Gara-gara Isu Turki-Yunani, Musni: Intinya yang Serang Saya Itu BuzzerRp

Siswanto

Senin, 07 September 2020 | 11:29 WIB
Gara-gara Isu Turki-Yunani, Musni: Intinya yang Serang Saya Itu BuzzerRp
Musni umar kecam isu klepon bukan jajanan islami (Twitter/musniumar)

Suara.com - Turki dan Yunani selama ini terlibat sengketa gas alam di Laut Mediterania Timur. Beberapa waktu yang lalu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengumumkan pemimpin kedua negara akan menyetujui pembahasan untuk meredakan konflik di perairan itu [CNBC Indonesia]

Sosiolog Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, mengapresiasi NATO yang telah menjadi mediator perselisihan antara Turki dan Yunani.

"Terima kasih NATO yang jadi mediator untuk cegah perang antara Turki dan Yunani. Itu sesuai usul saya karena kalau perang yang menang jadi arang yang kalah jadi abu," kata Musni Umar melalui akun Twitter @musniumar yang dikutip Suara.com.

Pernyataan tersebut rupanya disalahpahami oleh sebagian kalangan -- yang disebut Musni Umar sebagai buzzerRp -- kemudian dijadikan bahan untuk menyerang Musni Umar secara verbal.

"BuzzeRp komentari tweet saya dengan menyebut saya rektor bodoh," kata Musni Umar.

Ketika diwawancara Suara.com, Musni Umar menjelaskan konteks pernyataannya.  Yunani dan Turki, kata Musni Umar, sama-sama anggota NATO. Lebih mudah menyelesaikan perselisihan antara kedua negara dengan mediator NATO, ketimbang PBB.

"Penyelesaiannya jauh lebih cepat jika pimpinan NATO yang mediasi. Pimpinan NATO-nya sendiri sudah bicara dengan Turki dan Yunani untuk selesaikan perselisihan secara damai," kata Musni Umar.

Dia menekankan penyelesaian secara damai di meja perundingan dapat menghasilkan win-win solution.

Sebagai perbandingan di ASEAN, kata Musni Umar, kalau ada sesama anggota terlibat konflik, bukan dibawa ke PBB, tapi penyelesaiannya dimediasi oleh ASEAN sendiri.

baca juga

Terhadap kalangan yang menyerang -- yang disebutnya buzzerRp -- Musni Umar sengaja tidak mau meladeni mereka. Bagi rektor Univesitas Ibnu Chaldun itu, mereka bersikap menyerang karena belum paham dengan konteks masalahnya.

"Intinya yang menyerang saya itu adalah buzzerRp, bayaran. Sebelumnya kan saya juga sering diserang, tetapi saya tidak pernah menjawabnya," kata Musni Umar.

Musni Umar menilai buzzerRp bekerja untuk mendiskreditkan orang yang dianggap oposisi dengan pemerintah. "Saya merasa tidak beroposisi. Kalau Jokowi benar, saya dukung, kalau kurang benar ya kita sampaikan pandangan, tetapi tidak menjelekkan. Saya itu tidak jelekkan siapapun," Musni Umar menambahkan.

Musni Umar prihatin dengan era sekarang, dimana seseorang yang menyampaikan pendapat berbeda, dianggap lawan dan kemudian dijelek-jelekkan. Hal itu, menurut dia, berlawanan dengan sejarah pemikiran manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus

RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus

News | Senin, 27 Juli 2026 | 20:37 WIB

Menang di Pengadilan, Dokter Tifa Bersiap Gugat Rektor UGM Terkait Ijazah Jokowi

Menang di Pengadilan, Dokter Tifa Bersiap Gugat Rektor UGM Terkait Ijazah Jokowi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:15 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Di Depan Komisi X DPR, Mahasiswa UI Sebut Pemilihan Rektor Kini Disetir Menteri

Di Depan Komisi X DPR, Mahasiswa UI Sebut Pemilihan Rektor Kini Disetir Menteri

News | Senin, 06 Juli 2026 | 18:28 WIB

Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme

Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 15:22 WIB

Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:53 WIB

Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung

Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung

Otomotif | Rabu, 25 Februari 2026 | 17:56 WIB

Dinamika Kepemimpinan Kampus di Sulsel Uji Netralitas dan Independensi Akademik

Dinamika Kepemimpinan Kampus di Sulsel Uji Netralitas dan Independensi Akademik

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 22:20 WIB

Eks Ketua Komnas HAM Hafid Abas Tekankan Praduga Tak Bersalah untuk Rektor UNM Prof Karta Jayadi

Eks Ketua Komnas HAM Hafid Abas Tekankan Praduga Tak Bersalah untuk Rektor UNM Prof Karta Jayadi

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:02 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×