Soal Polemik Penghapusan Pelajaran Sejarah, Fadli Zon: Harus Dibatalkan

Dany Garjito, Hernawan

Senin, 21 September 2020 | 13:22 WIB
Soal Polemik Penghapusan Pelajaran Sejarah, Fadli Zon: Harus Dibatalkan
Wakil Ketua DPR Fadli Zon (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Kabar soal wacana akan dihapuskannya mata pelajaran sejarah di sekolah belakangan mencuat dan menuai protes dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon yang tampak menolak dengan keras penghapusan mata pelajaran sejarah.

Lewat jejaring Twitter pribadinya, Fadli menanggapi wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang kadung menyebar tersebut.

"Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan @kemendikbud_RI berencana melakukan penyederhanaan kurikulum. Dalam draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tanggal 25 Agustus 2020, disebutkan salah satu bentuk penyederhanaan itu adalah rencana penghapusan mata pelajaran sejarah bagi siswa-siswi SMK, serta menjadikannya hanya sebagai mata pelajaran pilihan bagi siswa-siswi SMA," tulis Fadli, Senin (21/9/2020).

Meskipun masih sebatas wacana, tetapi Fadli Zon menganggap bahwa hal tersebut sangat tidak tepat. Sebab, pendidikan sejarah dinilai merupakan instrumen pembentukan jati diri, identitas, dan memori kolektif bangsa. Oleh sebab itu, menurut Fadli Zon wacana tersebut harus dibatalkan.

"Meskipun baru berupa wacana, munculnya rencana penghapusan mata pelajaran sejarah sangatlah tidak tepat. Sehingga rencana penghapusan itu harus dibatalkan," sambungnya.

Cuitan Thread Fadli Zon Soal Penghapusan Pelajaran Sejarah (Twitter/@fadlizon).
Cuitan Thread Fadli Zon Soal Penghapusan Pelajaran Sejarah (Twitter/@fadlizon).

Politisi Gerindra ini mengatakan bahwa secara normatif, kebijakan tersebut bertentangan dengan semangat dan tujuan pendidikan nasional.

"Dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab," ucap Fadli.

"Nilai-nilai itu sejatinya terangkum di dalam pendidikan sejarah. 'Historia Magistra Vitae', sejarah adalah guru kehidupan," lanjutnya.

Oleh sebab itu, maka Fadli Zon menaruh harap agar Kemendikbud berhati-hati dalam merancang penyederhanaan kurikulum tersebut. Di satu sisi, Fadli Zon sepakat apabila kurikulum dirampingkan agar tidak memberatkan peserta didik.

baca juga

Namun, menurutnya yang perlu dimatangkan adalah pada subyek mana penyederhanaan itu harus dilakukan. Fadli menilai hal tersebut harus didiskusikan secara luas dan mendalam terlebih dulu.

"Soal strategis penyederhanaan kurikulum ini memang tak sepantasnya didiskusikan diam-diam dan instan. Semuanya harus dilakukan terbuka. 'Stakeholder' pendidikan di Indonesia sangat banyak. Kita semua berkepentingan, mau dibawa kemana pendidikan kita?" tutur Fadli.

"Kita kan sebelumnya tak pernah mendengar Menteri Pendidikan membentuk tim penyederhanaan kurikulum atau menggelar diskusi publik terkait persoalan itu. Kemana kemudian tiba-tiba bisa beredar draf penyederhanaan kurikulum semacam itu?" lanjutnya.

Lebih lanjut lagi, Politisi Gerindra ini mengaku senang pihak Kemdikbud sudah mengklarifikasi rencana penghapusan pelajaran sejarah tidaklah benar. Menurut Fadli, Nadiem Makarim bisa belajar dari pengalaman pembentukan Komisi Pembaruan Pendidikan yang pernah dibentuk oleh Daoed Joesoef pada masa awal jabatannya sebagai Mekdikbud tahun 1978 silam.

Menurut Fadli, pengubahan kurikulum yang sifatnya penting semacam itu sejak awal memang harus dilakukan secara terbuka agar perkembangannya bisa diikuti masyarakat.

"Sehingga masyarakat tidak tiba-tiba disodori perubahan-perubahan drastis yang proses perumusan serta perdebatannya tak pernah mereka ikuti," ujar Fadli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Standar Ganda, Fadli Zon: Baru TNI yang Berani Sebut Separatis Teroris

Ada Standar Ganda, Fadli Zon: Baru TNI yang Berani Sebut Separatis Teroris

News | Senin, 21 September 2020 | 07:26 WIB

Mendikbud Nadiem Bantah Hapus Mata Pelajaran Sejarah

Mendikbud Nadiem Bantah Hapus Mata Pelajaran Sejarah

Video | Minggu, 20 September 2020 | 19:30 WIB

Sebut Fahri Hamzah Berubah, Musni Umar: Saya Prihatin Ia Dibully Luar Biasa

Sebut Fahri Hamzah Berubah, Musni Umar: Saya Prihatin Ia Dibully Luar Biasa

News | Minggu, 20 September 2020 | 19:20 WIB

Terkini

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:30 WIB

Pramono Anung Ancam Pecat ASN yang Terbukti Jadi Calo Rekrutmen Damkar

Pramono Anung Ancam Pecat ASN yang Terbukti Jadi Calo Rekrutmen Damkar

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:23 WIB

Skin Barrier Kuat! 4 Moisturizer Aman Dipakai Kulit Kering Pasca Eksfoliasi

Skin Barrier Kuat! 4 Moisturizer Aman Dipakai Kulit Kering Pasca Eksfoliasi

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:20 WIB

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan di Bekasi, KAI Tak Akan Biarkan Pegawai Sendirian

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan di Bekasi, KAI Tak Akan Biarkan Pegawai Sendirian

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:19 WIB

5 Tips Memilih Jam Tangan Wanita yang Cocok untuk Acara Formal

5 Tips Memilih Jam Tangan Wanita yang Cocok untuk Acara Formal

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 18:17 WIB

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:16 WIB

Guardian Run 2026 Siap Ajak 10 Ribu Orang Lari dan Seru-Seruan di GBK

Guardian Run 2026 Siap Ajak 10 Ribu Orang Lari dan Seru-Seruan di GBK

Health | Selasa, 29 September 2026 | 18:16 WIB

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:11 WIB

×