Ledakan di Beirut, Publik Kirim Doa dan Ucapan Duka Lewat #PrayForLebanon

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Rabu, 05 Agustus 2020 | 09:11 WIB
Ledakan di Beirut, Publik Kirim Doa dan Ucapan Duka Lewat #PrayForLebanon
Sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan kota di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8). [Foto/AFP]

Suara.com - Ledakan besar yang terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat, termasuk publik sosial media. Tagar #PrayForLebanon pun menggema dan menjadi trending topic di linimasa Twitter.

Ledakan yang diduga berasal dari sebuah gudang penyimpan 2750 ton amonium nitrat itu menyebabkan setidaknya 70 orang meninggal dan 4000 orang terluka.

Warganet mencurahkan duka cita mereka lewat Twitter sekaligus memberikan semanat bagi korban dan masyarakat Beirut. 

Hingga Rabu (5/8/2020), tagar #PrayForLebanon masih menduduki topik teratas Twitter diikuti dengan topik Beirut yang menunjukkan bahwa perhatian publik telah tertuju pada peristiwa di Ibu Kota Lebanon itu.

Trending topik #PrayForLebanon. (Twitter)
Trending topik #PrayForLebanon. (Twitter)

"This video of a father in #Beirut trying to comfort and protect his son from the blast moved me to tears, So surreal and this is extremely sad. Wonderful Dad.
(Ini adalah video seorang ayah yang mencoba menenangkan dan melindungi anaknya dari ledakan, membuatku ingin menangis. Sangat nyata dan benar-benar sedih melihatnya. Ayah yang hebat)" tulis @HayowAli seraya mengunggah rekaman CCTV dalam sebuah rumah.

"Everyone please stay stay stay safe.. its really heartbreaking to wake up to a nightmare like this
(Semuanya semoga tetap selalu aman. Sangat menyedihkan bangun di tengah mimpi buruk ini)" kata @notmeforgottenn.

"Can't believe this is happening... Lebanon is facing COVID-19, an economic crisis and famine and now this... Disappointed but relieved face I hope that my family and everyone is safe! #PrayForLebanon #PrayersForBeirut Sending love and prayers.
(Enggak menyangka ini terjadi. Lebanon sedang menghadapi Covid-19, krisi ekonomi, dan kelaparan dan sekarang ini.. Kecewa sekaligus lega rasanya. Semoga keluargaku dan semuanya baik-baik saja #PrayForLebanon #PrayersForBeirut. Ku kirimkan doa dan cinta untuk kalian)" imbuh @assaf_joelle.

Ledakan besar yang mengguncang Kota Beirut Lebanon menimbulkan setidaknya puluhan orang tewas. Sementara ribuan orang lainnya terluka, berdasarkan keterangan otoritas setempat.

Dilaporkan kantor berita AFP, Rabu (5/8/2020), dua ledakan besar mengguncang Beirut menewaskan setidaknya 27 orang dan 2.500 lainnya luka-luka, yang merupakan data 'perkiraan awal' yang diumumkan Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan.

baca juga

"Ini adalah bencana dalam setiap arti kata" ujar Hamad dalam sebuah wawancara dengan sejumlah televisi saat mengunjungi sebuah rumah sakit di Beirut Lebanon.

Sementara itu, dugaan awal ledakan besar di Beirut itu disebabkan oleh bahan peledak yang disita bertahun-tahun lalu dan disimpan di pelabuhan kota, kata Kepala Keamanan Umum Abbas Ibrahim.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan bahwa setidaknya 70 orang telah tewas dan 3.700 lainnya menderita luka-luka, dalam ledakan dan kebakaran yang mengguncang Beirut pada Selasa (4/8/2020) waktu setempat.

Jumlah ini pun diperkirakan akan naik terus sepanjang hari, dan dengan korban luka-luka masih hilir-mudik ke rumah sakit. Pencarian orang hilang pun masih terus dilakukan.

Kantor berita setempat melaporkan, Sekretaris jenderal partai politik Kataeb, Nizar Najarian, tewas dalam ledakan itu, dan di antara yang terluka adalah Kamal Hayek, pemimpin perusahaan listrik milik negara, yang berada dalam kondisi kritis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ledakan di Beirut Lebanon, Mengulik Sejarah Pelabuhannya Berusia 3000 Tahun

Ledakan di Beirut Lebanon, Mengulik Sejarah Pelabuhannya Berusia 3000 Tahun

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:20 WIB

Ledakan Beirut, Kemenkes Lebanon: 78 Tewas dan 4.000 Orang Terluka

Ledakan Beirut, Kemenkes Lebanon: 78 Tewas dan 4.000 Orang Terluka

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:23 WIB

Presiden Lebanon: Timbunan 2.750 Ton Amonium Nitrat Sumber Ledakan Beirut

Presiden Lebanon: Timbunan 2.750 Ton Amonium Nitrat Sumber Ledakan Beirut

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:09 WIB

Kekuatan Amonium Nitrat Disebut Jadi Pemicu Ledakan Beirut

Kekuatan Amonium Nitrat Disebut Jadi Pemicu Ledakan Beirut

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2020 | 07:34 WIB

Ledakan di Beirut Disebut Mirip Bom Nuklir, Ahli Tunjukkan Fakta Lain

Ledakan di Beirut Disebut Mirip Bom Nuklir, Ahli Tunjukkan Fakta Lain

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 07:59 WIB

Ledakan Besar di Beirut Lebanon: Ratusan Orang Terperangkap, Ribuan Terluka

Ledakan Besar di Beirut Lebanon: Ratusan Orang Terperangkap, Ribuan Terluka

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 05:03 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×