Satgas PEN Sebut Perlu Adanya Penerapan Protokol Kesehatan yang Disiplin

Chandra Iswinarno, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 29 Juli 2020 | 18:44 WIB
Satgas PEN Sebut Perlu Adanya Penerapan Protokol Kesehatan yang Disiplin
Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin di Jakarta Convention Center. [Suara.com/M Fadil]

Suara.com - Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, krisis ekonomi pada saat ini berbeda dengan krisis ekonomi pada massa sebelumnya. Dia mencontohkan, krisis ekonomi yang pernah melanda tanah air pada tahun 1998, 2008 dan 2013 disebabkan oleh krisis keuangan.

Kenyataan pada saat ini, lanjut Budi, krisis ekonomi merupakan dampak dari Pandemi Covid-19. Akibatnya, seluruh program ekonomi nasional harus mendukung program-program kesehatan.

"Sedangkan, kali ini krisis ekonominya disebabkan oleh krisis kesehatan sehingga akibatnya semua program-program ekonomi kami harus mendukung dan mensuport kegiatan atau program program kesehatan," ungkap Budi dalam keterangan yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (29/7/2020) sore.

Budi menyatakan, program kesehatan kekinian sangat diperlukan agar masyarakat kembali mempunyai rasa aman. Contohnya, saat menjalani kehidupan sehari-hari seperti beraktivitas.

"Masalah yang sekarang terjadi adalah karena ada krisis di bidang kesehatan, masyarakat tidak berani keluar kontak fisik tidak terjadi sehingga kegiatan ekonomi juga berkurang drastis," jelasnya.

Dengan demikian, Budi berpendapat jika kontak fisik belum mampu digantikan dengan kontak digital atau virtual. Untuk itu, pemerintah mengklaim bakal menghidupkan ekonomi konvesional yang lesu akibat pagebluk Virus Corona.

"Akibatnya semakin lama, rasa aman ini terbangun kembali akan semakin banyak ruang fiskal yang harus kita pakai untuk menjembatani karena aktivitas ekonomi belum kembali," ujarnya.

Untuk itu, perlu ada jaminan keamanan bagi masyarakat agar bisa memulai aktivitas ekonomi yang melibatkan kontak fisik. Salah satunya dengan protokol kesehatan yang lebih disiplin agar masyarakat kembali berani keluar dan melakukan kontak fisik dalam lingkup kegiatan ekonomi.

"Dengan protokol kesehatannya lebih disiplin, rasa aman ini akan kembali, orang akan berani keluar melakukan kontak fisik dan kegiatan ekonomi berputar," katanya.

baca juga

"Sehingga ruang fiskal pemerintah akan kembali ke level Normal. Itu sebabnya memang kami harus benar-benar bekerja bersama-sama dengan sektor kesehatan dengan Pak Doni."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Moeldoko: Satgas Covid-19 PEN Fokus ke 2 Permasalahan

Moeldoko: Satgas Covid-19 PEN Fokus ke 2 Permasalahan

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 20:40 WIB

Penjelasan Istana Soal Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

Penjelasan Istana Soal Pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

News | Rabu, 22 Juli 2020 | 10:59 WIB

Menko Airlangga Beberkan Program Prioritas Gugus Tugas PEN

Menko Airlangga Beberkan Program Prioritas Gugus Tugas PEN

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2020 | 17:56 WIB

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×