alexametrics

Akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Beijing buat Game Balap Perahu Naga

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Beijing buat Game Balap Perahu Naga
Salah satu perlombaan perahu naga di Pantai Losari Makassar, Sulsel, November 2014 lalu. Foto sebagai ilustrasi.[Antara/Sahrul Manda Tikupadang]

Sebagai sarana untuk warganya agar dapat merasakan euforia Festival Perahu Naga.

Suara.com - Pemerintah China membuat sebuah terbosan untuk warganya agar tetap bisa merasakan euforia Festival Perahu Naga yang jatuh pada hari Kamis yakni dengan membuat game online.

Festival Perahu Naga tersebut merupakan hari liburan nasional untuk warga China yang digunakan untuk kumpul dengan keluarga, menonton lomba perahu naga dan memperingati kematian Qu Yuan, seorang penyair patriotik kuno.

Festival yang diadakan pada hari kelima bulan kelima dalam kalender China, jatuh pada hari Kamis (26/5). Namun, tahun ini berbeda sebab adanya pandemi virus corona.

Menyadur South China Morning Post, untuk membantu warga China tetap merasakan euforia festival dengan aman, pemerintah setempat di distrik Haidian, Beijing dan Danjiangkou di provinsi pusat Hubei membuat permainan balap perahu naga online.

Baca Juga: Pelaku Jaringan Pengedar Narkoba Asal China Terancam Hukuman Mati

Menurut laporan Beijing Daily, game online tersebut diluncurkan Sabtu lalu dan telah menarik lebih dari 80.000 peserta dan satu juta penonton.

Pemerintah daerah Hubei juga menyelenggarakan kompetisi zongzi pada Kamis (25/6) pagi, yang akan disiarkan langsung.

Wang Jiequn, wakil kepala departemen publisitas Beijing, mengatakan bahwa semua acara untuk merayakan festival akan diadakan secara online, sehubungan dengan wabah tersebut.

"Tema tahun ini adalah kesehatan," kata Wang Jiequn dikutip dari South China Morning Post.

Zhou Weimin inspektur Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kota Beijing, mengatakan bahwa agen-agen perjalanan di Beijing hanya dapat mengadakan tur dalam kota saja.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan China 159 Kg, Lima Pelaku Ditangkap

Tempat-tempat tertutup seperti perpustakaan, museum, dan galeri diharuskan membatasi jumlah pengunjung hingga maksimum 30 persen dari kapasitasnya.

Komentar