Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri akan melakukan ekspos atau gelar perkara terkait kasus surat jalan palsu alias surat sakti Djoko Tjandra di Kejaksaan Agung RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2020).
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan gelar perkara tersebut dilakukan bersama dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
"Kita ekspose dengan JPU," kata Ferdy saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020).
Fredy menjelaskan, gelar perkara dilakukan dalam rangka koordinasi mengenai kelengkapan berkas formil dan materil tiga tersangka dalam kasus surat jalan palsu.
Ketiga tersangka tersebut yakni Djoko Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, dan Brigjen Pol Prastijo Utomo.
"Koordinasi terkait kelengkapan formil dan materil tiga berkas perkara," katanya.
Penyidik Dit Tipidum Bareskrim Polri telah merampungkan berkas perkara ketiga tersangka dalam skandal kasus surat jalan palsu alias surat sakti Djoko Tjandra. Berkas perkara tahap satu tersebut pun langsung diserahkan ke Kejaksaan Agung RI, pada Jumat (4/9).
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono ketika itu mengatakan ketiga berkas perkara tersebut masing-masing yakni atas nama tersangka Djoko Tjandra, Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking.
"Berkas perkara kasus pemalsuan surat jalan atau surat jalan palsu JST (Djoko Tjandra) telah rampung. Jadi ini ada tiga berkas perkara, yang pertama berkas perkara untuk kasus dengan tersangka JST sendiri. Kemudian ada berkas perkara saudari ADK (Anita Kolopaking) dan satu lagi berkas perkara terkait saudara PU (Prasetijo)," kata Awi di Mabes Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/9).
Menurut Awi, berkas perkara masing-masing tersangka tersebut berjumlah ribuan lembar. Rinciannya, berkas perkara tersangka Djoko Tjandra sebanyak 1.879 lembar, Prasetijo 2.080 lembar dan Anita Kolopaking 2.025 lembar.
"Hari ini langsung nanti penyidik dikirimkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) untuk tahap satu," ujarnya.
Perpanjangan Masa Penahanan
Penyidik Dit Tipidum Bareskrim Polri sebelumnya juga telah memperpanjang masa penahanan terhadap tersangka Prasetijo dan Anita Kolopaking.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan untuk tersangka Prastijo pihaknya memperpanjang masa penahanan hingga 28 September 2020.
"Penahanan Pertama 31 Juli sampai19 Agustus 2020. Kemudian perpanjangan penahanan 20 Agustus hingga 28 September 2020," kata Ferdy saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2020).