Geger, Ketua DPRD Kuningan Sebut Pondok Pesantren Jangan Jadi Limbah Wabah

Reza Gunadha, Hadi Mulyono

Senin, 05 Oktober 2020 | 12:18 WIB
Geger, Ketua DPRD Kuningan Sebut Pondok Pesantren Jangan Jadi Limbah Wabah
Video provokatif Ketua DPRD Kuningan. (YouTube/Kuningan AYEUNA)

Suara.com - Saat dunia pendidikan tengah kacau balau imbas pandemi covid-19, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy justru membuat pernyataan yang menyakiti perasaan para santri.

Pernyataan Nuzul tersebut terekam kamera wartawan hingga viral di media sosial salah satunya setelah diunggah channel YouTube Kuningan AYEUNA, Sabtu (03/10/2020).

Dalam video berdurasi 5 menit 23 detik itu, Nuzul menyoroti lonjakan kasus corona di Ponpes Khusnul Khatimah, Kuningan, Jawa Barat.

"Karena kasus di Khusnul ini, kasus yang luar biasa, maka saya minta kepala daerah untuk melakukan penanganan yang luar biasa. Jangan hanya isolasi 2 minggu, karena 2 ribu sampai 3 ribu santri bisa jadi bola salju," ujar Nuzul.

Ia lantas mendesak pemerintah dan Gugus Tugas penanganan Covid-19 agar segera menutup dan memulangkan santri-santri yang ada.

Video provokatif Ketua DPRD Kuningan. (YouTube/Kuningan AYEUNA)
Video provokatif Ketua DPRD Kuningan. (YouTube/Kuningan AYEUNA)

Nuzul yang mengaku asli warga setempat (Masnis Kidul) itu menegaskan kalau selama ini daerahnya zona aman.

Menurutnya, sudah 6 bulan lebih daerahnya tidak pernah terdengar kabar kasus Covid-19 namun tiba-tiba meledak.

Kemudian pada menit ke 1:50, pernyataan Nuzul yang menyinggung santri dan dunia pesantren terlontar.

"Jangan sampai khusnul ini hanya membawa limbah, limbah wabah, dan limbah segalanya. Jadi saya minta pemerintah daerah dan gugus tugas segera menutup dan memulangkan para santri ini, jangan sampai masyarakat jadi korban," ceplos Nuzul di hadapan wartawan.

baca juga

Meski begitu, ia tetap mengapresiasi Ponpes Khusnul berkaitan dengan pengembangan pendidikannya yang terus mengalami kemajuan.

"Tapi di sisi lain, kegiatan lain misalnya laundry. Laundry itu kan berapa ribu potong pakaian yang dilaundrykan. Baju itu media, berpotensi untuk menyebarkan," sambung Nuzul.

Pernyataan Nuzul itu pun membuat publik geram salah satunya pemilik akun Dicky Cus***.

"Bapa lucu sekali berbicara sekelas Ketua DPRD dengan kata-kata LIMBAH. Bapak jangan lupa ikut sekolah lagi, supaya Bapak paham berbicara yang baik & benar itu seperti apa. Satu lagi pak, Bapak berbicara protokol kesehatan?  Bapa sehat di samping bapa itu jaraknya berapa meter?" timpalnya.

"Pejabat gak cerdas, bukan cari solusi malah gak pantas menyebut ponpes limbah, padahal sebaliknya, menggeliatkan ekonomi sosial keagamaan," sambung akun Kusnaidi Aba*****

"Pak tolong diperbaiki perkataannya , pakai masker , fisikal distancing bapak ini pejabat kalau pejabatnya kaya gini bagaimana rakyatnya? Kami santri bukan limbah," ujar warganet lainnya Rafael ****

Video selengkapnya di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:00 WIB

BRIN Paparkan Riset ke Prabowo: Potensi Limbah Sawit Jadi Listrik

BRIN Paparkan Riset ke Prabowo: Potensi Limbah Sawit Jadi Listrik

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Kebakaran Gunung Ciremai Kian Meluas ke Majalengka

Kebakaran Gunung Ciremai Kian Meluas ke Majalengka

Foto | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Viral Mobil MBG Dipakai Buat Piknik Keluarga

Viral Mobil MBG Dipakai Buat Piknik Keluarga

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Modal 1.000 Botol dan 700 Galon Bekas, Perahu GWK Kelapa Gading Juara Festival Cilung

Modal 1.000 Botol dan 700 Galon Bekas, Perahu GWK Kelapa Gading Juara Festival Cilung

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:01 WIB

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan

Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Bisakah Limbah Sawit Gantikan Plastik Sekali Pakai? Studi Ungkap Hal Ini

Bisakah Limbah Sawit Gantikan Plastik Sekali Pakai? Studi Ungkap Hal Ini

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:43 WIB

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Terkini

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×