Bantah Pentingkan Eksportir Swasta, Menteri KKP: Perusahaan Harus Hidup

Dany Garjito, Farah Nabilla

Rabu, 15 Juli 2020 | 15:49 WIB
Bantah Pentingkan Eksportir Swasta, Menteri KKP: Perusahaan Harus Hidup
Menteri KKP Edhy Prabowo di Podcast Deddy Corbuzier. (YouTube/Deddy Corbuzier)

Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo secara terang-terangan menjelaskan alasan kementeriannya melibatkan sejumlah perusahaan swasta dalam proyek ekspor laut. Ia membantah jika pemerintah menguntungkan perusahaan besar dalam proyek tersebut.

Hal ini disampakan Edhy dalam tayangan YouTube Deddy Corbuzier yang dilansir Suara.com, Rabu (15/7/2020).

"Kalau ada dibilang saya mementingkan perusahaan saya pikir enggak juga. Kalaupun iya, perusahaan memang harus hidup, dan perusahaan setiap untung harus bayar pajak ke negara 25 persen, dan pajak dividen 15 persen," ungkap Edhy.

Lebih lanjut, Edhy juga membantah jika dirinya melalui Kementerian KKP memuluskan jalan sejumlah perusahaan swasta untuk terlibat dalam proyek ekspor hasil perikanan tersebut.

Ia pun menantang sejumah pihak yang menuduhnya menerima dana dari perusahaan swasta dengan melampirkan bukti.

"Yang penting saya enggak memberi karpet merah karena dia membayar sesuatu ke saya, dan kalau ada yang merasa itu tunjukkan saja mudah kan," kata Edhy.

Lebih lanjut, Edhy mengaku bahwa posisinya sebagai Menteri KKP yang sedang ia jabat adalah sebuah kesempatan untuk mewujudkan rasa syukur karena sudah diberi kepercayaan.

"Gue dipecat tentara tiba-tiba jadi menteri, makanya gue bilang gue enggak berani jadi menteri. Saya jadi anggota DPR aja saya udah alhamdulillah. ini wujud rasa syukur rasa hormat, maka saya terus all out kerja," ujar politisi Partai Gerindra itu.

"Dan tim di tempat saya itu adalah tim yang Dirjen-Dirjennya Ibu Susi juga, menteri sebelumnya. Saya enggak ganti semua, yang saya isi yang kosong aja," sambung Edhy.

baca juga

Lebih lanjut, Edhy menjelaskan salah satu alasannya memaksimalkan kebijakan ekspor hasil perikanan. Ia mengaitkan potensi keuntungan ekonomi yang bisa menjadi jalan keluar krisis Covid-19.

"Kita sudah menghadapi covid yang begitu dahsyat di dunia. Sektor perikanan sekarang ini menjadi tumpuan dan harapan, dari budidaya sektor ini masih 10 persen belum optimal. Saya kalau dikasih uang 200 triliun saya bisa bangun 100 ribu hektar tambak. Ini kalau satu hektar tambak menyerap 5 keluarga, itu 500 ribu KK kali lima, dua setengah juta penyerapan. Orang bisa makan dari situ," ungkap Edhy Prabowo.

Selain bisa menguntungkan para nelayan, Edhy juga menjelaskan bahwa program pengoptimalan budidaya hasil laut itu bisa menguntungkan negara hingga Rp 80 triliun.

"Dari segi produktifitas, satu hektar tambak menghasilkan 40 ton per tahun x  100 ribu, 4 juta ton pertahun, dikali lima dolar per kilo sama dengan 20 milyar dolar setahun. 200 triliun rupiah menjadi 20 miliar dolar setahun berarti kita udah untung 80 triliun," Edhy menjelaskan.

Hanya saja, proyek Edhy tersebut diakuinya masih terganjal kucuran dana dari pemerintah. Oleh karena itu, ia melibatkan perusahaan swasta dalam menjalankan kebijakan tersebut.

"Sudah kita sampaikan tapi enggak bisa juga semua uang negara. Kita gunakan APBN, sisanya swasta. Maka saya hidupkan peran positif negara, swasta kita libatkan, baru kemudian ke perorangan koperasi dan daerah," kata Edhy memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Volume Ekspor di Juni 2020 Naik, Kepala BPS Gembira

Volume Ekspor di Juni 2020 Naik, Kepala BPS Gembira

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2020 | 13:53 WIB

Dicap Sebagai Menteri Titipan, Edhy Prabowo: Yang Penting Nelayan Bahagia

Dicap Sebagai Menteri Titipan, Edhy Prabowo: Yang Penting Nelayan Bahagia

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 13:21 WIB

Heboh Ekspor Benur, Bareskrim Tangkap Penyelundup Ribuan Benih Lobster

Heboh Ekspor Benur, Bareskrim Tangkap Penyelundup Ribuan Benih Lobster

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 08:20 WIB

Susi Pudjiastuti Buka Suara Soal Bakso Lobster Banyak Dijual di Medsos

Susi Pudjiastuti Buka Suara Soal Bakso Lobster Banyak Dijual di Medsos

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 20:53 WIB

Keponakan Prabowo Enggan Dianggap KKN Soal Ekspor Benih Lobster

Keponakan Prabowo Enggan Dianggap KKN Soal Ekspor Benih Lobster

News | Senin, 13 Juli 2020 | 23:47 WIB

Blak-blakan Keponakan Prabowo Jawab Tudingan Kongkalikong Ekspor Lobster

Blak-blakan Keponakan Prabowo Jawab Tudingan Kongkalikong Ekspor Lobster

News | Senin, 13 Juli 2020 | 22:51 WIB

Terkini

Dua Kali Dihalangi Masuk, Ombudsman Temukan Kamar Berfasilitas Bak Apartemen di Lapas Cibinong

Dua Kali Dihalangi Masuk, Ombudsman Temukan Kamar Berfasilitas Bak Apartemen di Lapas Cibinong

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:07 WIB

Dari Lensa ke Cerita, BRI inFrame 2026 Potret Bakal Hadirkan Gerak Ekonomi Kerakyatan

Dari Lensa ke Cerita, BRI inFrame 2026 Potret Bakal Hadirkan Gerak Ekonomi Kerakyatan

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 15:07 WIB

Kemunculan Cucu Krakatau Seluas 30,3 Hektare Bikin Heboh Media Asing: Gunung Api Baru?

Kemunculan Cucu Krakatau Seluas 30,3 Hektare Bikin Heboh Media Asing: Gunung Api Baru?

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:06 WIB

BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia

BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 15:05 WIB

Merekam Cerita dari Negeri: BRI inFrame 2026 Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

Merekam Cerita dari Negeri: BRI inFrame 2026 Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 15:02 WIB

Bukan Cuma Jago di Lapangan, Kevin Diks Ungkap Kelebihan Mitchell Baker dan Luke Vickery

Bukan Cuma Jago di Lapangan, Kevin Diks Ungkap Kelebihan Mitchell Baker dan Luke Vickery

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:01 WIB

BRI inFrame 2026 Kembali Digelar, Menangkap Cerita Ekonomi Kerakyatan Indonesia

BRI inFrame 2026 Kembali Digelar, Menangkap Cerita Ekonomi Kerakyatan Indonesia

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 15:00 WIB

Ciri-ciri Bruntusan Akibat Sunscreen, Lengkap dengan Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Ciri-ciri Bruntusan Akibat Sunscreen, Lengkap dengan Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 15:00 WIB

Relationship di Era Gen Z: Ketika Love Language Bukan Satu-satunya Ukuran

Relationship di Era Gen Z: Ketika Love Language Bukan Satu-satunya Ukuran

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 15:00 WIB

Lewat BRI inFrame 2026, Kisah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Diabadikan dalam Bingkai Fotografi

Lewat BRI inFrame 2026, Kisah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Diabadikan dalam Bingkai Fotografi

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 14:58 WIB

×