Kecewa Tak Bisa Menikah, Pria Ini Jadi Pembunuh Berantai, Eksekusi 6 Orang

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Senin, 10 Agustus 2020 | 14:02 WIB
Kecewa Tak Bisa Menikah, Pria Ini Jadi Pembunuh Berantai, Eksekusi 6 Orang
Ilustrasi tindak kejahatan. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang pria di Pakistan ditangkap kepolisian setelah menyebarkan teror di satu kota dan membunuh enam orang.

Menyadur Gulf News, pria yang diidentifikasi sebagai Arsalan ini memutuskan menjadi pembunuh berantai setelah merasa kecewa tak bisa melangsungkan pernihakan.

Arsalan menyebar teror di kota Gujranwala dengan menyelinap ke rumah warga dan menghabisi nyawa penghuninya.

Dalam beberapa pekan, pria ini telah membunuh enam orang. Para korban dieksekusi menggunakan batu bata dan tongkat besi.

Selain enam korban tewas, lelaki asal provinsi Punjab ini juga melakukan penyerangan yang mengakibatkan sejumlah orang terluka. 

Ilustrasi pembunuhan (Shutterstock)

Pria yang telah menjadi simbol ketakutan di kota itu memasuki rumah korban pada larut malam dan menyerang mereka dengan cara dipukul bagian kepalanya menggunakan batu bata dan tongkat besi.

Arsalan beraksi dan menebar teror selama satu bulan sebelum akhirnya ditangkap polisi pada Jumat (7/8) lalu.

Kepada polisi, pembunuh berantai ini mengaku dia biasa membunuh perempuan karena merasa kecewa tidak menikah.

Selain perempuan, pria ini menyebut juga menargetkan serangan terhadap para orang tua.

Media lokal mengutip kepolisian setempat, melaporkan Arsalan memiliki catatan kriminal di masa lalu.

Pengawasan Senior Polisi (SPP) di departemen investigasi polisi Gujranwala mengatakan bahwa pria ini telah membunuh seorang perempuan pada 2017 dan seorang pria pada 2007 silam.

Kepolisian menyebut kini Arsalan tengah menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gadis Usia 17 Tahun Diculik, Dipaksa Berjalan sambil Telanjang dan Direkam

Gadis Usia 17 Tahun Diculik, Dipaksa Berjalan sambil Telanjang dan Direkam

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 18:30 WIB

Penjaga Gudang Perkosa dan Bunuh Teman Kelasnya, Buang Jenazah di Selokan

Penjaga Gudang Perkosa dan Bunuh Teman Kelasnya, Buang Jenazah di Selokan

News | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 08:05 WIB

Ayah Pukuli Anak Kandung hingga Tewas Gegara Pacaran Beda Agama

Ayah Pukuli Anak Kandung hingga Tewas Gegara Pacaran Beda Agama

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:34 WIB

Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah

Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:10 WIB

Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!

Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:45 WIB