.

Namun, Laili mencoba menenangkan diri dan belajar untuk menguasai tantangan baru tersebut. Dengan perlahan, dia akhirnya menangkap pola yang nyaman dalam mengajar dan mengasuh anak.

"Memang agak berat sebenarnya. Tapi semakin lama semakin terbiasa jadi lebih enak. Jadi tugas pokok kewajiban saya sebagai istri juga terlaksana, sunah rosulnya bekerja juga membantu suami juga terlaksana.

"Jadi misalnya saya lagi kelas, lagi jam mengajar, sambil memantau anak, kemudian anak saya juga ngajak main atau gimana, bisa sambil melayani [permintaan anak], karena kan tidak harus duduk terus di depan laptop. Jadi kita balas dari chat-chat anak di jam mengajar, jadi bisa sambil melayani anak. Kemudian sambil nyuapin, kemudian ada misalnya harus masak dulu atau apa, bisa," kata Laili.

Sementara, bagi Arniati, sebagai ibu dari empat anak, ia memilih pendekatan yang berbeda.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disanggah WHO, Studi Ini Klaim Sinar Matahari Bisa Hancurkan Virus Corona?

Disanggah WHO, Studi Ini Klaim Sinar Matahari Bisa Hancurkan Virus Corona?

Tekno | Minggu, 19 April 2020 | 12:30 WIB

Lalai Laboratorium CDC Terkontaminasi Virus Corona, Ratusan Tes Gagal

Lalai Laboratorium CDC Terkontaminasi Virus Corona, Ratusan Tes Gagal

Health | Minggu, 19 April 2020 | 12:07 WIB

Bak di India, Warga Keluyuran di Atas Jam 2 Siang Diancam Pukul Rotan?

Bak di India, Warga Keluyuran di Atas Jam 2 Siang Diancam Pukul Rotan?

News | Minggu, 19 April 2020 | 12:06 WIB

Studi Terbaru Klaim Virus Corona 50 Kali Lebih Berbahaya dari Sebelumnya

Studi Terbaru Klaim Virus Corona 50 Kali Lebih Berbahaya dari Sebelumnya

Tekno | Minggu, 19 April 2020 | 11:30 WIB

Update Corona Covid-19 Global 19 April 2020: Sembuh Nyaris 600 Ribu Orang

Update Corona Covid-19 Global 19 April 2020: Sembuh Nyaris 600 Ribu Orang

Health | Minggu, 19 April 2020 | 11:03 WIB

Serba Online, Begini Cara Muslim Inggris Akan Jalani Ramadan saat Pandemi

Serba Online, Begini Cara Muslim Inggris Akan Jalani Ramadan saat Pandemi

News | Minggu, 19 April 2020 | 11:03 WIB

Beredar Video Jamaah Tabligh Akbar Dibawa Ambulans, Diduga Corona

Beredar Video Jamaah Tabligh Akbar Dibawa Ambulans, Diduga Corona

News | Minggu, 19 April 2020 | 11:10 WIB

Innalillahi, Tenaga Medis Pertama di Solo Positif Corona Meninggal Dunia

Innalillahi, Tenaga Medis Pertama di Solo Positif Corona Meninggal Dunia

Jawa Tengah | Minggu, 19 April 2020 | 10:34 WIB

Kabar Baik, Perusahaan di Jerman Ciptakan Alat Cepat Penemu Vaksin Covid-19

Kabar Baik, Perusahaan di Jerman Ciptakan Alat Cepat Penemu Vaksin Covid-19

Video | Minggu, 19 April 2020 | 10:15 WIB

Terkini

Lidah Api Kepung Seruni Point: Pintu Terakhir Wisata Bromo Resmi Ditutup Total

Lidah Api Kepung Seruni Point: Pintu Terakhir Wisata Bromo Resmi Ditutup Total

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Praperadilan Kasus MBG, Lodewyk Pusung Minta 3 Buku Catatan dan iPhone 17 Pro Max Dikembalikan

Praperadilan Kasus MBG, Lodewyk Pusung Minta 3 Buku Catatan dan iPhone 17 Pro Max Dikembalikan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Arti Desil 1-10 di Kelompok Kesejahteraan Keluarga, Mana yang Dapat Bansos?

Arti Desil 1-10 di Kelompok Kesejahteraan Keluarga, Mana yang Dapat Bansos?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:04 WIB

Tips Cerdas Meminang Honda Brio Bekas: Hindari Unit Eks Laka dan Eks Taksi Online

Tips Cerdas Meminang Honda Brio Bekas: Hindari Unit Eks Laka dan Eks Taksi Online

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Ekspor UMKM Naik, Tapi 60-70 Persen Pelaku Masih Belum Pernah Kirim Produk ke Luar Negeri

Ekspor UMKM Naik, Tapi 60-70 Persen Pelaku Masih Belum Pernah Kirim Produk ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Rekam Jejak Gus Alex Eks Stafsus Kemenag Terseret Kasus Kuota Haji

Rekam Jejak Gus Alex Eks Stafsus Kemenag Terseret Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Program Umrah Jadi Sorotan BPK, Pemkot Bandar Lampung Janji Perbaiki Tata Kelola

Program Umrah Jadi Sorotan BPK, Pemkot Bandar Lampung Janji Perbaiki Tata Kelola

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:01 WIB

V BTS Ungkap Alami Gangguan Pendengaran, Makin Buruk saat Jalani Wamil

V BTS Ungkap Alami Gangguan Pendengaran, Makin Buruk saat Jalani Wamil

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Batas Waktu dari MK Mepet, DPR Kebut RUU Ketenagakerjaan Baru

Batas Waktu dari MK Mepet, DPR Kebut RUU Ketenagakerjaan Baru

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI

Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:51 WIB

×