Ahli: Spesies Penyebar Virus Corona Mungkin Tak Bakal Pernah Ditemukan

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Selasa, 05 Mei 2020 | 13:45 WIB
Ahli: Spesies Penyebar Virus Corona Mungkin Tak Bakal Pernah Ditemukan
Spesies Baru Kelelawar. [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]

Suara.com - Para ilmuan pesimistis dapat menemukan hewan yang jadi perantara penyebaran virus corona covid-19 ke manusia. Pencarian spesies itu dinilai bisa menjadi langkah yang sulit.

Dilansir BBC, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk sementara menyebut virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu merupakan produk alami dan bukan rekayasa genetik yang dilakukan manusia.

Spesies kelelawar yang ditemukan di Wuhan, China, memiliki bukti kuat sebagai sumber awal pemilik patogen misterius yang menyerang sistem pernapasan itu.

Namun, ilmuan belum menemukan bukti bagaimana virus yang dimiliki kelelawar itu bisa 'menyeberang' ke manusia. Spesies hewan apa yang menjadi perantaranya?

Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Dr Maria Van Kerkhove mengungungkapkan, tengah mempersiapkan diri apabila penelitian tak mampu menemukan spesies perantara tersebut.

"Kami sedang mempersiapkan untuk sesuatu seperti ini di mana tak penting (mencari) 'jika'--penyebab, tapi yang terpenting adalah 'kapan'," kata Maria seperti diberitakan BBC, Selasa (5/5/2020).

Ilustrasi kelelawar (Shutterstock)
Ilustrasi kelelawar (Shutterstock)

Selepas wabah virus Corona 'meledak' di kota Wuhan, China, banyak asumsi yang menyebut pasar hewan liar menjadi sumber kemunculan virus corona covid-19.

Namun, dilaporkan BBC, sumber virus, yakni seekor hewan dengan patogen Corona dalam tubuhnya, tak ditemukan di pasar hewan tersebut.

Menurut Profesor James Wood dari University of Cambridge, asumsi yang menyebut pasar hewan sebagai sumber dari dimulainya wabah Covid-19 tak sepenuhnya salah.

baca juga

Namun, lanjutnya, infeksi pertama dari hewan ke manusia bisa saja berasal dari tempat lain.

"Kelompok awal infeksi dikaitkan dengan pasar--itu adalah bukti tidak langsung," jelas Prof James Wood.

"(Tapi) infeksinya bisa berasal dari tempat lain dan hanya, kebetulan, berkerumun di sekitar orang di sana. Tetapi mengingat itu adalah virus hewan, asosiasi pasar sangat sugestif."

Asumsi mengenai adanya spesies perantara di antara kelelawar dan manusia, disebut Wood amat mungkin terjadi mengingat kasus pandemi SARS pada 2003 lalu.

Saat itu, kata Wood, peneliti menemukan bahwa virus SARS ditransmisikan ke populasi manusia lewat musang palm, kendati sumber patogennya ditemukan dari kelelawar.

"Virus Sars asli ditransmisikan ke populasi manusia melalui epidemi di musang sawit, yang diperdagangkan di sekitar China selatan untuk dimakan," kata Wood.

"Hal itu sangat penting untuk diketahui karena ada epidemi di musang sawit, yang harus dikontrol untuk menghentikan penyebaran yang sedang terjadi pada manusia," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun

Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun

Health | Senin, 27 April 2020 | 21:15 WIB

Selain Corona Covid-19, Studi Temukan Kelelawar AS Bisa Sebabkan Virus Lain

Selain Corona Covid-19, Studi Temukan Kelelawar AS Bisa Sebabkan Virus Lain

Health | Sabtu, 18 April 2020 | 09:00 WIB

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 16:20 WIB

Terkini

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang

Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin

Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:36 WIB

×