Megawati Cibir Pendemo, Buruh: Ibu Ingat Dulu Sampai Nangis-nangis Era SBY?

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:13 WIB
Megawati Cibir Pendemo, Buruh: Ibu Ingat Dulu Sampai Nangis-nangis Era SBY?
Megawati Soekarnoputri. [Capture tayangan televisi]

Suara.com - Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, terus menuai kecaman setelah mengutarakan pernyataan kontroversial yang mencibir aksi-aksi massa menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Terbaru, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos meminta Megawati mengingat tahun 2008, kala mengkritik Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono  menaikan harga BBM.

Ketika itu, dalam acara Rakernas PDIP di Makassar, Megawati selaku kandidat calon presiden Pilpres 2009 sempat menangis.

Tak hanya itu, Megawati saat itu juga menyanyikan lagu Iwan Fals berjudul Galang Rambu Anarki di hadapan kadernya, lantaran mengaku sedih melihat kondisi rakyat.

Menurut Nining, Megawati semestinya berkaca pada kejadian 22 tahun silam tersebut. Bukan justru, setelah menjadi partai penguasa, melarang atau mendiskreditkan gerakan mahasiswa, pelajar, buruh menolak UU Cipta Kerja.

"Ingat dong ketika mereka juga, bagaimana mengkritik rezim SBY menaikkan harga BBM, sampai nangis-nangis dan bagaimana membuat empati. Kenapa ketika mereka berkuasa orang tidak lagi boleh mengkritik dan turun ke jalan. Ini menunjukkan otoriterisme kembali di negeri kita," kata Nining saat dihubungi Suara.com, Kamis (29/10/2020) malam.

Nining meminta Megawati mengerti alasan buruh, mahasiswa, petani, dan aktivis menggelar aksi massa karena aspirasi rakyat kecil tak ditampung oleh pemerintah dan DPR.

Terlebih, regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan DPR juga dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

"Dikritik itu karena para pemimpin melahirkan berbagai macam regulasi yang tidak berpihak pada rakyat, mengeksploitasi sumber daya alam dan lingkungan, serta ditambah lagi ruang demokrasi semakin terjadi kemunduran. Itu realita yang kita hadapi," jelas Nining.

baca juga

Nining menilai, kalau pemerintah dan DPR tak ingin mendapat kritik, maka semestinya membuat regulasi yang berpihak kepada rakyat.

Bukan justru melarang atau menggembosi gerakan rakyat yang menolak regulasi dan kebijakan yang merugikan.

"Kalau Pemerintah tidak boleh dikritik atau didemonstrasi ya bikin dong regulasi yang berpihak kepada rakyat, bukan kemudian semakin merusak rakyat," kata dia.

"Kenapa kemudian saat ini anak muda turun ke jalan karena dia juga berpikir tentang persoalan bagaimana nasibnya ke depan dan nasib bangsa," sambung Nining.

Megawati sebelumnya menyoroti demonstrasi yang digelar mahasiswa, pelajar, buruh dan elemen masyarakat lainnya menolak Omnibus Law - Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta dan sejumlah daerah lain hingga berujung ricuh.

Putri mendiang Presiden pertama RI Soekarno itu mempertanyakan urgensi mereka melakukan aksi demonstrasi.

Sebab, menurut dia, pihak-pihak yang merasa tidak setuju dengan aturan tersebut bisa menyampaikan aspirasinya melalui DPR.

"Kurang apa saya bilang pada mereka yang mau demo-demo, ngapain sih kamu demo-demo. Kalau tak cocok, pergi ke DPR. Di sana ada yang namanya rapat dengar pendapat. Itu terbuka bagi aspirasi," kata Megawati saat peresmian sejumlah kantor PDIP secara virtual dari kediamannya di Teuku Umar, Jakarta, Rabu (28/10).

Selain itu, Megawati juga menyoroti terkait adanya perusakan fasilitas umum di tengah-tengah aksi demonstrasi. Menurut dia, apa yang dilakukan itu telah merugikan keuangan negara.

"Masya Allah, susah-susah bikin halte-halte TransJakarta, enak saja dibakar, emangnya duit lo? Ditangkap tak mau, gimana ya. Aku sih pikir lucu banget nih Republik Indonesia sekarang," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa Balas Megawati: Berapa Banyak Kerusakan Alam Akibat Penguasa

Mahasiswa Balas Megawati: Berapa Banyak Kerusakan Alam Akibat Penguasa

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:10 WIB

PKS Minta Milenial Tak Ladeni Cibiran Mega: Kalau Mau Sukses Jangan Baper

PKS Minta Milenial Tak Ladeni Cibiran Mega: Kalau Mau Sukses Jangan Baper

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:03 WIB

Mega Cibir Demo, Buruh: Tak Pantas Diucapkan Jika Ngaku Partai Wong Cilik

Mega Cibir Demo, Buruh: Tak Pantas Diucapkan Jika Ngaku Partai Wong Cilik

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 12:18 WIB

Megawati Cibir Demo Berujung Bakar Halte, BEM SI: Itu Bukan Pendemo!

Megawati Cibir Demo Berujung Bakar Halte, BEM SI: Itu Bukan Pendemo!

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 11:44 WIB

Megawati Kaitkan Milenial dengan Pembakaran Halte, PKS: Itu Ulah Oknum

Megawati Kaitkan Milenial dengan Pembakaran Halte, PKS: Itu Ulah Oknum

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 11:25 WIB

Kritik Pedas Asfinawati ke Megawati, Ingatkan Peristiwa Kudatuli

Kritik Pedas Asfinawati ke Megawati, Ingatkan Peristiwa Kudatuli

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 11:22 WIB

Bela Pendemo yang Dicibir Megawati, Asfinawati Ungkit Peristiwa Kuda Tuli

Bela Pendemo yang Dicibir Megawati, Asfinawati Ungkit Peristiwa Kuda Tuli

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 11:07 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Proker, Ini 8 Soft Skill Berharga yang Diam-Diam Terasah Saat KKN

Bukan Sekadar Proker, Ini 8 Soft Skill Berharga yang Diam-Diam Terasah Saat KKN

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:36 WIB

BK DPRD Masih Periksa 2 Kader Golkar Riau Terkait Kerusuhan di Gedung Dewan

BK DPRD Masih Periksa 2 Kader Golkar Riau Terkait Kerusuhan di Gedung Dewan

Riau | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:26 WIB

Cak Imin Rayu Parpol Ubah 108 Undang-undang Demi Prabowonomics

Cak Imin Rayu Parpol Ubah 108 Undang-undang Demi Prabowonomics

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:24 WIB

Apa Saja Zodiak yang Termasuk dalam Elemen Air? Kenali Ciri Khas dan Kepribadiannya

Apa Saja Zodiak yang Termasuk dalam Elemen Air? Kenali Ciri Khas dan Kepribadiannya

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:23 WIB

Menertawakan Diri Sendiri: Katarsis Emosi ala Warganet Melihat Konten Kemewahan Absurd Indra Perdana

Menertawakan Diri Sendiri: Katarsis Emosi ala Warganet Melihat Konten Kemewahan Absurd Indra Perdana

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:22 WIB

Kembali Dibintangi Chris Hemsworth, Syuting Film Extraction 3 Resmi Dimulai

Kembali Dibintangi Chris Hemsworth, Syuting Film Extraction 3 Resmi Dimulai

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:20 WIB

Keputusan John Herdman Tak Panggil Ricky Kambuaya di Piala AFF 2026 Dipertanyakan

Keputusan John Herdman Tak Panggil Ricky Kambuaya di Piala AFF 2026 Dipertanyakan

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:19 WIB

Bomber Liga AS Ingin Akhiri Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bomber Liga AS Ingin Akhiri Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:12 WIB

Menteri UMKM Sebut Pengemudi Ojek Online Dianggap Pengusaha Mikro Transportasi Online

Menteri UMKM Sebut Pengemudi Ojek Online Dianggap Pengusaha Mikro Transportasi Online

Video | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:10 WIB

Rekam Jejak Troy Pantouw Jubir IKN yang Ditemukan Tewas di Rusun ASN

Rekam Jejak Troy Pantouw Jubir IKN yang Ditemukan Tewas di Rusun ASN

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:03 WIB

×