Bantu Anak Kerjakan PR Matematika, Ayah Kena Serangan Jantung

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:58 WIB
Bantu Anak Kerjakan PR Matematika, Ayah Kena Serangan Jantung
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Matematika terkenal sebagai pelajaran yang sukar dimengerti sebagian orang saat mereka duduk di bangku sekolah.

Kondisi itu pula yang dialami seorang siswa sekolah asal China. Karena sulitnya mengerjakan pekerjaan rumah (PR) matematika, dia meminta bantuan sang ayah.

Namun, keputusan bocah laki-laki yang tak disebutkan namanya itu terbilang kurang tepat. Sang ayah yang coba membantu dibikin frustasi oleh berbagai angka dan rumus yang terbentang.

Saking kesulitan mengerjakan PR matematika anaknya, pria bernama Liu (45) itu sampai-sampai mengalami serangan jantung, sebagaimana dilaporkan New York Post.

Insiden yang hampir fatal itu berlangsung bulan lalu, di mana warga Shenzen itu membantu tugas matematika anaknya yang duduk di kelas tiga sekolah dasar.

Menurut laporan rumah sakit, Liu mengaku mengalami sedikit nyeri dada setiap kali kebingungan untuk menjelaskan soal-soal matematika ke anaknya.

Saat tengah mengajari beberapa soal lagi untuk anaknya, Liu tiba-tiba mengalami nyeri dada dan sesak napas sebelum akhirnya pingsan.

Menyadari ada sesuatu yang salah, Liu melapor ke Rumah Sakit Rakyat Ketiga di Shenzhen keesokan harinya, di mana dia mulai kejang dan mulut berbusa sebelum pingsan lagi.

Untungnya, petugas medis dapat menghidupkan kembali pria itu dan menstabilkan kondisinya.

Pemeriksaan selanjutnya mengungkapkan bahwa Liu menderita infark miokard, di mana arteri koroner utamanya hampir sepenuhnya tersumbat, secara efektif memutus aliran darah ke jantung.

Ahli jantung Dr. Gao Hong mengatakan kondisi Liu dipicu oleh emosi yang kuat--rasa frustrasi yang dia alami saat mengawasi tugas sekolah putranya.

Secara khusus, kegelisahan Liu menyebabkan tekanan darahnya melonjak, yang pada gilirannya merusak pembuluh darah dan jantungnya, kata Gao.

Untungnya, melalui operasi darurat, Liu dapat menghindari kematian akibat aritmatika dan saat ini sedang memulihkan diri di rumah sakit.

Ini bukan pertama kalinya seseorang mengalami serangan jantung akibat stres.

Pada bulan April, pasien menjadi berita utama setelah menderita penyakit koroner yang dikabarkan mungkin dipicu oleh stres akibat virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia dan China Sepakat Kerja Sama Penggunaan Mata Uang Lokal

Indonesia dan China Sepakat Kerja Sama Penggunaan Mata Uang Lokal

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2020 | 07:33 WIB

Heboh Napi China Kabur dari Lapas Tangerang, Benarkah Ada Sipir Tertidur?

Heboh Napi China Kabur dari Lapas Tangerang, Benarkah Ada Sipir Tertidur?

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2020 | 07:20 WIB

Studi AS: Kondisi Ini Membuat Pasien Covid-19 Sulit Diselamatkan

Studi AS: Kondisi Ini Membuat Pasien Covid-19 Sulit Diselamatkan

Health | Rabu, 30 September 2020 | 19:35 WIB

Fakta Baru Aksi Napi Asal China, Colong HP Tahanan saat Kabur dari Lapas

Fakta Baru Aksi Napi Asal China, Colong HP Tahanan saat Kabur dari Lapas

News | Rabu, 30 September 2020 | 18:06 WIB

Ridwan Kamil Prediksi Vaksinisasi Massal Efektif 2022

Ridwan Kamil Prediksi Vaksinisasi Massal Efektif 2022

Jabar | Rabu, 30 September 2020 | 18:05 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB