PBB: Pandemi Corona Sebabkan 47 Juta Perempuan Terancam Kemiskinan

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Kamis, 03 September 2020 | 15:31 WIB
PBB: Pandemi Corona Sebabkan 47 Juta Perempuan Terancam Kemiskinan
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Pandemi virus corona mengakibatkan 47 juta perempuan dewasa dan anak-anak semakin terdorong ke jurang kemiskinan dengan mengikis sejumlah kemajuan yang telah tercapai dalam beberaap dekade terakhir.

Menyadur Al Jazeera, temuan dampak wabah virus corona terhadap kesejahteraan perempuan tersebut diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (2/9).

PBB mengatakan perempuan akan lebih terdampak dibandingkan laki-laki, terkait dengan jatuhnya ekonomi dan hilangnya lapangan pekerjaan akibat pandemi virus corona.

"Meningkatnya kemiskinan di kalangan perempuan, merupakan dampak yang jelas atas kekurangan dalam cara kita membangun masyarakat dan ekonomi kita," Phumzile Mlambo-Ngcuka, kepala PBB bidang perempuan.

Selama pandemi, sambung Phumzile, perempuan kehilangan pekerjaan lebih cepat dari pada laki-laki, mengingat mereka lebih mungkin diperkerjakan di sektor-sektor yang paling terpukul oleh lockdown seperti ritel, restoran, dan hotel.

Warga Afrika Selatan mengenakan masker ketika wabah virus corona.[Anadolu Agency]
Para perempuan di Afrika Selatan mengenakan masker ketika wabah virus corona.[Anadolu Agency]

Perempuan juga lebih cenderung bekerja di perekonomian informal, biasanya dalam profesi seperti pekerja rumah tangga yang sering kali tak mendapatkan asuransi kesehatan, tunjangan pengangguran, atau perlindungan lainnya.

"Kami tahu bahwa perempuan mengambil sebagian besar tanggung jawab untuk mengurus keluarga; mereka berpenghasilan lebih sedikit, menabung lebuh sedikit dan memiliki perkerjaan yang jauh lebih tidak aman," kata Phumzile.

Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO) PBB, sekitar 70 persen pekerja rumah tangga di seluruh dunia pada Juni ini, telah kehilangan penghasilan akibat Covid-19.

Secara keseluruhan, PBB bidang Perempuan dan Program Pembangunan (UNDP), memperkirakan pandemi akan membuat 96 juta orang hidup dalam kemiskinan ekstrim pada tahun depan, di mana hampir setengahnya merupakan perempuan dewasa dan anak-anak.

baca juga

Hal itu akan membuat jumlah perempuan dewasa dan anak-anak hidup dalam kemiskinan dengan penghasilan sekitar atau kurang dari USD 1,90 (Rp 28.094) per hari, menjadi 435 juta.

Pada 2021, untuk setiap 100 pria berusia 25-34 tahun yang hidup dalam kemiskinan ekstrem akan ada 118 perempuan yang terdampak.

Sementara pada 2030, kesenjangan akan meningkat dengan naiknya jumlah perempuan hyang terdampak menjadi 121, untuk setiap 100 orang, sebagaimana perkiraa dari PBB.

Administrator UNDP, Achim Steiner menyebut pemerintah dapat mengambil langkah-langkah untuk membantu perempuan dalam pekerjaan bergaji rendah dan informal, melalui program terkait pendidikan, keluarga berencana hingga upah.

"Lebih dari 100 juta perempuan dewasa dan anak-anak dapat dihindarkan dari kemiskinan jika pemerintah menerapkan strategi komprehensif yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan, keluarga berencana, upah yang adil dan setara, dan memperluas transfer sosial," kata Steiner.

Disebutkan, hampir tiga dari setiap lima perempuan miskin di dunia tinggal di sub-Sahara Afrika, dan wilayah tersebut akan menjadi kawasan dengan tingkat kemiskinan tertinggi selepas pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Perempuan Ogah Punya Anak Saat Pandemi Covid-19, Kenapa?

Banyak Perempuan Ogah Punya Anak Saat Pandemi Covid-19, Kenapa?

Health | Kamis, 03 September 2020 | 13:50 WIB

PBB: Lockdown Covid-19 Mempersulit Pergerakan ISIS

PBB: Lockdown Covid-19 Mempersulit Pergerakan ISIS

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 11:44 WIB

WHO Sebut Anak 12 Tahun Harus Pakai Masker, Bagaimana Anak Usia Lainnya?

WHO Sebut Anak 12 Tahun Harus Pakai Masker, Bagaimana Anak Usia Lainnya?

Health | Minggu, 23 Agustus 2020 | 18:06 WIB

Terkini

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

×