Ingatkan Pakai Masker, Pria di Prancis Ini malah Dikeroyok hingga Pingsan

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 20:18 WIB
Ingatkan Pakai Masker, Pria di Prancis Ini malah Dikeroyok hingga Pingsan
Ilustrasi masker. (Pexels/Billy Markus)

Suara.com - Seorang pria di Prancis diserang menggunakan tongkat baseball hingga pingsan saat mengingatkan seseorang untuk memakai maskernya.

Menyadur Daily Mail, Sabtu (8/8/2020), insiden tersebut menimpa Augustin M, diserang di sebuah tempat laundry di Soisy-sous-Montmorency, sebuah kota komuter di utara Paris.

Ayah berusia 44 tahun tersebut mengatakan ia mendekati salah satu penyerangnya pada Minggu sore karena khawatir dengan penyebaran Covid-19.

"Saya memintanya untuk memakai maskernya, tetapi dia menolak, situasinya menjadi tegang." kata Augustin.

Kemudian terjadi pertengkaran verbal, dan beberapa menit kemudian salah satu pria yang terlibat kembali dengan tiga temannya, dua di antaranya membawa tongkat baseball.

Seorang pria dikeroyok setelah mengingatkan untuk memakai masker.[CCTV via Le Parisien]
Seorang pria dikeroyok setelah mengingatkan untuk memakai masker.[CCTV via Le Parisien]

"Saya sendirian di ruang laundry dan kali ini dua pria lain bergabung dengan mereka," kata Augustin.

"Mereka memukuli saya dengan tongkat baseball dan saya jatuh ke tanah. Mereka terus memukul saya saat saya jatuh dan saya pingsan selama beberapa menit." jelasnya.

Video dari kamera CCTV yang diberikan kepada surat kabar Le Parisien dan kemudian diposting secara online menunjukkan Augustin dipukul berulang kali sebelum dia pingsan.

Setelah mengeroyok Augustin hingga pingsan, mereka kemudian dengan tenang meninggalkannya, kemudian Augustin mengajukan laporan kepada polisi atas tindakan kekerasan.

Akibat serangan tersebut, Augustin menderita luka serius yang membuatnya harus mengambil cuti enam hari.

Dia dilarikan ke rumah sakit Simone-Veil dan didiagnosis menderita cedera di kepala dan memar parah di lengan dan kaki.

Mengacu pada anak-anaknya, Augustin berkata: "Mereka melihat saya berdarah. Mereka baru berusia lima dan tujuh tahun dan mereka mengalami trauma."

Kejadian penyerangan tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi di Prancis. Pada Juli, sopir bus Philippe Monguillot dipukuli hingga tewas setelah mengingatkan untuk memakai masker.

Monguillot berulang kali dipukul dan ditendang oleh sekelompok pria pada hari Minggu 5 Juli saat bekerja di sebuah bus trem.

Dia ditemukan tidak sadarkan diri oleh layanan darurat sebelum dinyatakan gegar otak, dan kemudian meninggal di rumah sakit beberapa hari kemudian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siswa Miskin Gunakan Masker Bekas Pakai, Guru Protes ke Pemerintah

Siswa Miskin Gunakan Masker Bekas Pakai, Guru Protes ke Pemerintah

News | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 15:07 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Ini Rahasia Tersenyum Dengan Mata Saat pakai Masker

Tak Banyak yang Tahu, Ini Rahasia Tersenyum Dengan Mata Saat pakai Masker

Health | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:30 WIB

Pemuda Dihukum TNI Sebab Tak Pakai Masker, Gaya Push Up-nya Bikin Salfok

Pemuda Dihukum TNI Sebab Tak Pakai Masker, Gaya Push Up-nya Bikin Salfok

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 09:10 WIB

Terkini

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB

DPRD DKI: Jakarta Calon Kota Global, Tidak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Sindikat Judi Internasional

DPRD DKI: Jakarta Calon Kota Global, Tidak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Sindikat Judi Internasional

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:30 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB

Krisis Iklim Ancam Keselamatan Jemaah Haji, Studi Soroti Risiko Heatstroke

Krisis Iklim Ancam Keselamatan Jemaah Haji, Studi Soroti Risiko Heatstroke

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:20 WIB

KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Kasus Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR Maidi

KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Kasus Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR Maidi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:18 WIB

DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar

DPR Apresiasi Bareskrim di Kasus Judi Online Internasional, Minta Jaringan Lain Dibongkar

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:11 WIB

Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?

Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 10:25 WIB

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

News | Senin, 11 Mei 2026 | 10:19 WIB

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

News | Senin, 11 Mei 2026 | 09:41 WIB