Presiden Finlandia Soroti Kasus Peracunan Tokoh Oposisi Rusia

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Kamis, 03 September 2020 | 18:49 WIB
Presiden Finlandia Soroti Kasus Peracunan Tokoh Oposisi Rusia
Alexei Navalny, kritikus sekaligus opisis Kremlin.[Twitter/@Kira_Yarmysh]

Suara.com - Presiden Finlandia, Sauli Niinistö turut menyoroti kasus peracunan yang menimpa tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny. Dia mengecam penggunaan senjata kimia yang diduga untuk membungkam lawan politik.

uru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert menyebut Alexei Navalny diracun dengan racun saraf Novichok, sebagaimana dilaporkan Sputnik News.

Mengutip dari The Daily Mail, Novichok merupakan racun yang dikembangkan oleh Uni Soviet.

Racun tersebut diklaim lebih kuat dari senjata kimia lain, bahkan bisa menembus masker gas dan pakaian pelindung.

Novichok juga diketahui merupakan enis bahan kimia yang sama yang digunakan di Inggris untuk melawan mantan agen ganda Sergei Skripal.

Fakta itu diungkapkan Jerman setelah mereka menggelar tes di laboratorium milik militer, atas permintaan rumah sakit tempat Navalny dirawat.

Klaim tersebut lantas menimbulkan kecaman dari pemimpin dunia. Mereka, termasuk Niinistö, ramai-ramai meminta kasus itu untuk diusut.

"Kabar yang datang dari pemerintah Jerman hari ini tentang Alexei Navalny mengkhawatirkan," kata Sauli Niinistö dikutip dari situs resmi kantor Kepresidenan Finlandia, Kamis (3/9/2020).

"Penggunaan senjata kimia sangat mengejutkan. Penting bagi seluruh komunitas internasional untuk mendapatkan kejelasan sepenuhnya tentang apa yang terjadi," tambahnya.

baca juga

Pernyataan Sauli Niinistö mendapat dukungan dari Carl Build, mantan perdana menteri Swedia yang juga Ketua Bersama Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa saat ini.

Dia memuji komentar Presiden Niinistös karena mungkin menjadi pemimpin Eropa pertama yang bereaksi terhadap berita tentang peracunan Navalny.

Navalny adalah tokoh oposisi Rusia yang kerap mengkritik pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Dia jatuh sakit setelah naik pesawat di Siberia bulan lalu.

Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, lewat Twitter, mengatakan pria 44 tahun itu jatuh sakit dalam penerbangan kembali ke Moskow dari kota Tomsk di Siberia pada Kamis, 20 Agustus lalu.

Pesawat yang ia tumpangi bahkan harus melakukan pendaratan darurat di kota Omsk dimana Navalny segera di bawa ke rumah sakit Siberia.

Para koleganya menilai Navalny telah diracun oleh pihak tertentu. Kira Yarmysh kepada stasiun radio Echo Moskvy menyebut racun itu dimasukan ke dalam teh yang diminum Navalny di kafe bandara.

Selama penerbangan, Navalny mulai berkeringat dan memintanya untuk berbicara dengannya agar dia bisa "fokus pada suara."

Dia kemudian pergi ke kamar mandi dan kehilangan kesadaran, dan telah koma dan menggunakan ventilator dalam kondisi yang parah sejak itu.

Navalny yang sempat dikabarkan koma, pada awalnya dirawat di rumah sakit setempat sebelum diterbangkan ke Berlin untuk perawatan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Terbang ke Jerman, Raja Thailand Pulihkan Gelar Selir Sineenatra

Setelah Terbang ke Jerman, Raja Thailand Pulihkan Gelar Selir Sineenatra

News | Kamis, 03 September 2020 | 16:02 WIB

Jerman Sebut Alexei Navalny Diracun Pakai Novichok

Jerman Sebut Alexei Navalny Diracun Pakai Novichok

News | Kamis, 03 September 2020 | 16:02 WIB

Begini Calon Motor Pengawal Vladimir Putin, Bentuknya Ngeri-Ngeri Sedap

Begini Calon Motor Pengawal Vladimir Putin, Bentuknya Ngeri-Ngeri Sedap

Otomotif | Rabu, 02 September 2020 | 15:05 WIB

Resmi Dibebaskan, Eks Selir Raja Thailand Diterbangkan ke Jerman

Resmi Dibebaskan, Eks Selir Raja Thailand Diterbangkan ke Jerman

News | Rabu, 02 September 2020 | 13:35 WIB

Obat Covid-19 Pertama Buatan Rusia Ini Siap Dipasok Warga Chili

Obat Covid-19 Pertama Buatan Rusia Ini Siap Dipasok Warga Chili

Tekno | Rabu, 02 September 2020 | 05:45 WIB

Terkini

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

×