Bos Chelsea Abramovich Biayai Organisasi Israel yang Usir Rakyat Palestina

Reza Gunadha | BBC | Suara.com

Jum'at, 25 September 2020 | 14:39 WIB
Bos Chelsea Abramovich Biayai Organisasi Israel yang Usir Rakyat Palestina
Pemilik Chelsea FC Roman Abramovich [AFP]

Suara.com - Roman Abramovich, pemilik klub sepak bola Chelsea menyumbang USD 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun melalui empat perusahaannya untuk Elad.

Elad adalah organisasi yang dituduh mengusir keluarga-keluarga Palestina dari Silwan, kawasan pendudukan di Yerusalem Timur.

Kesimpulan didapat oleh investigasi yang dilakukan BBC News Arabic setelah melakukan penelusuran dan pengecekan terhadap dokumen-dokumen yang dibocorkan ke BuzzFeed News, yang kemudian dibagikan kepada konsorsium wartawan investigatif internasional dan BBC.

BBC News Arabic mendapatkan bukti Elad mendanai proses pengusiran keluarga-keluarga Palestina, termasuk keluarga Sumarin, yang telah tinggal di perkampungan Silwan sejak 1950-an.

Keluarga Sumarin memegang bukti bahwa mereka berhak mendiami rumah mereka karena keluarga ini telah berada di Silwan sejak 1959.

Dengan dukungan sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan Otorita Palestina, keluarga Sumarin sejak 1991 berjuang membatalkan surat perintah yang meminta mereka keluar dari Silwan.

Namun oleh pengadilan di Yerusalem, keluarga Silwan dinyatakan kalah dan keluarga ini akan mengajukan banding.

Pendukung komunitas Yahudi

BBC mendapatkan bukti bahwa kasus-kasus terhadap keluarga Sumarin dan beberapa keluarga lain di Silwan didanai oleh Elad.

Saat ditanya oleh BBC, apakah Elad akan terus mendanai kasus melawan keluarga Palestina, Elad tidak memberikan jawaban.

Di Silwan, terdapat sekitar 450 pemukim Yahudi di antara 20.000 warga Palestina, namun jumlah pemukim Yahudi terus bertambah.

Sumbangan untuk Elad, dilakukan melalui empat perusahaan yang berkedudukan di British Virgin Islands, dengan nilai lebih dari USD 100 juta, antara 2005 hingga 2018.

Sejumlah dokumen memperlihatkan, Abramovich adalah donator terbesar Elad dalam 15 tahun terakhir.

Keempat perusahaan yang dimiliki atau di bawah kendali Abramovich ini didaftarkan pada hari yang sama di British Virgin Islands.

Abramovich, yang mendapatkan kewarganegaraan Israel pada 2018, dikenal sebagai donatur kegiatan riset, pembangunan permukiman, dan juga melakukan investasi di perusahaan-perusahaan lokal di Israel.

Juru bicara Abramovich kepada BBC mengatakan, "Abramovich adalah pendukung masyarakat madani Yahudi dan Israel dan selama lebih dari 20 tahun ini telah menyumbangkan lebih dari US$500 juta untuk mendukung layanan kesehatan, sains, pendidikan dan mendukung komunitas Yahudi baik di Israel maupun di seluruh dunia."

Penelusuran oleh BBC News Arabic mengungkap bahwa ini untuk pertama kalinya didapat bukti bahwa pemilik Chelsea tersebut mendukung dan mendanai organisasi yang mengusir warga Palestina dari Yerusalem Timur.

Siapa Elad?

Elad merupakan organisasi yang mendukung pembangunan permukiman Yahudi di Silwan dan pada 2007, 90% dana operasional Elad berasal dari empat perusahaan yang dimiliki atau dikontrol oleh Abramovich.

Organisasi ini mendapat dukungan dari pemerintah Israel dan dikenal ingin memperkuat keberadaan warga Yahudi di perkampungan Silwan, dengan cara antara lain mengusir keluarga-keluarga Palestina.

Shahar Shilo, mantan direktur pemasaran Elad, mengatakan bahwa membangun permukiman Yahudi di Silwan adalah aktivitas utama Elad.

Elad mengatakan sebagai organisasi nirlaba operasional, transparansi, dan pendanaan mereka sudah sesuai dengan aturan dan perundang-undangan di Israel.

Soal pendanaan dari Abramovich, Doron Spielman, wakil presiden Elad, mengatakan, "Kami sangat menghargai privasi para donatur kami. [Tapi jika ada yang ingin tahu] nama para donatur yang kami pasang di kawasan City of David."

City of David adalah kawasan arkeologis di Silwan yang oleh Elad dipromosikan sebagai tujuan wisata.

Ditentang keras oleh PBB

Donasi memungkinkan Elad meningkatkan keberadaan mereka di Silwan. Elad memiliki dan menjalankan beberapa situs wisata dan membantu memukimkan keluarga-keluarga Yahudi di Silwan.

Dengan dukungan Abramovich, yang sekarang memagang atribut sebagai warga terkaya di Israel, hanya dalam kurun 30 tahun Elad telah berhasil mengubah perkampungan Palestina di Silwan menjadi City of David.

Berdasarkan hukum internasional, Israel dilarang membangun permukiman di wilayah pendudukan.

Pada 2016, Dewan Keamanan PBB menyatakan bahwa tindakan Israel membangun permukiman Yahudi di Yerusalem Timur adalah "jelas-jelas pelanggaran terhadap hukum internasional".

Namun pandangan ini ditolak oleh pemerintah Israel dan juga oleh pemerintah Presiden Donald Trump.

Banyak negara menentang langkah Israel membangun dan memperluas perumahan bagi warga Yahudi di Yerusalem Timur, termasuk pemerintah Indonesia dan Inggris.

Pemerintah Inggris memperingatkan bahwa tindakan Israel tersebut "menghalangi upaya mewujudkan perdamaian" di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Roman Abramovich Gelontorkan Dana Rp 1,4 Triliun untuk Pemukiman Yahudi

Roman Abramovich Gelontorkan Dana Rp 1,4 Triliun untuk Pemukiman Yahudi

Video | Kamis, 24 September 2020 | 10:35 WIB

Eks Persib Ungkap Rahasia Bos Chelsea, Tak Mau Jual Pemain ke Spurs

Eks Persib Ungkap Rahasia Bos Chelsea, Tak Mau Jual Pemain ke Spurs

Bola | Senin, 07 September 2020 | 13:20 WIB

Warga Palestina Diupah buat Bakar Bendera Indonesia, Reaksinya Mengejutkan

Warga Palestina Diupah buat Bakar Bendera Indonesia, Reaksinya Mengejutkan

News | Senin, 24 Agustus 2020 | 17:39 WIB

Viral Anak Palestina Ucapkan Terima Kasih dengan Bahasa Daerah di Indonesia

Viral Anak Palestina Ucapkan Terima Kasih dengan Bahasa Daerah di Indonesia

Jogja | Selasa, 21 Juli 2020 | 17:30 WIB

Warga Palestina Mengenang Iyad Halaq dan George Floyd

Warga Palestina Mengenang Iyad Halaq dan George Floyd

Video | Kamis, 04 Juni 2020 | 13:00 WIB

Polisi Israel Tembak Mati Warga Palestina Berkebutuhan Khusus

Polisi Israel Tembak Mati Warga Palestina Berkebutuhan Khusus

News | Senin, 01 Juni 2020 | 17:57 WIB

Dikecam, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser

Dikecam, Tentara Israel Seret Mayat Warga Palestina Pakai Buldoser

News | Senin, 24 Februari 2020 | 20:31 WIB

Cerita Haru Pertemuan Ibu dan Anak Palestina Usai Berpisah 20 Tahun

Cerita Haru Pertemuan Ibu dan Anak Palestina Usai Berpisah 20 Tahun

News | Kamis, 05 Desember 2019 | 09:31 WIB

Terkini

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:38 WIB

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:07 WIB

Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan

Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:34 WIB

Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun

Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:26 WIB

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:24 WIB

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:22 WIB

Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok

Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:20 WIB