Diminta Gabung Ketimbang Boikot Pilkada, PA 212: Pemerintah Jangan Tuli

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 24 September 2020 | 10:44 WIB
Diminta Gabung Ketimbang Boikot Pilkada, PA 212: Pemerintah Jangan Tuli
Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif. (Suara.com/Stephanus Aranditio).

Suara.com - Pihak istana meminta FPI, GNPF dan PA 212 untuk bergabung membantu pemerintah mengawasi pelanggaran protokol kesehatan ketimbang menyerukan untuk memboikot pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PA 212, Slamet Ma'arif mengatakan, pihaknya tetap pada pendiriannya meminta pelaksanaan Pilkada 2020 ditunda.

Ia mengatakan, pemerintah tak boleh keras kepala memaksakan penyelenggaraan pesta demokrasi di tengah pandemi.

"Pemerintah jangan budeg dan tuli serta keras kepala elemen masyarakat sudah banyak yang minta ditunda termasuk NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya," kata Slamet saat dihubungi Suara.com, Kamis (24/9/2020).

Ia menegaskan, jika pelaksanaan Pilkada tahun ini tak ditunda maka akan mengancam keselamatan masyarakat.

"Kita tetap pada tuntutan kita untuk batalkan Pilkada 2020, jika tidak dibatalkan kita tidak akan terlibat dalam seluruh rangkaian proses Pilkada 2020 demi keselamatan nyawa anak bangsa," ungkapnya.

Terkait seruan pihak istana meminta FPI, GNPF dan PA 212 membentuk Satgas untuk mengawasi pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan peserta Pilkada, Slamet mengatakan, sejak awal pihaknya sudah melakukan hal tersebut tanpa adanya instruksi dari istana.

"Sejak awal pandemi kita sudah turun ke lapangan tanpa diajak pemerintah juga, karena ini masalah kemanusiaan seperti Program peduli tenaga medis, program penyemprotan disinfektan, bagi bagi masker, tebar sembako dan lain-lain," tuturnya.

Bahkan menurutnya, pihaknya sampai meniadakan acara-acara seperti tabligh guna mencegah penyebaran virus corona.

baca juga

"Tapi penanganan pemerintah yang miss management, amburadul sehingga kenaikan terus bertambah tak terkendali," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

48 Negara Tunda Pemilu, Said Didu: Mungkin Tidak Ada Anak - Mantu yang Ikut

48 Negara Tunda Pemilu, Said Didu: Mungkin Tidak Ada Anak - Mantu yang Ikut

News | Kamis, 24 September 2020 | 10:43 WIB

Sah, Tak Ada Konser Musik di Pilkada 2020

Sah, Tak Ada Konser Musik di Pilkada 2020

Jabar | Kamis, 24 September 2020 | 10:08 WIB

Akhirnya! KPU Larang Konser di Pilkada 2020

Akhirnya! KPU Larang Konser di Pilkada 2020

News | Kamis, 24 September 2020 | 07:45 WIB

KPU Batasi Peserta Pengundian Nomor Urut Pilbup Sukabumi

KPU Batasi Peserta Pengundian Nomor Urut Pilbup Sukabumi

Jabar | Kamis, 24 September 2020 | 07:30 WIB

Tokoh dan Lembaga Minta Pilkada 2020 Ditunda, dari JK hingga Komnas HAM

Tokoh dan Lembaga Minta Pilkada 2020 Ditunda, dari JK hingga Komnas HAM

News | Rabu, 23 September 2020 | 22:38 WIB

Istana Respons Maklumat FPI Cs: Mending Gabung daripada Boikot Pilkada

Istana Respons Maklumat FPI Cs: Mending Gabung daripada Boikot Pilkada

News | Rabu, 23 September 2020 | 20:42 WIB

Jokowi Enggan Tunda Pilkada 2020, FPI: Semoga Dibalas Allah SWT

Jokowi Enggan Tunda Pilkada 2020, FPI: Semoga Dibalas Allah SWT

News | Rabu, 23 September 2020 | 20:32 WIB

Terkini

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:53 WIB

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB

Jurus Out of the Box Prananda Surya Paloh Rombak Wajah Garda Pemuda NasDem

Jurus Out of the Box Prananda Surya Paloh Rombak Wajah Garda Pemuda NasDem

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:41 WIB

Indonesia Mau ke Piala Dunia 2030? DPR: Syaratnya Satu, Siapkan Anggaran

Indonesia Mau ke Piala Dunia 2030? DPR: Syaratnya Satu, Siapkan Anggaran

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Ketua KPK dan Jaksa Agung Bahas Nasib Kasus Febrie Adriansyah, Bakal Disupervisi?

Ketua KPK dan Jaksa Agung Bahas Nasib Kasus Febrie Adriansyah, Bakal Disupervisi?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:31 WIB

Didesak Hajar 'Bajingan' Kasus Eks Jampidsus, Prabowo Disentil Jangan Cuma Omon-omon

Didesak Hajar 'Bajingan' Kasus Eks Jampidsus, Prabowo Disentil Jangan Cuma Omon-omon

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:27 WIB

9 Rute Transjakarta Terdampak Rekayasa Imbas Pembongkaran JPO Tendean

9 Rute Transjakarta Terdampak Rekayasa Imbas Pembongkaran JPO Tendean

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:24 WIB

Sempat Sulit Dijual, Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen Benny Tjokro Senilai Rp219,7 Miliar

Sempat Sulit Dijual, Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen Benny Tjokro Senilai Rp219,7 Miliar

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:16 WIB

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09 WIB

Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas

Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:02 WIB

×