Hancur akibat Ledakan, Ratusan Ribu Warga Lebanon Tolak Tinggalkan Rumahnya

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 20:18 WIB
Hancur akibat Ledakan, Ratusan Ribu Warga Lebanon Tolak Tinggalkan Rumahnya
Ledakan dahsyat terjadi di Beirut,Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Anadolu Agency/Houssam Shbaro)

Suara.com - Sebanyak 300.000 penduduk Lebanon menolak untuk meninggalkan rumah mereka yang hancur akibat ledakan dahsyat yang meluluhlantakkan Ibukota Beirut pada Selasa (4/8/2020).

Menyadur Anadolu Agency, Sabtu (8/8/2020), Gubernur Marwan Abboud mengatakan bahwa 300.000 penduduk yang terdampak akibat ledakan menolak untuk meninggalkan rumah mereka yang hancur.

"Sebagian besar orang tidak ingin meninggalkan rumah mereka ... itulah mengapa kami hanya menyediakan akomodasi untuk 10 keluarga di luar ibu kota." jelas Walikota Jamal Itani.

Dia mengatakan pemerintah kota mengirim tim bantuan kepada keluarga dan untuk membantu membersihkan puing-puing dari rumah dan membantu memperbaiki jendela yang pecah.

"Apa yang diberikan tidak mencukupi dan kami mengandalkan bantuan dari negara lain sebagai solusi," ujar Jamal Itani.

Ledakan dahsyat terjadi di Beirut,Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Anadolu Agency/Houssam Shbaro)
Ledakan dahsyat terjadi di Beirut,Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Anadolu Agency/Houssam Shbaro)

Badan amal dan sukarelawan Lebanon bergegas untuk memberikan dukungan kepada mereka yang terkena dampak dari ledakan yang disinyalir berasal dari tumpukan 2.750 ton bahan kimia tersebut.

"Kami datang ke sini sambil membawa pesan kemanusiaan, dan untuk mengatakan bahwa Beirut tidak mati ... kami mencari kerja sama untuk mengembalikan Beirut dan kami akan memenuhi pesan para martir." kata Rania Kanan dari kelompok masyarakat sipil bernama Green Orient.

Pemerintah mengumumkan pembentukan komite investigasi untuk menyelidiki ledakan mematikan itu dalam jangka waktu lima hari, sementara yang lain menuntutnya melakukan penyelidikan internasional.

Ledakan itu mengguncang Lebanon saat negara itu mengalami krisis ekonomi terparah, termasuk penurunan drastis nilai tukar pound Lebanon terhadap dolar.

Seperti Gempa Bumi

Fadia Naser, salah satu korban mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pada saat ledakan terjadi dia memeluk putranya dan menutup mata.

"Kami mengira itu adalah baku tembak pada awalnya, saya pergi untuk memeriksa apa yang terjadi ketika saya merasakan sesuatu seperti gempa bumi." jelas Fadia.

"Saat kami membuka mata, kami tidak melihat satu sama lain karena debu. Dalam sekejap semuanya rusak." sambungnya.

"Saya mendengar suara pesawat yang diikuti oleh ledakan. Dalam waktu kurang dari satu detik, kami terluka tapi selamat." ujar Karmen Alam, salah satu korban lainnya.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi lebih dari apa yang terjadi. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya pada para syuhada," katanya.

"Pada saat ledakan, saya berada di luar daerah saya, saya mencoba menghubungi keluarga saya tetapi semua telekomunikasi terputus." ujar korban lain yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Saya tidak bisa kesana karena mobil saya terhalang puing-puing, saya melihat jumlah kerusakan dan saya melihat korban jiwa dan luka-luka. Saya mengeluarkan keluarga saya dari puing-puing dan membawa mereka ke rumah sakit," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Ledakan di Lebanon, 80 Ribu Anak Jadi Gelandangan

Akibat Ledakan di Lebanon, 80 Ribu Anak Jadi Gelandangan

News | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 01:15 WIB

Di Tengah Pandemi, Dokter Lintas Batas Bantu Korban Ledakan Lebanon

Di Tengah Pandemi, Dokter Lintas Batas Bantu Korban Ledakan Lebanon

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 20:10 WIB

Momen Terakhir Tiga Pemadam sebelum 'Terhempas' oleh Ledakan di Lebanon

Momen Terakhir Tiga Pemadam sebelum 'Terhempas' oleh Ledakan di Lebanon

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 20:43 WIB

Terkini

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:05 WIB

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:00 WIB

Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden

Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:46 WIB

GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma

GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:37 WIB

Polisi Tetapkan Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ini Sosoknya

Polisi Tetapkan Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ini Sosoknya

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

PSI Semprot Israel Usai Tahan 9 WNI: Tindakan Pengecut, Langgar Konvensi Jenewa

PSI Semprot Israel Usai Tahan 9 WNI: Tindakan Pengecut, Langgar Konvensi Jenewa

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:22 WIB

Mendagri: Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 T untuk Penanganan Pascabencana Sumatera

Mendagri: Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 T untuk Penanganan Pascabencana Sumatera

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:16 WIB

Disiksa Pakai Taser dan Peluru Karet, 9 WNI Ceritakan Horor di Penjara Israel

Disiksa Pakai Taser dan Peluru Karet, 9 WNI Ceritakan Horor di Penjara Israel

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Nyanyian Staf Ahli Soal Uang Ratusan Juta, Budi Karya Sumadi Bakal Segera Dipanggil KPK?

Nyanyian Staf Ahli Soal Uang Ratusan Juta, Budi Karya Sumadi Bakal Segera Dipanggil KPK?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:01 WIB

Nyaru Jadi Manajer, 4 WNA China di Jakbar Ternyata Komplotan Scam Online Kelas Kakap

Nyaru Jadi Manajer, 4 WNA China di Jakbar Ternyata Komplotan Scam Online Kelas Kakap

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:55 WIB