Prancis Desak Negara-negara Arab Hentikan Boikot: Seruan Itu Tidak Berdasar

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:41 WIB
Prancis Desak Negara-negara Arab Hentikan Boikot: Seruan Itu Tidak Berdasar
Produk Prancis diboikot di supermarket di Timur Tengah.[Twitter]

Suara.com - Prancis mendesak negara-negara Arab untuk mengakhiri seruan boikot sebagai protes atas pembelaan Presiden Emmanuel Macron untuk menayangkan kartun Nabi Muhammad.

Menyadur Gulf News, Kementerian luar negeri Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu bahwa dalam beberapa hari terakhir ada seruan untuk memboikot produk Prancis, terutama makanan di sejumlah negara di timur tengah.

Selain itu juga ada seruan untuk melakukan aksi demonstrasi melawan Prancis atas penerbitan karikatur Nabi Muhammad.

Di Yordania, Qatar dan Kuwait sejumlah supermarket sudah tidak menjual barang-barang yang berasal dari Prancis.

Di Kuwait, serikat retail besar telah memerintahkan pemboikotan barang-barang Prancis. Serikat Non-pemerintah dari Masyarakat Koperasi Konsumen mengatakan telah mengeluarkan arahan sebagai tanggapan atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah konferensi pers di London, Inggris pada 15 Mei kemarin. [AFP/Matt Durham]
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah konferensi pers di London, Inggris pada 15 Mei kemarin. [AFP/Matt Durham]

"Seruan boikot ini tidak berdasar dan harus segera dihentikan, serta semua serangan terhadap negara kami yang didorong oleh minoritas radikal," kata pernyataan Kemenlu Prancis.

Pada hari Minggu, Macron mengatakan di akun Twitternya: "Kami tidak akan pernah menyerah. Kami tidak menerima pidato kebencian dan mempertahankan debat yang masuk akal," cuit Macron.

Tagar yang menyerukan boikot jaringan supermarket Prancis, Carrefour, menjadi topik paling trending kedua di Arab Saudi.

Sementara itu, protes terlihat di Libya, Suriah, dan Jalur Gaza. Protes tersebut berasal dari komentar yang dibuat oleh Macron setelah kasus pemenggalan seorang guru sejarah yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Macron mengatakan bahwa gurunya dibunuh karena para Islamis menginginkan masa depannya, tetapi Prancis tidak akan melepaskannya.

Para pemimpin politik di Turki dan Pakistan juga ikut menyerang Macron, menuduhnya tidak menghormati kebebasan berkeyakinan dan meminggirkan jutaan Muslim di Prancis.

Pada hari Minggu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyarankan, untuk kedua kalinya, bahwa Macron harus menjalani perawatan mental atas pandangannya tentang Islam. Komentar tersebut membuat Prancis menarik duta besarnya dari Turki.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam bahwa para diplomatnya sedang bergerak untuk menanyakan kepada negara-negara di timur tengah untuk tidak mendukung seruan boikot dan untuk memberikan jaminan bahwa warga Prancis akan aman.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menulis di akun Twitternya bahwa Macron memilih "untuk mendorong Islamofobia dengan menyerang Islam daripada teroris" dan "dengan sengaja memprovokasi Muslim, termasuk warganya sendiri."

Organisasi Kerja Sama Islam yang beranggotakan 57 negara, yang berkantor pusat di Arab Saudi, pada hari Jumat mengutuk praktik penerbitan karikatur Nabi Muhammad dan berjanji akan terus mencela pembenaran untuk penistaan agama apa pun atas nama kebebasan berekspresi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MUI: Presiden Prancis Suburkan Islamophobia

MUI: Presiden Prancis Suburkan Islamophobia

Jabar | Senin, 26 Oktober 2020 | 13:14 WIB

Pemuda Ditangkap karena Menyukai Foto Pemenggalan Guru di Prancis

Pemuda Ditangkap karena Menyukai Foto Pemenggalan Guru di Prancis

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 12:56 WIB

Sebut Emmanuel Macron Butuh Perawatan Mental, Prancis Kecam Presiden Turki

Sebut Emmanuel Macron Butuh Perawatan Mental, Prancis Kecam Presiden Turki

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 08:38 WIB

Terkini

Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas

Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:53 WIB

KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring

KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:33 WIB

DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi

DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:26 WIB

Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu

Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:14 WIB

Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN

Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:07 WIB

Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya

Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:02 WIB

Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta

Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:54 WIB

Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana

Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:36 WIB

Wamen Imigrasi Silmy Karim Diburu KPK Terkait OTT, Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA?

Wamen Imigrasi Silmy Karim Diburu KPK Terkait OTT, Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA?

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:35 WIB

Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi

Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:26 WIB