Pemerintah Utamakan Keselamatan Anak bangsa lewat SKB 4 Menteri

Fabiola Febrinastri

Minggu, 23 Agustus 2020 | 13:28 WIB
Pemerintah Utamakan Keselamatan Anak bangsa lewat SKB 4 Menteri
Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim, meninjau SMA Negeri 4, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). (Dok : Kemendikbud)

Suara.com - Kondisi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki tanggung jawab untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan para peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, hingga masyarakat secara umum.

Hal ini pernah dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, termasuk sebagai alasan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, beberapa waktu lalu.

“Prioritas utama pemerintah adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum. Selain itu juga mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19,” jelasnya.

Demi keselamatan seluruh pelaku pendidikan , SKB Empat Menteri dikeluarkan antara lain untuk mengatur pelaksanaan pembelajaran. Satuan pendidikan di zona selain merah dan oranye, yakni di zona kuning dan hijau, disarankan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Mendikbud menengaskan, sekolah boleh melakukan pembelajaran tatap muka jika pemerintah daerah sudah memberi izin melalui dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota. Selain itu, satuan pendidikan juga harus mendapat izin dari Kementerian Agama, melalui kantor wilayah setempat yang juga berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 daerah.

Dalam penyesuaian SKB, kemudian ditegaskan, daerah yang berada di zona oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR).

Pada bagian lain SKB Empat Menteri, disebutkan bahwa tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dan zona kuning pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan bersamaan, dengan pertimbangan risiko kesehatan yang tidak berbeda. Sementara itu, untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat memulai pembelajaran tatap muka paling cepat dua bulan setelah jenjang pendidikan dasar dan menengah.

“Dengan pertimbangan bahwa pembelajaran praktik adalah keahlian inti SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), maka pelaksanaan pembelajaran praktik bagi peserta didik SMK diperbolehkan di semua zona dengan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” lanjut Mendikbud.

Mengenai pembukaan satuan pendidikan di zona tertentu, beberapa waktu lalu, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Ainun Na'im, mengatakan, Kemendikbud dan kementerian lain selalu mengevaluasi teknis penyelenggaraan pembelajaran tatap muka, terutama di luar zona hijau, misalnya zona kuning.

baca juga

“Kita tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan, kita harus menjaga proses belajar yang aman. Kita sedang evaluasi bagaimana zona kuning dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang lebih ketat, supaya risiko penularan Covid-19 bisa diperkecil,” ujarnya. Berdasarkan data per 3 Agustus 2020 dari https://covid19.go.id, terdapat sekitar 57 persen peserta didik masih berada di zona merah dan oranye, sementara itu, sekitar 43 persen peserta didik berada di zona kuning dan hijau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendikbud Terapkan Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi, Begini Isinya

Kemendikbud Terapkan Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi, Begini Isinya

News | Minggu, 23 Agustus 2020 | 13:24 WIB

Virus Corona Bisa Bertahan Lama, Vaksin Jadi Kebutuhan Jangka Panjang

Virus Corona Bisa Bertahan Lama, Vaksin Jadi Kebutuhan Jangka Panjang

Health | Minggu, 23 Agustus 2020 | 12:27 WIB

Sulit Dideteksi, Penyebab ASN Gunungkidul Terpapar Covid-19 Masih Misterius

Sulit Dideteksi, Penyebab ASN Gunungkidul Terpapar Covid-19 Masih Misterius

Jogja | Minggu, 23 Agustus 2020 | 11:19 WIB

Studi: Covid-19 Berisiko Menyebabkan Masalah Metabolik di Banyak Organ

Studi: Covid-19 Berisiko Menyebabkan Masalah Metabolik di Banyak Organ

Health | Minggu, 23 Agustus 2020 | 09:32 WIB

Update Covid-19 Global: Angka Infeksi Naik, Korea Selatan Kembali Lockdown

Update Covid-19 Global: Angka Infeksi Naik, Korea Selatan Kembali Lockdown

Health | Minggu, 23 Agustus 2020 | 09:16 WIB

Pesta Kolam di Wuhan: Obat Ampuh Warga Pasca Kendalikan Covid-19

Pesta Kolam di Wuhan: Obat Ampuh Warga Pasca Kendalikan Covid-19

Video | Minggu, 23 Agustus 2020 | 10:20 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×