Menteri Edhy Ditangkap, Hersubeno Arief: Ini Penghinaan Telak Bagi Prabowo

Reza Gunadha, Hernawan

Rabu, 25 November 2020 | 15:47 WIB
Menteri Edhy Ditangkap, Hersubeno Arief: Ini Penghinaan Telak Bagi Prabowo
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo. (Instagram.@rizky_irmansyah)

Suara.com - Kolumnis Hersubeno Arief menganalisis bagaimana hubungan Presiden Jokowi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK, Rabu (25/11/2020) dinihari.

Hersubeno Arief menyebut karir Edhy Prabowo di kabinet Jokowi akan segera kandas usai terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK ini.

Pasalnya, menurut dia sejauh ini nyaris semua pejabat yang tertangkap OTT sulit berkelit dari hukum.

"Jadi prosesnya dipastikan akan berlanjut. Edhy Prabowo dipastikan harus mengucapkan selamat tinggal pada kursi menteri yang hanya sejenak bisa dia nikmati. Rasanya akan sulit berkelit, apalagi beritanya sudah muncul di media," ungkap Hersubeno Arief dalam tulisannya, dikutip Hops.id -- Jaringan Suara.com.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto dok. KKP)
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto dok. KKP)

Hersubeno Arief menerangkan salah satu variabel menarik dari Edhy Prabowo yakni dia adalah sosok yang akrab dengan Menhan Prabowo Subianto.

Dia mengatakan, Edhy jelas tangan kanan Prabowo. Sebab, dia diselamatkan, disekolahkan, sampai dikader Prabowo hingga dipaketkan dengannya untuk duduk sebagai menteri.

Hersubeno Arief menduga, Edhy berada di ring 1 atau bahkan setengah dari Prabowo Subianto.

"Berarti dia mempunyai posisi sangat spesial bagi Prabowo. Bukan hanya ring 1, tapi ring setengah," kata dia.

Perihal hubungan spesial Edhy dan Menhan Prabowo, Hersubeno Arief teringat momen saat keduanya menghadap Presiden Jokowi di Istana Merdeka setahun lalu. Kala itu, keduanya diikutkan dalam proses pembentukan kabinet periode kedua Presiden Jokowi.

baca juga

Kala itu, Edhy datang bersama dengan Prabowo. Keduanya memakai pakaian yang sama, seragam kebesaran Partai Gerindra yakni atas putih dengan bawahan bewarna kaki.

Oleh sebab itu, Hersubeno Arief lantas tegas mengatakan penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo adalah pukulan telah bagi Menhan Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Hersubeno Arief mengungkapkan penangkapan Edhy sejatinya menunjukkan tidak adanya proteksi dan perlakuan khusus. Dia meyakini Prabowo pasti paham jika ada beberapa petinggi partai yang nyaris ditangkap KPK tetapi bisa berkelit sehingga tidak ada kelanjutan untuk kasusnya.

Hersubeno Arief kemudian mengatakan, sebagai anggota koalisi, posisi Prabowo dan Partai Gerindra dalam pemerintahan seharusnya spesial.

Hal itu dilihatnya dari total kursi Partai Gerindra di DPR yang menduduki posisi kedua setelah PDIP.

Selain itu, Prabowo Subianto sediri juga masuk dalam kabinet lantaran diminta oleh Presiden Jokowi dan Megawati.

Hersubeno Arief lalu mengungkap pandangannya mengenai ajakan Presiden Jokowi kepada Prabowo Subianto yang menurutnya jelas terlihat.

Menurut dia, semua bermula saat Presiden Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Diakhiri dengan makan siang di resto Satay House, Senayan.

Setelahnya, dilanjutkan dengan perjamuan makan nasi goreng spesial di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta.

Berangkat dari situ, Hersubeno Arief menuliskan bahwa posisi Partai Gerindra jelas berbeda dengan partai-partai lainnya.

Pasalnya, Partai Gerindra diminta masuk guna memberi legitimasi yang lebih kuat terhadap posisi Pemerintahan Presiden Jokowi.

"Kalau setelah masuk, ternyata salah satu orang kepercayaannya dibiarkan dicokok oleh KPK, ini jelas sebuah penghinaan besar bagi Prabowo. Marwahnya sebagai figur yang sering menggembar-gemborkan pemberantasan korupsi. Maling-maling uang rakyat, begitu dia sering secara lugas menyebut. Benar-benar tercoreng," tandas Hersubeno Arief dalam tulisannya.

Edhy Prabowo Diciduk KPK

Tim Satgas KPK dikabarkan menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan beberapa orang dalam operasi tangkap tangan atau (OTT), pada Rabu dini hari.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyebut penangkapan tersebut diduga terkait dengan ekspor benur yang tengah aktif dilakukan oleh Kementerian KKP.

"Benar, KPK tangkap, berkait ekspor benur," kata Nurul dikonfirmasi, Rabu pagi.

Tim antirasuah menangkap Edhy bersama rombongannya itu, di Bandara Soekarno Hatta. Ada pula sejumlah pihak yang belum diketahui turut ditangkap oleh tim KPK.

"Tadi pagi jam 1.23 WIB di Soetta (Soekarno-Hatta). Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan," ucap Ghufron.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Politikus Gerindra: DPP yang Akan Jelaskan

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Politikus Gerindra: DPP yang Akan Jelaskan

Batam | Rabu, 25 November 2020 | 15:26 WIB

Menteri KKP Edhy Prabowo Diciduk KPK, Wagub DKI: Kami Prihatin

Menteri KKP Edhy Prabowo Diciduk KPK, Wagub DKI: Kami Prihatin

Jakarta | Rabu, 25 November 2020 | 15:21 WIB

Fakta Menarik Edhy Prabowo yang Diciduk KPK, Pernah Jadi Atlet Silat

Fakta Menarik Edhy Prabowo yang Diciduk KPK, Pernah Jadi Atlet Silat

Sport | Rabu, 25 November 2020 | 15:23 WIB

Terkini

Review Film Take Me Home: Pulang, Keluarga, dan Hidup yang Tak Pernah Mudah

Review Film Take Me Home: Pulang, Keluarga, dan Hidup yang Tak Pernah Mudah

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya

Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Dua Abad Berlalu, Jejak Masjid Jami Tak Lekang oleh Waktu

Dua Abad Berlalu, Jejak Masjid Jami Tak Lekang oleh Waktu

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Geram Ada Yayasan Minta Setoran Tanpa Kerja, BGN Buka Opsi Ganti Mitra SPPG

Geram Ada Yayasan Minta Setoran Tanpa Kerja, BGN Buka Opsi Ganti Mitra SPPG

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin

Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin

Batam | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Sehat untuk Kulit?

Sabun Batang vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Sehat untuk Kulit?

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:36 WIB

5 Cara Pakai Make Over Lip Glazed agar Tidak Lengket di Bibir, Efek Glossy Awet Seharian

5 Cara Pakai Make Over Lip Glazed agar Tidak Lengket di Bibir, Efek Glossy Awet Seharian

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:27 WIB

Nonton Konser DMASIV Makin Gampang Berkat BRImo, Catat Jadwal Tur Resminya

Nonton Konser DMASIV Makin Gampang Berkat BRImo, Catat Jadwal Tur Resminya

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

Gempa M 6,1 Guncang NTT Minggu Pagi, Begini Kondisi Terkini di Lapangan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Cara Cek NIK Dapat BSU Kemnaker 2026 atau Tidak, Ini Link Resminya

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 09:13 WIB

×