Penasihat Luhut Sebut Stigma Negatif Sebabkan Testing Corona Rendah

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Kamis, 12 November 2020 | 14:48 WIB
Penasihat Luhut Sebut Stigma Negatif Sebabkan Testing Corona Rendah
Beberapa warga melakukan tes Corona di Kota Batam. [Antara]

Suara.com - Penasihat Menteri Koordinator bidang Maritim dan investasi Luhut Binsar Panjaitan, Monica Nirmala, mengatakan masih banyak masyarakat yang takut untuk dites corona. Pandemi Covid-19 sudah ada sembilan bulan di Indonesia.

Monica mengatakan seharusnya masyarakat tidak perlu takut dites, sebab covid-19 bukanlah aib dan penanganan untuk tindakan lanjutan setelah tes yakni tracing dan treatment di Indonesia sudah cukup memadai.

"Jadi betul bahwa ada ketakutan di sana dan mungkin tidak hanya takut sakitnya ya, tapi juga takut dikucilkan dari orang lain. Ada banyak faktor yang menyebabkan ketakutan itu," kata Monica dalam diskusi KPCPEN, Kamis (12/11/2020).

Dia menyebut saat ini kapasitas laboratorium testing corona di Indonesia sebenarnya 80 ribu tes per hari, namun tak kunjung bisa mencapai standar pemeriksaan yang ditetapkan WHO 1:1000 penduduk per minggu karena testingnya terhambat stigma di masyarakat.

"Tapi sebetulnya kapasitas dari laboratorium kita cukup kok, bahkan kemarin laporan Balitbangkes itu hampir 80 ribu kapasitas tes dari laboratorium yang ada, artinya justru kapasitas ini belum digunakan secara optimal," ucapnya.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat untuk memberanikan diri untuk melakukan pemeriksaan corona secara rutin jika memiliki kontak erat dengan pasien positif atau timbul gejala corona.

Selain karena stigma negatif, lembaga survei IPSOS juga mengungkapkan bahwa pemerintah lebih sibuk melakukan kampanye 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan ketimbang kampanye 3T testing, tracing dan treatment sebagai bahan edukasi.

Managing Director, IPSOS Indonesia Soeprapto Tan memaparkan bahwa 29 persen masyarakat tidak tahu soal tes, pelacakan, dan isolasi.

Padahal, seharusnya tingkat kepedulian masyarakat berada di angka 90 persen, hal ini menyebabkan masyarakat kurang memahami pentingnya penyelenggaraan 3T selama pandemi covid-19.

baca juga

"3M itu mereka sudah mengerti 99 persen, sudah autopilot, nah yang menarik ketika bicara 3T masih ada 29 persen yang tidak mengerti 3T ini apa, jadi terkesan 3M dan 3T itu dua hal yang terpisah, padahal ini jadi satu kesatuan," kata Soeprapto menambahkan.

Oleh sebab itu pemerintah diminta untuk meningkatkan kampanye atau bahkan 'menjemput bola' dengan melakukan 3T secara lebih masif agar kasus covid-19 terpetakan dengan baik.

Sebagai informasi, pandemi covid-19 telah menjangkiti 448.118 orang Indonesia, 54.300 di antaranya masih dalam perawatan, 378.982 orang sembuh, dan 14.836 jiwa meninggal dunia.

Pemerintah sendiri baru berhasil memeriksa 4.896.793 spesimen dari 3.175.096 orang, sementara jumlah penduduk Indonesia sebanyak 274.574.447 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuek Penyambutan Habib Rizieq Langgar Prokes Covid-19, Anies Cari Aman?

Cuek Penyambutan Habib Rizieq Langgar Prokes Covid-19, Anies Cari Aman?

Jakarta | Kamis, 12 November 2020 | 14:25 WIB

Keluarga Pasien Salah Paham, Pemicu Keributan di RSUD Tenggarong

Keluarga Pasien Salah Paham, Pemicu Keributan di RSUD Tenggarong

Kaltim | Kamis, 12 November 2020 | 14:22 WIB

Positif Terjangkit COVID-19, Pemain Kroasia Ini Dimainkan Lawan Turki

Positif Terjangkit COVID-19, Pemain Kroasia Ini Dimainkan Lawan Turki

Bola | Kamis, 12 November 2020 | 14:14 WIB

Penasihat Luhut Sebut Indonesia Mampu Lakukan 80 Ribu Tes Corona Per Hari

Penasihat Luhut Sebut Indonesia Mampu Lakukan 80 Ribu Tes Corona Per Hari

News | Kamis, 12 November 2020 | 14:12 WIB

Tepuk Tangan 56 Detik, Dukungan untuk Tenaga Kesehatan Covid-19

Tepuk Tangan 56 Detik, Dukungan untuk Tenaga Kesehatan Covid-19

Foto | Kamis, 12 November 2020 | 13:55 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×