Jokowi: Semua Harus Tahu, China-Amerika Semakin Memanas

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 28 Juli 2020 | 14:55 WIB
Jokowi: Semua Harus Tahu, China-Amerika Semakin Memanas
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Kepala Staff Presiden Moeldoko (kanan) berpidato di sela pemberian bantuan modal kerja kepada pedagang kecil yang terdampak COVID-19 di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/7/2020). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan secara virtual kepada peserta program kegiatan bersama Kejuangan tahun anggaran 2020, Selasa (28/7/2020).

Lewat pidatonya, Jokowi mengingatkan semua pihak untuk mengambil momentum dan manfaat dari pandemi Covid-19.

Ia juga mengajak peserta program kegiatan bersama Kejuangan tahun anggaran 2020 yang berasal dari TNI dan Polri untuk menyelesaikan masalah Covid-19 dan ekonomi di Indonesia.

"Kita harus mengambil momentum, mengambil manfaat dari pandemi yang terjadi sekarang ini. Tentu kita akan terus berjuang menyelesaikan masalah covid dan masalah ekonomi yang terjadi di negara kita, tapi momentum ini harus kita ambil, harus kita ambil," ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan Tahun Anggaran 2020 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Mantan Gubernur DKI itu mengaku sering menyampaikan bahwa dibutuhkan cara-cara baru dan budaya baru dalam bekerja lebih cepat dan berani melakukan terobosan-terobosan dalam menangani permasalahan Covid-19. Pasalnya kata Jokowi, saat ini bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tapi negara cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat.

"Sudah sering saya katakan kita perlu cara-cara kerja baru. Kita perlu budaya baru dalam bekerja lebih cepat, harus berani melakukan short cut, terobosan, pemotongan-pemotongan, sehingga cara-cara kerja kita tidak bertele-tele dan lambat karena berkali-kali saya sampaikan bukan negara besar mengalahkan negara kecil tapi yang sekarang dan yang akan datang negara cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat, artinya yang cepat yang akan menang," ucap dia.

Kepala Negara menyebut bahwa semua negara mengalami masa sulit. Jokowi pun mengakui tidak mudah mengatasi krisis kesehatan bersamaan dengan krisis ekonomi. Bahkan, menurutnya krisis akibat Covid-19 tidak hanya dialami Indonesia tapi di 215 negara lainnya.

"Saat ini kita sedang menghadapi masa yang sulit, sangat tidak mudah krisis kesehatan sekaligus krisis ekonomi dan melanda tidak hanya negara kita Indonesia, tapi hampir semua negara, 215 negara mengalami hal yang sama seperti kita, yang kecil sulit, yang tengah sulit yang gede juga sulit, sesuatu yang tidak mudah," tutur Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi menceritakan perbincangannya dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva pada empat bulan yang lalu.

baca juga

Kristalina kata Jokowi menuturkan kemungkinan tahun ini pertumbuhan ekonomi global akan minus 2,5 persen dari yang sebelumnya 3 sampai 3,5 persen plus.

Kemudian kata Jokowi Bank Dunia juga mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan tumbuh minus 5 persen.

"Tapi 3 minggu lalu OECD menyampaikan bahwa ekonomi global akan terkontraksi dan berada pada minus 6 sampai minus 7,6 persen tahun 2020. Saya tidak tahu apakah akan bergerak lebih buruk lagi karena memang situasinya sangat dinamis sekali," ucap dia.

Tak hanya itu kata Jokowi, prediksi pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara di dunia juga mengalami perubahan yang dinamis.

Dari prediksi IMF, Indonesia masih berada di tiga besar negara yang paling baik pertumbuhan ekonominya di tengah pandemi Covid-19.

Tiga besar negara yang paling baik pertumbuhan ekonominya yakni China masih tumbuh sekitar 1,9 persen, India akan tumbuh 1,2 persen dan Indonesia akan tumbuh 0,5 persen.

"Tapi dengan perubahan-perubahan yang semakin buruk tadi kita juga belum mendapatkan angka-angka yang paling akhir berapa posisi negara kita pertumbuhan ekonominya 2020, tapi ini yang perlu kita sampaikan prediksi kontraksi ekonomi di luar Indonesia," ucap dia.

Selain itu, Jokowi mengatakan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara mengalami kontraksi tajam seperti Perancis, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia.

"Perancis misalkan minus 17,2 persen, Ingggris diperkirakan minus 15,4, Jerman minus 11,2 persen, Amerika Serikat diperkirakan minus 9,7 persen dan negara-negara lain posisinya sama minus-minus. Apa yang ingin saya sampaikan dengan kondisi yang ada? Hati-hati ini sudah mengimbas ke geopolitik global, ini semuanya harus tahu laut China selatan memanas, China-Amerika semakin memanas."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Dugaan Pertemuan Prabowo-Jokowi Ikut Memengaruhi Putusan MK Soal Ijazah Gibran

Ada Dugaan Pertemuan Prabowo-Jokowi Ikut Memengaruhi Putusan MK Soal Ijazah Gibran

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Gestur Presiden Prabowo ke SBY Bikin Jokowi Kikuk Mati Gaya, Mimik Ayah Gibran Viral

Gestur Presiden Prabowo ke SBY Bikin Jokowi Kikuk Mati Gaya, Mimik Ayah Gibran Viral

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Kubu Roy Suryo Kecewa Tanggapan Jaksa: Bukannya Makin Terang, Malah Makin Kabur

Kubu Roy Suryo Kecewa Tanggapan Jaksa: Bukannya Makin Terang, Malah Makin Kabur

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Gaya Roy Suryo di Persidangan: Pakai Kaus 'Sido Mundur' untuk Sindir Gibran Soal Ijazah

Gaya Roy Suryo di Persidangan: Pakai Kaus 'Sido Mundur' untuk Sindir Gibran Soal Ijazah

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:22 WIB

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo, Lanjutkan Persidangan Kasus Ijazah Jokowi!

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Roy Suryo, Lanjutkan Persidangan Kasus Ijazah Jokowi!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Beda Sikap Prabowo Usai Foto di HUT TNI: Salami SBY dan Komandan Upacara, tapi Tidak dengan Jokowi

Beda Sikap Prabowo Usai Foto di HUT TNI: Salami SBY dan Komandan Upacara, tapi Tidak dengan Jokowi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Aksi Pamer KTA PSI Berujung Sentilan "Ijazah", Babak Baru Saling Sindir PDIP vs PSI?

Aksi Pamer KTA PSI Berujung Sentilan "Ijazah", Babak Baru Saling Sindir PDIP vs PSI?

Video | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Sidang Roy Suryo di PN Jaktim Digelar 'Gelap-gelapan': Listrik Padam saat Jaksa Bacakan Replik!

Sidang Roy Suryo di PN Jaktim Digelar 'Gelap-gelapan': Listrik Padam saat Jaksa Bacakan Replik!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Momen SBY-Jokowi Duduk Sebelahan Saksikan Prabowo Tiba Pakai Helikopter Jelang Upacara HUT TNI

Momen SBY-Jokowi Duduk Sebelahan Saksikan Prabowo Tiba Pakai Helikopter Jelang Upacara HUT TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Malaysia: Kemenlu Indonesia Masih Belum Balas Surat Resmi Kami Bantu Atasi Karhutla

Malaysia: Kemenlu Indonesia Masih Belum Balas Surat Resmi Kami Bantu Atasi Karhutla

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Art Jakarta 2026: Perluas Cakupan, Beri Kesan Tersendiri di Kancah Seni Rupa Indonesia

Art Jakarta 2026: Perluas Cakupan, Beri Kesan Tersendiri di Kancah Seni Rupa Indonesia

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:51 WIB

SEC dan CFTC Resmi Rilis Aturan Baru Kripto, Pertanda Institutional Masuk Besar-besaran?

SEC dan CFTC Resmi Rilis Aturan Baru Kripto, Pertanda Institutional Masuk Besar-besaran?

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran Rumah di Matraman yang Tewaskan 2 Orang

Terungkap! Ini Penyebab Kebakaran Rumah di Matraman yang Tewaskan 2 Orang

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Kia Carens Siap Masuki Era Mobil Listrik di Indonesia

Kia Carens Siap Masuki Era Mobil Listrik di Indonesia

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Review Streaming: Ketika Mengejar Jumlah Views Membawa Kita Terlalu Jauh

Review Streaming: Ketika Mengejar Jumlah Views Membawa Kita Terlalu Jauh

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Jakarta Belajar dari Seoul soal Kota Global, dari Ruang Publik hingga Kebudayaan

Jakarta Belajar dari Seoul soal Kota Global, dari Ruang Publik hingga Kebudayaan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:46 WIB

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:44 WIB

7 Zodiak yang Dikenal Paling Suka Berbohong dan Pintar Menutupi Fakta

7 Zodiak yang Dikenal Paling Suka Berbohong dan Pintar Menutupi Fakta

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:43 WIB

Benarkah Tanda Cupang di Leher Berbahaya Hingga Mematikan?

Benarkah Tanda Cupang di Leher Berbahaya Hingga Mematikan?

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:42 WIB

×