Bentuk Perusahaan Baru, Anies Sebut Pembayaran Ojol Juga Akan Terintegrasi

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Bentuk Perusahaan Baru, Anies Sebut Pembayaran Ojol Juga Akan Terintegrasi
Ojek online membawa penumpang melintas di kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa (7/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Anies mengatakan ojol yang termasuk dalam perusahaan swasta sudah menjadi target untuk dilibatkan.

Suara.com - Gubernur Jakarta Anies Baswedan bersama Pemerintah Pusat telah membentuk perusahaan baru bernama PT JakLingko Indonesia untuk mengintegrasikan pembayaran tiket di berbagai moda transportasi umum. Ke depannya, ia ingin ojek online (ojol) ikut ambil bagian dalam program ini.

Anies mengatakan dengan dibentuknya perusahaan baru itu, maka pengintegrasian tiket dan pembayaran akan lebih mudah. Namun ia ingin memulai dari moda yang dikelola negara terlebih dahulu.

"Kami berkeinginan untuk mengintegrasikan ke semua moda transportasi. Sekarang kita di tingkat negara daerah sudah tersambungkan," ujar Anies dalam siaran langsung di youtube Kementerian Perhubungan, Rabu (15/7/2020).

Anies mengatakan ojol yang termasuk dalam perusahaan swasta sudah menjadi target untuk dilibatkan. Bahkan tak hanya ojol, angkutan lainnya seperti taksi hingga moda transportasi yang lebih kecil juga ingin dimasukan.

"Jadi nantinya akan bisa ke semua termasuk ojek online termasuk taksi dan model-model transportasi umum lainnya yang di bawah pengelolaan atau di bawah kendali sektor di kementerian perhubungan," jelasnya.

Menurutnya hal ini bisa dilakukan dengan mudah mengingat sudah ada perusahaan khusus yang mengurus hal ini.

"Potensi untuk mengintegrasikan dengan moda transportasi apapun jadi terbuka dan bisa dilakukan karena ada clearing housenya ini," pungkasnya.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta bersama Pemerintah Pusat akan mengintegrasikan sistem pembayaran tiket berbagai moda transportasi di Jabodetabek. Upaya pertama yang dilakukan untuk melakukannya adalah dengan membentuk perusahaan baru.

Moda transportasi yang akan diintegrasikan adalah TransJakarta, Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), Commuter Line, dan moda transportasi lainnya yang tergabung dalam sistem JakLingko.

Pembentukan perusahaan patungan (joint venture) ini ditandai oleh penandatanganan empat perusahaan pemegang saham. Di antaranya PT MRT Jakarta, PT Jakarta Propertindo, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, dan PT Transportasi Jakarta.

"Kita nanti akan menyaksikan melahirkan sebuah institusi PT JakLingko Indonesia yang akan mengintegrasikan tarif dan tiket," ujar Anies melalui siaran langsung di youtube Kementerian Perhubungan, Rabu (15/7/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS