Hewan Berkantung Ini untuk Pertama Kalinya Dilepaskan sejak 3.000 Tahun

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:54 WIB
Hewan Berkantung Ini untuk Pertama Kalinya Dilepaskan sejak 3.000 Tahun
Ilustrasi Tasmanian Devils.[Unsplash/David Clode]

Suara.com - Hewan berkantung terbesar yang masih hidup di dunia, Tasmania Devils, dikembalikan ke alam liar di daratan Australia untuk pertama kalinya dalam 3.000 tahun.

Menyadur Asia One, Rabu (7/10/2020) aktor Chris Hemsworth dan Elsa Pataky bergabung dengan kelompok konservasi untuk melepaskan 11 Tasmanian Devils ke suaka margasatwa di New South Wales pada bulan lalu.

Hewan karnivora seukuran anjing kecil tersebut dipopulerkan oleh karakter kartun Looney Tunes yang ganas yang dikenal sebagai "Taz".

Tasmanian Devils masuk dalam daftar sebagai hewan yang terancam punah di Daftar Merah PBB pada tahun 2008.

"Ini adalah pertama kalinya dalam 3.000 tahun, atau sekitar itu, Tasmanian Devils menjelajahi hutan daratan dan sebagai predator puncak, ini sangat penting," kata Tim Faulkner, presiden kelompok konservasi Aussie Ark.

Aussie Ark, yang telah mengerjakan program dengan Global Wildlife Conservation dan WildArk, telah mengembang biakan Tasmania Devils dan berencana untuk melepaskan 20 lagi tahun depan, dan 20 lagi di tahun berikutnya.

Faulkner mengatakan pelepasan puluhan Tasmanian Devils tersebut adalah momen monumental dalam membangun kembali ekosistem di Australia.

"Pelepasan Devils ini akan menjadi yang pertama dari banyak," kata Faulkner.

"Kami telah membiakkan hampir 400 joey, dan kami berada di titik sekarang karena kami dapat memanen beberapa untuk kembali ke alam liar." jelas Faulkner.

baca juga

Aktor pemeran tokoh Thor dalam film Marvel Cinematic Universe, berkata: "Kami telah memasang beberapa perangkap untuk menangkap Devils, dan kemudian kami akan melepaskan mereka ke alam liar."

Tasmanian Devils hilang dari daratan setelah diburu oleh dingo, hewan beban, dan telah dikurung di negara bagian pulau Tasmania. Tetapi jumlahnya juga telah menurun sejak tahun 1990-an karena penyakit tumor wajah.

Australia memiliki tingkat kepunahan mamalia terburuk di dunia dan pengenalan kembali akan membantu menyeimbangkan kembali ekologi yang rusak akibat masuknya predator invasif, kata Faulkner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MAMPU, Program Kesetaraan Gender Indonesia - Australia berakhir Tahun Ini

MAMPU, Program Kesetaraan Gender Indonesia - Australia berakhir Tahun Ini

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2020 | 09:44 WIB

Bagi Tips Cara Nikahi Bule, Mas Yoyok Pria Asal Bantul: Kudu Pinter Masak

Bagi Tips Cara Nikahi Bule, Mas Yoyok Pria Asal Bantul: Kudu Pinter Masak

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 18:25 WIB

Hendak Jalan-Jalan di Taman, Lansia Perempuan 66 Tahun Dirudapaksa Remaja

Hendak Jalan-Jalan di Taman, Lansia Perempuan 66 Tahun Dirudapaksa Remaja

News | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 05:31 WIB

Terkini

IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut

IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:04 WIB

Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum

Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:00 WIB

Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:50 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:47 WIB

Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup

Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:37 WIB

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:05 WIB

Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung

Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:56 WIB

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:46 WIB

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:37 WIB

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:13 WIB

×