Kritik PSBB di Indonesia, Analis: Saya Mohon Maaf Mengatakan Ini

Siswanto

Selasa, 22 September 2020 | 10:57 WIB
Kritik PSBB di Indonesia, Analis: Saya Mohon Maaf Mengatakan Ini
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay/geralt)

Suara.com - Analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim menyampaikan beberapa catatan kritis menyangkut kebijakan pembatasan sosial berskala besar di Indonesia. Dia menekankan PSBB seketat apapun tidak akan benar-benar berhasil menangani corona, Jakarta dan negara-negara besar yang memberlakukan lockdown sudah membuktikannya.

"Saya mohon maaf mengatakan ini. Tapi menurut saya, PSBB seketat apapun tidak akan mampu lagi kendalikan penyebaran corona. Terutama di kota-kota besar dan Jawa umumnya, mengingat sulitnya social distancing di daerah kumuh atau padat penduduk. Alih-alih pandemi hilang, ekonomi rakyat kecil jadi korban," kata Rustam Ibrahim.

Menurut dia, PSBB mungkin bisa mengendalikan atau mengurangi penyebaran virus corona untuk sementara.

Tapi ketika dikendorkan, penyebaran virus corona meningkat lagi. Menurut catatan Rustam, itulah yang terjadi di berbagai daerah yang melaksanakan PSBB. PSBB berakhir penyebaran Covid-19 meningkat lagi.

Dia menyontohkan PSBB di Jakarta yang sampai sekarang sudah lebih dari lima bulan diberlakukan, persisnya sejak 10 April 2020. PSBB tahap pertama berlangsung hampir dua bulan, kemudian dilanjutkan PSBB transisi beberapa kali.

"Tapi jumlah warga DKI positif malah meningkat. Sekarang PSBB diulang lagi. Sampai kapan? Yang jelas ekonomi rakyat terganggu dan kehidupan mereka makin terpuruk," kata Rustam.

"Kesehatan nomor satu dan satu nyawa berharga. Kedengarannya sangat logis dan aktivitas ekonomi rakyat pun dikorbankan demi melawan corona. Tapi bisakah sepenuhnya dikendalikan dan sampai kapan? Bagi rakyat kecil penyakit karena kemiskinan atau kelaparan bisa lebih parah dan tingkat kematian jauh lebih tinggi," kata dia.

Rustam kemudian memberikan contoh kebijakan lockown dalam menangani Covid-19 di Eropa dan negara-negara besar yang lain. Kebijakan tersebut terbukti tidak benar-benar berhasil memberantas Covid-19.

"Apakah pendukung-pendukung PSBB tanpa akhir tidak pernah baca perkembangan di Eropa dan negara besar-besar lainnya. Sejumlah negara Eropa Jerman, Perancis, Spanyol, Inggris pernah lakukan lockdown. Lockdown kendor virus corona meningkat lagi. Lockdown lagi? Sampai kapan? Rakyat merekapun protes," katanya.

baca juga

Negara Brasil pernah lockdown, India masih lockdown. Apa yang terjadi? Jumlah positif virus corona di India terus meningkat mencapai lebih 5.5 juta dan  Brasil lebih 4.5 juta.

Ekonomi kedua negara, kata Rustam, merosot tajam pada kuartal II 2020. Pertumbuhan ekonomi India minus 23,9 persen dan  Brasil minus 9,7 persen.

Untuk mengendalikan virus corona, pendapat Rustam, pemerintah Indonesia mesti fokus saja pada pemaksaan atau pengawasan protokol kesehatan.

"Rakyat patuhilah protokol kesehatan jika berada di luar rumah. Tapi jangan hentikan aktivitas ekonomi, terutama yang langsung berhubungan dengan rakyat kecil," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:02 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Terkini

Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya

Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri

Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri

Jawa Tengah | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter

Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:10 WIB

6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara

6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN

Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut

Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut

Riau | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali

Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

×