Kurangi Obesitas, Inggris Larang Iklan Online Makanan Cepat Saji

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 11 November 2020 | 12:27 WIB
Kurangi Obesitas, Inggris Larang Iklan Online Makanan Cepat Saji
Ilustrasi junk food. (shutterstock)

Suara.com - Inggris mengusulkan larangan iklan online makanan cepat saji atau santapan rendah gizi, sebagai bagian dari upaya untuk menekan angka obesitas sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.

Menyadur Channel News Asia, kebijakan yang diluncurkan pada Selasa (10/11/2020) ini disebutkan semakin mendesak untuk diterapkan selama pandemi virus corona.

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan menahun yang terjadi di Inggris. Data pemerintah menyebut hampir dua pertiga orang dewasa di negara tersebut kelebihan berat badan.

Sementara satu dari tiga anak yang duduk di bangku sekolah dasar di Inggris dilaporkan kelebihan berat badan.

Tindakan pemerintah yang akan diterapkan jika kebijakan ini disetujui adalah melarang iklan online untuk makanan tinggi lemak, gula, garam.

"Kami tahu saat anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu untuk online, orang tua ingin diyakinkan bahwa mereka tidak terpapar iklan yang mempromosikan makanan tidak sehat, yang dapat mempengaruhi kebiasaan makan untuk hidup," ujar Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.

Awal tahun ini, pemerintah mengatakan rencananya melarang televisi dan iklan online untuk makanan cepat saji sebelum pukul 21.00 malam.

Kendati demikian, draft yang diterbitkan pada Selasa memperkenalkan langkah lebih jauh dengan rencana larangan total secara online.

Lebih jauh, kebijakan ini termasuk iklan makanan cepat saji berbayar, iklan yang muncul di ponsel, serta iklan dalam konten yang dibagikan secara luas di media sosial.

Rencana tersebut akan dilakukan untuk konsultasi dengan industri, publik, dan pihak berkepentingan lainnya selama enam minggu depan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebelumnya telah menyorot sebuah riset yang mengungkapkan kelebihan berat badan terbukti meningkatkan risiko penyakit serius atau kematian akibat Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berisiko Komplikasi, Wanita Hamil yang Obesitas Perlu Ubah Pola Makan!

Berisiko Komplikasi, Wanita Hamil yang Obesitas Perlu Ubah Pola Makan!

Health | Selasa, 10 November 2020 | 12:59 WIB

Bahaya Obesitas Bagi Pasien Covid-19, Bikin Makin Susah Sembuh!

Bahaya Obesitas Bagi Pasien Covid-19, Bikin Makin Susah Sembuh!

Bali | Minggu, 08 November 2020 | 21:55 WIB

Awas! Makan Sambil Menonton Televisi Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas

Awas! Makan Sambil Menonton Televisi Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas

Lifestyle | Minggu, 01 November 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB