Raja Thailand Terancam Diusir dari Jerman

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Selasa, 24 November 2020 | 13:50 WIB
Raja Thailand Terancam Diusir dari Jerman
Raja Thailand, Vajiralongkorn. [AFP]

Suara.com - Pihak Jerman mengatakan bahwa pihaknya bisa saja mengusir Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dari negaranya. Menyadur DW Selasa (24/11), pernyataan ini diungkapkan oleh Bundestag, sebutan bagi parlemen Jerman

Dalam pernyataannya, Bundestag mengatakan Raja Thailand menikmati kekebalan diplomatik selama masa tinggalnya yang lama di vila Bavaria.

Ia tetap berada di Jerman meskipun di negaranya tengah berlangsung protes tentang kepemimpinannya yang dianggap tidak demokratis oleh kritikus.

Terkait hal ini, Jerman memiliki kekuatan untuk mengusir Raja Thailand dari negaranya jika ia ketahuan memimpin dari negaranya. Hal ini sesuai penilaian layanan akademik Bundestag (WD) yang ditugaskan oleh partai Kiri sosialis.

Bundestag mengatakan pihaknya hanya memiliki sedikit kuasa untuk mengusirnya dan penegak hukum tidak memiliki cara untuk menuntut. Artinya, di bawah kekebalan diplomatik, dia tidak dapat dihukum atas kejahatan yang dilakukan di Jerman.

Ratu baru Raja Thailand. (Instagram/@thairoyalfamily)
 Raja Thailand. (Instagram/@thairoyalfamily)

Maas sebelumnya telah memperingatkan Vajiralongkorn agar tidak memerintah negaranya dari Jerman di tengah protes yang sedang berlangsung. Lebih dari 50 orang terluka dalam demonstrasi di Bangkok minggu ini saja.

"Kami telah menjelaskan bahwa kebijakan yang mempengaruhi negara Thailand tidak dilakukan dari tanah Jerman," kata Maas pada awal Oktober.

Vajiralongkorn menghabiskan waktu berbulan-bulan di vilanya di tepi Danau Starnberg, tepat di sebelah selatan Munich, dan di musim semi ia sering menginap di hotel mewah di resor ski Garmisch-Partenkirchen.

Permintaan ini bertentangan dengan larangan menginap di hotel karena penguncian virus corona di Bavaria.

Raja Thailand sempat pulang kampung pada bulan Oktober, tetapi partai Kiri meminta pemerintah Jerman untuk melarang dia masuk kembali ke Jerman.

"Siapapun yang, seperti raja, secara brutal menindas gerakan demokrasi dengan junta militer, seharusnya tidak diberikan visa untuk kemewahan tinggal yang diperpanjang di Jerman," kata anggota parlemen partai kiri Sevim Dagdelen dan Heike Hänsel dalam sebuah pernyataan bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah 15 Tahun Angela Merkel Menjadi Kanselir Jerman

Kisah 15 Tahun Angela Merkel Menjadi Kanselir Jerman

News | Senin, 23 November 2020 | 16:27 WIB

Ditanya Kans Latih Timnas Jerman, Jurgen Klopp: Saya Sibuk, Tak Punya Waktu

Ditanya Kans Latih Timnas Jerman, Jurgen Klopp: Saya Sibuk, Tak Punya Waktu

Bola | Senin, 23 November 2020 | 13:49 WIB

Memalukan, Detik-detik Kiper Bayer Leverkusen Bikin Gol Bunuh Diri Terburuk

Memalukan, Detik-detik Kiper Bayer Leverkusen Bikin Gol Bunuh Diri Terburuk

Bola | Minggu, 22 November 2020 | 16:45 WIB

Terkini

Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:12 WIB

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:10 WIB

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB

Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf

Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:58 WIB

Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak

Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:56 WIB

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:52 WIB

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:32 WIB

Negara Timur Tengah Siaga Satu Hadapi Hujan Drone Iran, Sasar Bandara Kuwait Hingga Perbankan Arab

Negara Timur Tengah Siaga Satu Hadapi Hujan Drone Iran, Sasar Bandara Kuwait Hingga Perbankan Arab

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:25 WIB

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:19 WIB

Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz

Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:13 WIB