Menteri Luhut Jelaskan Alasan Pemerintah Baru Sekarang Larang Mudik

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Selasa, 21 April 2020 | 20:50 WIB
Menteri Luhut Jelaskan Alasan Pemerintah Baru Sekarang Larang Mudik
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. (Suara.com/Achmad Ali)

Suara.com - Menteri Perhubungan ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, pemerintah pusat telah melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada sejumlah kepala daerah, sebelum Presiden Jokowi mengumumkan pelarangan mudik bagi masyakatat.

Luhut menyebutkan, kepala daerah yang telah dihubungi olehnya terkait pelarangan mudik ialah para gubernur di Pulau Jawa hingga Pulau Sumatra.

"Pelarangan mudik juga sudah dari awal desainnya sudah ke arah situ, tapi kalau terus diumumkan tiba-tiba tapi kita belum siap untuk apa? Misalnya tadi sosialisasinya rapat dengan para gubernur, saya video call dengan Anies, gubernur Banten, Jabar, Jateng, Yogya, Jatim dan Lampung kita koordinasi dulu semua baru kemudian kita ambil langkah-langkah itu," tutur Luhut dalam rapat virtual dengan Komisi V DPR, Selasa (21/4/2020).

Luhut menokak dikatakan jika pemerintah lambat dalam melarang masyarakat mudik.

Menurutnya, sebelum itu diputuskan, banyak pertimbangan mengenai risiko. Baik itu risiko ada ayau tidaknya larangan mudik.

Hingga akhirnya, pemerintah memilih melarang mudik untuk menghindari risiko pesebaran Covid-19 lebih jauh lagi dari wilayah episentrum ke daerah-daerah baru tujuan pemudik.

"Kemudian perantau, masyarakat jangan dilarang ya enggak bisa. Kalau enggak dilarang nanti dia mau bawa penyakit nanti keluarga kena dia kena atau orang lain kena. Jadi kita sudah cukuplah kita ambil risiko sekarang sudah mulai kita ketat," ujar Luhut.

"Kalau kalau ada yang bilang kita lambat enggak juga. Karena waktunya kita pas kan jadi tidak ada yang tidak kita hitung dalam konteks ini," tandasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi V DPR Irwan mengatakan kebijakan Presiden Jokowi terkait pelarangan mudik merupakan suatu keputusan yang lamban.

baca juga

Sebab banyak masyrakat yang justru sudah pulang ke kampung halaman saat pandemi Covid-19.

Sejumlah kasus terpapar hingga posisit Covid-19 yang ditularkan oleh pemudik di kampung halaman mereka juga sudah ditemukan. Karena itu, Irwan menilai kebijakan pelarangan mudik sangat lambat.

"Pertama saya apresiasi walaupun dengan catatan sangat lambat respon Presiden ini. Karena coronanya sudah keburu menyebar dari beberapa yang terbukti masuk golongan mudik, mudik duluan. Dan kemudian menjadi carrier di Pulau Jawa termasuk di luar Pulau Jawa karena yang positif di luar Pulau Jawa karena habis berkunjung dari Jakarta," ujar Irwan kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melarang mudik saat libur lebaran. Jokowi larang mudik karena wabah virus corona.

Jokowi menyebut sebelumnya pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik bagi ASN ,TNI, Polri dan pegawai BUMN.

"Pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan bahwa mudik semuanya akan kita larang," ujar Jokowi dalam rapat terbatas melalui video conference, Selasa (21/4/2020).

"Dari sini lah saya ingin mengambil keputusan setelah larangan mudik Pegawai BUMN, ASN , TNI Polri sudah kita lakukan," lanjut dia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Larangan Mudik, DPR Minta Akses Transportasi Umum Lintas Provinsi Ditutup

Larangan Mudik, DPR Minta Akses Transportasi Umum Lintas Provinsi Ditutup

News | Selasa, 21 April 2020 | 14:32 WIB

Jokowi Larang Mudik, Polisi Perketat Kendaraan Keluar Jakarta

Jokowi Larang Mudik, Polisi Perketat Kendaraan Keluar Jakarta

News | Selasa, 21 April 2020 | 13:39 WIB

Kemenhub Godok Aturan Angkutan Umum dan Pribadi Dilarang Dipakai Buat Mudik

Kemenhub Godok Aturan Angkutan Umum dan Pribadi Dilarang Dipakai Buat Mudik

News | Senin, 20 April 2020 | 15:43 WIB

Nekat Pulkam Saat Corona, Pria Ini Dilockdown Tak Boleh Masuk Rumah

Nekat Pulkam Saat Corona, Pria Ini Dilockdown Tak Boleh Masuk Rumah

Jogja | Minggu, 19 April 2020 | 21:36 WIB

Diusulkan Kepala Daerah, Menteri Luhut Tegaskan KRL Tak Disetop saat PSBB

Diusulkan Kepala Daerah, Menteri Luhut Tegaskan KRL Tak Disetop saat PSBB

News | Jum'at, 17 April 2020 | 19:58 WIB

Dilarang Mudik, PNS Juga Diminta Tak Ikut Sebar Hoaks Virus Corona

Dilarang Mudik, PNS Juga Diminta Tak Ikut Sebar Hoaks Virus Corona

News | Selasa, 07 April 2020 | 14:13 WIB

Ingat! PNS dan Keluarga Dilarang Mudik Selama Pandemi Corona

Ingat! PNS dan Keluarga Dilarang Mudik Selama Pandemi Corona

News | Selasa, 07 April 2020 | 13:01 WIB

Best 5 Otomotif Pagi: T-Rex Naik Tesla, Komunitas Bikin Disinfektan

Best 5 Otomotif Pagi: T-Rex Naik Tesla, Komunitas Bikin Disinfektan

Otomotif | Jum'at, 03 April 2020 | 08:40 WIB

Luhut soal 49 WN China di Kendari: Kami Tak Impor Penyakit dari Tempat Lain

Luhut soal 49 WN China di Kendari: Kami Tak Impor Penyakit dari Tempat Lain

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 11:20 WIB

Terkini

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:41 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan

4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:37 WIB

BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation

BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:36 WIB

Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka

Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka

Bali | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:33 WIB

BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan

BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan

Lampung | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:32 WIB

Indosat Perkuat Jatim, 14 Juta Pelanggan dan Trafik Data Naik 9,6 Persen

Indosat Perkuat Jatim, 14 Juta Pelanggan dan Trafik Data Naik 9,6 Persen

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:30 WIB

BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat

BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat

Kaltim | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:27 WIB

5 Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Utamakan Kandungan Anti Aging

5 Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Utamakan Kandungan Anti Aging

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:25 WIB

Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite

Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite

Kalbar | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:24 WIB

Diperiksa 6 Jam Terkait Korupsi Seragam Rp16 M, Bupati Gowa: Silakan Tanya ke Penyidik

Diperiksa 6 Jam Terkait Korupsi Seragam Rp16 M, Bupati Gowa: Silakan Tanya ke Penyidik

Sulsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:23 WIB

×