Array

Megawati: Kepala Daerah yang Sombong dan Lupa Diri Nanti Masuk KPK

Jum'at, 21 Agustus 2020 | 16:26 WIB
Megawati: Kepala Daerah yang Sombong dan Lupa Diri Nanti Masuk KPK
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta kepada calon kepala daerah agar mereka tidak sombong apalagi sampai lupa diri kepada rakyat jika berhasil terpilih.

Ia mengatakan, apabila para kepala daerah nantinya sudah lupa diri, maka mereka bisa saja berhadapan dengan aparat penegak hukum, semisal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kalau pemimpinnya hanya mau jadi bupati, wali kota setelah itu lupa, lupa diri yang ada nanti masuk KPK," kata Megawati dalam pembukaan sekolah partai bagai cakada gelombang pertama secara virtual, Jumat (21/8/2020).

Megawati melanjutkan, sistem audit keuangan Indonesia sudah baik sehingga apa yang dilakukan para kepala daerah terkait tindakan korupsi dapat terlacak dengan mudah. Ia meminya agar kepala daerah tidak ada lagi yang mencoba-coba tindakan terlarang tersebut.

"Keuangan kita itu sudah terkontrol dengan baik. Ada BPK, BPKP, apalagi OJK apalagi. Bagaimana ya kalian masih mau main coba? Coba pikir, coba pikir. Kamu nanti ini mungkin dari kader nanti kalau sudah yang bukan dari kader yang baru masuk coba baru mungkin terkaget kaget kalau dengar saya ngomong seperti ini," ujarnya.

Megawati sebelumnya mengingatkan para calon kepala daerah agar dapat memberikan dedikasih sepenuhnya kepada rakyat apabila mendapat mandat dalam Pilkada 2020.

Hal itu ia sampaikan saat membuka sekolah partai gelombamg pertama untuk para calon kepala daerah yamg diusung PDI Perjuangan.

"Jadi maksud saya please dedikasikan seluruh pikiran dan nuranimu bagi seluruh rakyat indonesia," ujar Megawati.

Dia juga sekaligus meminta nantinya para calon kepala daerah yang terpilih tidak sungkan bertanya apabila di tengah jalan tidak mengetahui beberapa hal. Megawati memandang mereka lebih baik bertanya ketimbang langsung mengedapankan aksi, namun tidak tahu-menahu soal yang dilakukan.

Baca Juga: Kondisi Menurun karena Corona, Walkot Lubuklinggau Diterbangkan ke Jakarta

Ia bahkan mewanti-wanti tidak akan merekomendasikan kembali kepala daerah untuk periode kedua apabila pada periode pertama mereka sok aksi tanpa bertanya sebelumnya.

"Kalau ndak mengerti, ndak mengerti tanya pada yang mengerti. Jangan tanya sok, nah saya suka bilang jangan sok aksi ya, itu yang saya bilang. Kalau cuma aksi-aksian doang apa boleh buat, jangan berharap untuk kedua kali tidak pernah saya berikan," ujar Megawati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI