Wapres Kamala Harris: Perempuan Bagi Masa Depan Amerika

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 09 November 2020 | 10:28 WIB
Wapres Kamala Harris: Perempuan Bagi Masa Depan Amerika
DW

Suara.com - Dengan kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS 2020, Kamala Harris akan menjadi wakil presiden perempuan pertama dalam sejarah yang wakili minoritas kulit berwarna dan keturunan imigran.

Dengan perolehan suara mayoritas untuk Joe Biden dari Partai Demokrat Amerika Serikat, untuk pertama kalinya dalam sejarah, jabatan wakil presiden akan diduduki oleh perempuan.

Bukan hanya itu, perempuan yang akan menjadi wakil presiden negara Paman Sam ini juga mewakili minoritas kulit berwarna dan keturunan imigran asal India.

Pada 19 Agustus lalu, Kamala Harris telah secara resmi menjadi calon wakil presiden dari Partai Demokrat mendampingi Joe Biden.

Pencalonan ini disebut-sebut sebagai pencalonan bersejarah karena dia adalah perempuan kulit hitam dan orang Asia-Amerika pertama yang bertarung dalam kontestasi pemilihan umum di AS, Rabu (03/11).

Dalam pidato sambutan resmi setelah menerima pencalonannya, Kamala memperkenalkan tiga orang perempuan dalam hidupnya yang ia anggap menjadi sumber kekuatan dan inspirasi.

Ketiganya yakni adik perempuannya Maya Harris; keponakan Meena Harris; dan Ella Emhoff, putri dari suaminya yaitu Harris Douglas Emhoff, yang dinikahi Kamala pada tahun 2014 dan baru saja mengambil cuti panjang untuk mendukung kampanye istrinya.

“Para perempuan ini menginspirasi kami untuk mengangkat pelita, dan terus berjuang,” ujar Kamala Harris dalam pidato sambutan di konvensi peringatan 100 tahun amandemen ke-19 yang memberi perempuan Amerika hak untuk memilih.

Harris berulang kali menekankan bahwa dia mengutamakan keluarga, dan baginya, perempuan yang memegang peran besar dalam hidupya adalah almarhumah sang ibu, Shyamala.

baca juga

Perempuan itu semasa hidupnya adalah seorang peneliti kanker yang sangat dihormati dan beremigrasi ke AS dari India.

Perjuangkan hak-hak warga sipil Kamala Devi Harris lahir tanggal 20 Oktober 1964 di Oakland di negara bagian California, AS.

Sebagai anak imigran yang berkulit gelap, Kamala telah dihadapkan pada masalah rasisme dan diskriminasi bahkan sejak usia taman kanak-kanak.

Berdasarkan pengalaman serta berkat didikan orang tuanya, Kamala sejak kecil sudah tertarik pada masalah hak-hak warga sipil, khususnya kaum marjinal.

Setelah memperoleh gelar sarjana dari Howard University dan gelar sarjana hukum dari University of California, dia memulai karir di Kantor Kejaksaan Distrik Alameda County.

Kamala sangat cerdas, karirnya bersinar gemilang di California. Sejak 2004 hingga tahun 2011, Kamala ditunjuk menjadi Jaksa Wilayah San Francisco.

Saat itu ia memulai program yang memungkinkan para pelaku narkoba pemula untuk memperoleh ijazah sekolah menengah atas dan mendapatkan pekerjaan.

Setelah menyelesaikan dua kali masa jabatan sebagai Jaksa Wilayah San Francisco, Kamala terpilih sebagai perempuan Afrika-Amerika pertama sekaligus perempuan pertama yang menjabat sebagai Jaksa Agung California tahun 2011 hingga 2017.

Selama masa jabatan kali ini, Kamala memenangkan gugatan sengketa senilai 25 miliar dolar AS bagi para pemilik rumah di California yang terkena dampak krisis penyitaan rumah pada masa depresi ekonomi di AS.

Dia juga membela undang-undang perubahan iklim California, memperjuangkan UU perawatan kesehatan yang terjangkau, serta mendukung hak-hak kaum LGBTQ dan kesetaraan pernikahan untuk semua warga California.

Dari keluarga cerdas dan pekerja keras Kamala Harris memang datang dari keluarga yang terkenal akan kerja keras mereka, baik di Jamaika maupun di AS. Bila ibunya, Shyamala Gopalan, adalah peneliti kanker yang disegani, ayahnya yaitu Donald Harris adalah profesor emeritus di Universitas Stanford yang berasal dari Orange Hill, Jamaika, dan kemudian beremigrasi ke AS.

Orang tua Kamala bertemu dan berkenalan saat berdemonstrasi untuk hak-hak sipil di jalan-jalan di Berkeley, California.

Keduanya kemudian menjalin hubungan dan menikah lalu memiliki dua anak perempuan. Namun hubungan Kamala dengan ayahnya merenggang seiring perceraian kedua orang tuanya di tahun 1972, tetapi Kamala masih sering mengunjungi Jamaika saat masih muda.

Di Jamaika sendiri, keluarga Harris memang dikenal akan peran mereka dalam bidang bisnis dan politik. Nenek buyut Kamala, yaitu Christiana Brown, semasa hidupnya menjalankan toko yang menjual barang-barang kering di kota Brown, Jamaika.

Toko ini cukup populer di kalangan masyarakat setempat. Sementara itu, bibi Kamala yaitu Thelma Harris pernah menjabat sebagai anggota dewan kota untuk Partai Buruh Jamaika pada tahun 1970-an.

Pada masa itu, perempuan masih relatif jarang terlibat dalam politik di negara tersebut. Kerabat lainnya juga memegang posisi lokal untuk salah satu partai politik terbesar di Jamaika. Setelah mengikuti karir Kamala selama bertahun-tahun, keluarga besar Harris di Jamaika sangat bergembira atas momen bersejarah yang melibatkan kerabat mereka ini. Seperti Donald Harris, banyak orang asal Orange Hill yang juga beremigrasi dan mencari kehidupan yang lebih baik di AS.

Pencalonan Kamala Harris pada Rabu kemarin telah memberikan harapan baru untuk mereka.

“Keluarga Harris adalah pekerja keras. Jadi perempuan itu sekarang, ketika saya mendengarnya, saya tertawa dan bersukacita,” kata Vita Stevenson, seorang pemilik toko berusia 75 tahun di Orange Hill.

“Saya punya anak perempuan di sana yang memberi saya informasi tentang semua yang terjadi di Amerika... Saya berdoa untuk kemenangan (Kamala).” “Tidak ada vaksin untuk rasisme” Saat ibu Kamala melahirkannya di Oakland, "dia mungkin tidak pernah membayangkan bahwa saya akan berdiri di hadapan Anda sekarang, mengucapkan kata-kata ini: Saya menerima pencalonan Anda sebagai wakil presiden Amerika Serikat," ujar Kamala saat pencalonan resminya.

Kamala selalu ingat akan pelajaran berharga dari almarhum ibunya. Ia mengatakan ibunya telah menanamkan nilai-nilai dalam dirinya dan saudara perempuannya yang sangat berpengaruh dalam membentuk peta jalan hidup mereka.

“Dia membesarkan kami untuk menjadi perempuan kulit hitam yang bangga dan kuat. Dan dia membesarkan kami untuk mengetahui dan bangga dengan warisan leluhur India kami."

Pelajaran ini ia teruskan kepada masyarakat lebih luas dengan mengatakan bahwa dia memiliki visi bahwa “bangsa kita sebagai komunitas yang dicintai - di mana semua orang diterima, tanpa peduli seperti apa penampilan kita, dari mana kita berasal, atau siapa yang kita cintai.”

Kamala diharapkan dapat menggerakkan para pemilih muda dan orang kulit berwarna di AS dalam ikut memilih, terutama setelah berlarutnya protes atas rasisme institusional dan kebrutalan polisi yang melanda negara itu.

“Tidak ada vaksin untuk rasisme. Kita harus bekerja keras (untuk menghilangkannya),” tegas Kamala. ae/vlz (AFP, ZDF, AP, senate.gov)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres AS Kamala Harris akan Kunjungi Zona Demiliterisasi Korea

Wapres AS Kamala Harris akan Kunjungi Zona Demiliterisasi Korea

News | Selasa, 27 September 2022 | 14:10 WIB

Terkini

14 Kode Redeem FF Terbaru 24 Oktober 2026, Lengkap Trik Dapatkan Bundle Hantu Bolong

14 Kode Redeem FF Terbaru 24 Oktober 2026, Lengkap Trik Dapatkan Bundle Hantu Bolong

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:56 WIB

Review 12.12: The Day, Ketika Ambisi Satu Orang Jadi Bencana Banyak Orang

Review 12.12: The Day, Ketika Ambisi Satu Orang Jadi Bencana Banyak Orang

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:50 WIB

5 Fakta Dmaz Brodjonegoro, Sutradara Film Beautiful Pain Kolaborasi Hanung dan Nikita Mirzani

5 Fakta Dmaz Brodjonegoro, Sutradara Film Beautiful Pain Kolaborasi Hanung dan Nikita Mirzani

Entertainment | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:42 WIB

5 Rekomendasi Bedak Padat untuk Menyamarkan Pori-Pori Besar dan Bekas Jerawat

5 Rekomendasi Bedak Padat untuk Menyamarkan Pori-Pori Besar dan Bekas Jerawat

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Menteri Haji Pangku Dua Anak Sendiri Jadi Tenaga Ahli, Ada Potensi KKN

Menteri Haji Pangku Dua Anak Sendiri Jadi Tenaga Ahli, Ada Potensi KKN

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Berawal dari DM Instagram ke Wali Kota Eri, RPU Ilegal di Surabaya Akhirnya Digulung

Berawal dari DM Instagram ke Wali Kota Eri, RPU Ilegal di Surabaya Akhirnya Digulung

Jatim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Antrean Solar Mengular, Polisi Temukan Gudang Penimbunan BBM di Pekanbaru

Antrean Solar Mengular, Polisi Temukan Gudang Penimbunan BBM di Pekanbaru

Riau | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Transaksi Digital di Livin' by Mandiri Tumbuh 22 Persen

Transaksi Digital di Livin' by Mandiri Tumbuh 22 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Menyelami Dunia Filateli, Saat Sejarah dan Kisah Dunia Tersimpan dalam Prangko

Menyelami Dunia Filateli, Saat Sejarah dan Kisah Dunia Tersimpan dalam Prangko

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla

Batam | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:52 WIB

×