Warga Portugal Boleh Kunjungi Klub Malam, Tapi Tak Boleh Joget

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Warga Portugal Boleh Kunjungi Klub Malam, Tapi Tak Boleh Joget
Ilustrasi Klub Malam. (Pixabay/mayenco)

Klub malam di Lisbon harus tutup jam 8 malam

Suara.com - Portugal memperbolehkan klub malam dan bar buka kembali mulai 1 Agustus mendatang, namun tanpa bagian lantai dansa.

Menyadur Channel News Asia, dibukanya kembali klub malam dan bar tapi tanpa lantai dansa ini berarti warga harus menunggu sedikit lebih lama untuk bisa berjoget di tempat tersebut.

Pembukaan kembali hiburan malam ini juga dibarengi dengan aturan yang diterapkan di kedai kopi dan toko roti, yakni harus tutup pada jam 8 malam di Lisbon dan jam 1 pagi di kota-kota lain.

Menteri Urusan Kabinet Portugal Mariana Vieira da Silva mengatakan tidak ada pilihan untuk kembali ke kondisi sebelum pandemi bagi bisnis klub malam lantaran ancaman tingginya risiko penularan.

"Ada kemungkinan untuk membuka bar seperti toko roti atau kafe," ujar da Silva, Kamis (30/7). 

Ilustrasi Lantai Dansa. (Pixabay/Kreulebeule)
Ilustrasi Lantai Dansa. (Pixabay/Kreulebeule)

Sebagai gantinya, pemilik klub atau bar dianjurkan menyulap lantai dansa sebagai ruang tambahan untuk meja dan kursi pengunjung dengan catatan menerapkan jaga jarak sosial.

Kendati diperbolehkan kembali buka, namun sejumlah pelaku bisnis bar di Portugal mengaku kurang puas dengan keputusan ini.

Dengan kondisi pandemi, sejumlah aturan seperti jam tutup dirasa kurang masuk akal dan mengancam masa depan sektor ini.

"Ini tidak mungkin benar," ujar Hugo Cardoso, presiden asosiasi klub malam dan bar di seluruh negeri.

"Klub malam yang tutup jam 8 malam? Klub malam sebelum orang datang?" ujar Cardoso mempertanyakan aturan pemerintah soal pembukaan kembali.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS