Misteri Kematian 330 Gajah di Botswana Terungkap, Ini Penyebabnya

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Selasa, 22 September 2020 | 14:24 WIB
Misteri Kematian 330 Gajah di Botswana Terungkap, Ini Penyebabnya
Misteri kematian ratusan gajah di Botswana. (BBC)

Suara.com - Kasus kematian ratusan gajah di Botswana mulai menemui titik terang, di mana ahli menyebut penyebabnya adalah racun yang dihasilkan ganggang. 

Menyadur BBC, Senin (21/9/2020), otoritas berwenang menyebut 330 gajah terus mati akibat meminum air yang mengandung cyanobacteri.

Cyanobactreria merupakan bakeri beracun yang dapat muncul secara alami di genangan air dan terkadang tumbuh menjadi bunga besar yang dikenal sebagai alga biru-hijau.

"Tes terbaru kami tekah mendeteksi neurotoksin cyanobacterial sebagai penyebab kematian. Imi adalah bakteri yang ditemukan di dalam air," ujar kepala departemen hewan dan satwa liar dan taman nasional, Mmadi Reuben.

Reuben menyebut kasus kematian hewan mamalia ini terhenti menjelang akhir Juni 2020, bertepatan dengan pengeringan air.

Misteri kematian ratusan gajah di Botswana. (BBC)
Misteri kematian ratusan gajah di Botswana. (BBC)

Temuan ini muncul usai dilakukannya tes berbulan-bulan di laboratorium spesialis di Afrika Selatan, Kanada, Zimbabwe, dan Amerika Serikat.

Kendati demikian, sambung Reuben, fenomena kematian ratusan gajah Afrika ini masih menimbulkan tanda tanya.

"Kami memilik banyak pertanyaan yang masih harus dijawab seperti mengapa hanya gajah dan mengapa daerah itu saja. Kami memiliki sejumlah hipotesis yang tengah kami selidiki," katanya.

Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), cyanobacteria dapat ditemukan di seluruh dunia terutama di perairan yang tenang dan kaya nutrisi.

baca juga

Beberapa spesies cyanobacteria menghasilkan racun mempengaruhi hewan dan manusia, dengan gejalan berupa iritasi kulit, kram perut, muntah, mual, diare, demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

Kematian ratusan gajah secara misterius di Botswana pertama kali diketahui pada Mei, sejak bangkai hewan berbelalai ini ditemukan di Delta Okavango.

Mereka yang menyaksikan pertama kali fenomena ini ketika melakukan penerbangan, romongan Niall McCann, langsung melapor ke pemerintah.

"Mereka menemukan 169 (gajah) dalam penerbangan tiga jam. Untuk melihat dan menghitung sebanyak itu dalam penerbangan tiga jam itu sungguh luar biasa," kata Niall.

Kemudian sepanjang Mei dan Juni, total gajah yang mati di kawasan itu mencapai 330. Botswana sendiri merupakan rumah bagi sepertiga populasi gajah Afrika yang terus menurun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gajah Nia Melahirkan Anak, 14 Tahun Lalu Kena Jerat Manusia

Gajah Nia Melahirkan Anak, 14 Tahun Lalu Kena Jerat Manusia

Sulsel | Senin, 21 September 2020 | 08:02 WIB

Selamatkan Gajah Islamabad, Dokter Hewan Gunakan Lagu Frank Sinatra

Selamatkan Gajah Islamabad, Dokter Hewan Gunakan Lagu Frank Sinatra

Lifestyle | Selasa, 15 September 2020 | 13:05 WIB

150 Ekor Gajah Botswana Ditemukan Mati dalam Keadaan Misterius

150 Ekor Gajah Botswana Ditemukan Mati dalam Keadaan Misterius

Tekno | Rabu, 17 Juni 2020 | 09:30 WIB

Terkini

MengealSonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

MengealSonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Bali | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

News | Senin, 02 November 2026 | 11:32 WIB

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

News | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

7 Kandungan Skincare yang Perlu Dikenali untuk Membantu Mengatasi Flek Hitam

7 Kandungan Skincare yang Perlu Dikenali untuk Membantu Mengatasi Flek Hitam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 11:29 WIB

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Sentuh 0,22%, Cabai Merah Jadi Biang Kerok

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Sentuh 0,22%, Cabai Merah Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:28 WIB

×